-->
Purnomo Wahyudi

Bagaimana Cara Menghidupkan Logika ?

Bagaimana Cara Menghidupkan Logika ?
Agar logika hidup, harus ada perkembangan mental. Jika mental berkembang, maka logika hidup. Namun berkembangnya mental, tidak sama dengan berkembangnya pengetahuan. Karena ada orang yang pengetahuannya terus berkembang, namun mentalnya tidak berkembang, maka logikanya mati. Dengan demikian, hidupnya logika, bukan dengan berkembangnya pengetahuan, tapi dengan berkembangnya mental. 

Salah satu cara mengembangkan mental adalah dengan  mengawasi pikiran ketika dan sadar dan berpikir. Di sini berarti pikiran mengawasi dirinya sendiri. Dengan mengawasi jalannya pikiran itu, kita akan menyadari kesalahan-kesalahannya, sehingga di sini dapat disadari pentingnya peran logika dalam mencegah pikiran dari kekeliruan. Dalam upaya mencegah pikiran dari kekeliruan itu, maka pengetahuan berkembang. Bila sudah demikian, jelas perkakas logika akan berfungsi sebagaimana mestinya. 

Tanpa mengawasi pikiran, maka seringkali tanpa disadari pikiran ini membuat penalaran-penalaran yang keliru. Setiap waktu kita berpikir, serta membuat kesimpulan dari segala sesuatunya. Logika untuk pertama kalinya, mestilah berguna untuk memastikan bahwa penalaran-penalaran yang kita lakukan setiap saatnya tidaklah keliru. 

Jika setiap waktu kita berpikir dan membuat penelaran-penalaran, bagaimana bisa ada orang sampai kebingungan tentang bagaimana cara memanfaatkan logika dalam hidup sehari-harinya ? Anda dapat memulainya saat ini juga, melihat ke dalam pikiran Anda sendiri, apakah dia sedang memikirkan sesuatu atau merenungkan dirinya sendiri ? Ataukah ia tidak sedang memikirkan apapun ? Walaupun tidak sedang memikirkan apapun, pastilah dia dalam kondisi sadar, maka perhatikan kesadaran ini yang bergulir setiap waktu, menyadari hal-hal, sehingga objek-objek kesadaran muncul dan lenyap setiap waktu di dalam kesadaran Anda. Dengan terus menerus mengawasi ini, bukan hanya mental yang akan berkembang, melainkan juga pengetahuan. 

Sebagian orang tidak menyukai praktik "Mengawasi Pikiran" ini karena menganggapnya sebagai "Praktik Kecil" yang bertele-tele. Tapi praktik ini adalah jawaban dari pertanyaan "Bagaimana cara menghidupkan Logika ?"
Purnomo Wahyudi
Load comments