-->
Purnomo Wahyudi

Belajar Membaca Ekspresi Logika Pada Paragraf Bahasa Kata

Belajar Membaca Ekspresi Logika Pada Paragraf Bahasa Kata



















Belajar Ilmu Logika tidak cukup sekedar mengerti, tetapi juga perlu untuk "terampil". Dan ini membutuhkan latihan berulang-ulang. 

Salah satu yang perlu dilatih adalah keterampilan membaca ekspresi logika pada bahasa Kata, yaitu bahasa biasa yang tidak menggunakan variabel-variabel. Caranya adalah sebagai berikut :
  1. Tandai setiap kalimat yang berbeda dengan variabel yang berbeda
  2. Hati-hati dengan bentuk kalimat berbeda, bisa jadi makna nya sama. Seperti kalimat aktif dan pasif. Contohnya "Rahman menendang bola", itu sama maknanya dengan " Bola ditendang Rahman". Dengan demikian, dua kalimat yang berbeda tersebut harus ditandai dengan variabel yang sama. Selain kalimat aktif dan pasif, ada juga pembalikan dan pemutaran kalimat, di mana bentuknya beda, tapi maknanya sama, sehingga tetap harus menggunakan variabel yang sama.

    Bandingkan dengan kalimat berikut :

    Rahman Ingin mencium Santi
    Santi ingin dicium Rahman

    Itu adalah dua kalimat yang berbeda makna, bukan aktif dan pasif sehingga harus ditandai dengan dua variabel yang berbeda.
  3. Kalimat negatif berlawanan makna dengan kalimat positif. Variabel nya harus sama dengan variabel kalimat positifnya, hanya diberi tanda negasi. 
  4. Setelah semua kalimat ditandai dengan variabel, maka buatlah ekspresi logikanya. 
Contoh :
---------------------- 
Saya tidak tertarik membuat kajian logika politik (-A). Karena saya hanya tertarik menggunakan logika untuk menghadapi masalah-masalah saya sendiri (B). Sedangkan persoalan-persoalan politik bukanlah masalah saya (-C).

Akan tetapi orang lain tertarik pada kajian logika politik (D) dan tidak tertarik pada pembahasan masalah saya pribadi (-E). Karena menganggap kajian logika politik itu berguna (F) sedangkan pembahasan masalah pribadi saya dianggap tidak berguna (-G) atau menganggap bahwa masalah-masalah pribadi tidak pantas untuk diekspose (-H).

Tetapi pemabahasan masalah-masalah pribadi saya hanyalah sekedar contoh kasus tentang bagaimana teori-teori logika diterapkan (I) bukan semata mengekspose persoalan pribadi (-J). Sehingga, Jika orang tidak melihatnya sebagai contoh kasus logika (-K), maka - G atau - H. Sedsngkan 

Buatlah ekspresi logikanya :
(B n - C) -> - A
(D n - E) -> ( F n ( - G v - H)
(I n - J) - > ( k - > ( - G v H )
- k -> ( G v H)

Setelah itu buatlah kesimpulan dengan metoda penyederhanaan atau dengan tablo
Purnomo Wahyudi
Load comments