-->
Purnomo Wahyudi

'Perancis atau Kroasia'

'Perancis atau Kroasia'
Menikmati akhir liburan masa kerja bersua teman yang sudah lama tidak pernah ketemu semenjak lulus di kampus yang sama di warung kopi yang cukup terkenal dan ramai di kota Bojonegoro. 

Di salah satu obrolan kami yang 'gayeng' sambil menikmati cita rasa kopi malam yang sudah dihidangkan oleh pelayan warung yang ramah, seorang teman sempat mengangkat pembicaraan tentang piala dunia sepak bola. Perancis atau Kroasia ?Begitulah pertanyaan teman dilontarkan kepada saya. Tentu saya yang tidak terlalu mengikuti perkembangan World Cup tidak tahu tim mana yang paling dijagokan di laga final ini.

"Kalau kamu sendiri menangkan / jagokan yang mana?" Saya lempar balik saja pertanyaan tersebut. Ternyata ia sudah punya jagoan sendiri,

"Saya pegang Kroasia dong. Kelihatannya mereka bakal menang Piala Dunia tahun ini!"

"Kenapa bisa begitu?"

"Karena Kroasia selama ini tidak pernah melaju sejauh itu. Mereka bisa lolos final saja sudah prestasi yang amat membanggakan. Jadi, mereka akan tampil lepas saja nanti. Tak ada beban. Mentalnya akan bagus!"

"Kalau Perancis memang gimana?"

"Secara tidak langsung Perancis punya beban harus menang. Karena tahun 98 pernah menjadi juara. Ini bisa jadi berpengaruh pada penampilan mereka. Dari segi mental, Perancis sulit bermain lepas seperti Kroasia!"

Wow. Analisisnya bagus juga. Saudara semuanya boleh setuju atau tidak, silahkan saja. Menurut beliau, tim yang secara mental tidak punya beban, akan memperoleh kemenangan.

Hidup manusia juga demikian. Ketika kita berdo'a kepada Allah dalam keadaan lepas dan tanpa beban, karena kita yakin bahwa Allah telah menjamin rezeki seluruh manusia, maka insya Allah kita akan memperoleh kemenangan. 

Lagipula, mengapa pikiran kita ini harus terbebani? Sebagai orang beriman, bukankah kita sudah yakin bahwa Allah satu-satunya yang memegang kendali atas seluruh mahluk-Nya? Bukankah tiada daya dan kekuatan kecuali milik Allah? 

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barang siapa yang menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi kebutuhannya.” 

(Surat Ath-Tholaq ayat 3)

Oleh karena itu, lepas saja. Miliki mental pemenang. Bebaskan beban itu. Tugas kita hanya ikhtiar. Jika usaha sudah maksimal, tinggal tawakal diperkuat. Maka tak ada yang bisa membebani pikiran kita lagi. 
Purnomo Wahyudi
Load comments