-->
Purnomo Wahyudi

Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat
Hari ini, Jumat 8 Syawal adalah momen di mana kaum muslimin menuntaskan puasa sunnahnya yang dimulai satu hari setelah Idul Fitri.

Ada dua kali pelaksanaan Lebaran yang dikenang masyarakat Jawa pada umumnya, yaitu Idul Fitri dan Lebaran Ketupat. Idul Fitri dilaksanakan tepat pada tanggal 1 Syawal, sedangkan tradisi Lebaran ketupat adalah sepekan sesudahnya (8 Syawal).

Banyak masyarakat membuat makanan di lebaran ketupat ini. Mereka berdatangan membawa makanan buatan mereka masing-masing.

Kelihatan seru sekali, karena satu sama lain saling menghadiahkan makanan tersebut untuk saudaranya. 

Tahukah saudara, tradisi saling silaturahmi dan menyenangkan orang lain dengan makanan ala kadarnya ini disebut "lebaran ketupat". Karena umumnya makanan yang mereka buat adalah ketupat. Ketupat adalah jenis makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa (janur) yang dibuat berbentuk kantong yang kemudian dimasak dalam waktu lama.

Tanggal 8 Syawal adalah momen di mana kaum muslimin menuntaskan puasa sunnahnya yang dimulai satu hari setelah Idul Fitri. Pantas saja mereka "lebaran" lagi.

Jika Idul Fitri adalah hari kemenangan karena telah menunaikan puasa Ramadhan, maka "lebaran ketupat" adalah hari kebahagiaan karena tuntas menunaikan puasa Syawal.

Siapa sangka, kemeriahan tanggal 8 Syawal bukan hanya terjadi di nusantara, tetapi juga di negeri-negeri arab. Banyak literasi yang bersumber dari internet yang saya baca contohnya di Yaman, suasana di sana juga ramai pada tanggal tersebut. Tradisi mereka dalam bahasa arab disebut uwad.

Para penduduk secara kelompok demi kelompok bersilaturahmi dan bertamu kepada para ulama sesepuh. Pada hari itulah orang-orang alim begitu dimuliakan. Mereka didatangi, dimintakan nasihat dan doanya. Kegembiraan menyelimuti semua orang pada hari itu. 

Begitulah salah satu cara kaum muslimin di seluruh dunia dalam menjaga ibadah sunnah. Bagi mereka, jika baru menghidupkan ibadah fardhu itu masih langkah pertama. Seorang muslim harus melangkah lagi yang kedua dengan menghidupkan ibadah sunnah.

Oleh karena itu, spirit dari lebaran ketupat dan uwad ini harus kita tanamkan dalam hati. Bahwa hidup adalah perjalanan ibadah yang tidak pernah henti, dari fardhu ke sunnah silih berganti. 
Purnomo Wahyudi
Load comments