-->
Purnomo Wahyudi

Filsafat Looping

Filsafat Looping
Looping adalah istilah yang populer di kalangan programer. Bukan programer kalau tidak akrab dengan istilah looping. Karena hampir setiap program aplikasi komputer selalu menggunakan script looping. 

Looping artinya perulangan. Programer menggunakan perintah "Do while... Loop" kepada mesin komputer untuk melakukan suatu proses tertentu secara berulang-ulang, di mana dijelaskan kapan harus dimulai dan bilamana harus berakhir. Looping ini sebenarnya proses berpikir yang biasa dilakukan oleh manusia dalam hidup sehari-hari, namun programer menerjemahkannya ke dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh mesin komputer. Karena komputer itu bodoh, maka perintah-perintah itu harus jelas, terperinci, terstruktur dan sistematis. Jika tidak demikian, maka komputer tidak akan dapat mengerti perintah manusia. 

Bandingkan dengan seorang anak, ketika orang tuanya berkata, "Kerjakan PR mu !" si anak mengerti, bahwa PR yang harus dikerjakannya adalah "Semua PR yang telah diberikan gurunya di sekolah" dan tidak hanya satu nomor saja, melainkan semua nomor soal harus dia jawab sampai tuntas. anak dapat mengerti suatu perintah dengan benar, walaupun perintah itu kurang jelas, kurang terperinci, tidak terstruktur dan kurang sistemamis. Beda dengan komputer, ketika kita memerintah mereka, "kerjakan tugasmu !", maka komputer tidak dapat mengerjakan apapun, kecuali setelah jelas tugasnya apa, kapan mulainya, bagaimana hal itu diakhiri, berapa kali harus dikerjakan, dan bagaimaan cara mengerjakannya. Sebenarnya tak ada yang dimengerti oleh komputer, kecuali perintah 1 dan 0, true or false, benar atau salah. itu saja. Namun kelihatannya, terkadang komputer lebih pintar dari manusia. Ada hal-hal yang tidak mampu dilakuakn manusia, tetapi dapat dikerjakan oleh komputer. Bahkan sekarang ada yang namanya smartphone, yaitu HP pintar, hp yang sistemnya telah dikomputerisasi secara lebih canggih. Tapi sebenarnya yang pintar itu adalah pembuatnya, yang mampu menyusun serpihan-serpihan logam sedemikian rupa, sehingga dapat menerima sinyal listrik positif dan negatif, yang kemudian ditafsirkan menjadi 1 dan 0, dan akhirnya bisa menerima instruksi manusia melalui kode-kode tertentu. 

Komputer diciptakan untuk meniru kemampuan berpikir manusia, dan kemudian membantu manusia dalam mengembangkan kemampuannya berpikir, sehingga muncul istilah yang disebut "kecerdasan buatan", sampai-sampai akhirnya "mesin cerdas" buatan manusia tadi terlihat lebih cerdas dari penciptanya. Ketika sekarang kita mencoba untuk belajar bagaimana komputer berpikir, itu sebenarnya kita sedang mempelajari bagaimana penciptanya, manusia cerdas itu berpikir, di mana kita sebagai manusia juga tentu memiliki potensi kecerdasan yang sama dengan si pencipta komputer. 

Salah satu metoda berpikir komputer adalah looping. Dan itu adalah hasil dari  meniru pola berpikir manusia. Dan kemudian kita dapat belajar filsafat dari proses looping tersebut. 

Dalam hidup ini, semua orang melakukan proses pemikiran yang berulang-ulang. Itu namanya looping. Namun proses pemikiran yang berulang tadi ada yang bersifat membebaskan batin, dan ada juga yang sebaliknya bersifat memenjarakan batin. Proses perulangan pikiran yang memenjaran itu didasari oleh kemelekatan, kebodohan, dan cinta dunia. Sedangkan proses yang membebaskan itu didasari oleh kebijaksanaan dan pengetahuan. Karena itu, perulangan-perulangan pikiran harus ditujukan untuk melihat pengetahuan baru, sebagai jalan untuk mencapai kebebasan.

Agar melihat pengetahuan batiniyah, pikiran harus tenang. Pikiran yang gelisah atau melekat pada sesuatu, ia tidak dapat melihat pengetahuan dengan benar. Seperti kolam yang airnya berguncang, sehingga airnya keruh dan mata yang memandang tidak dapat melihat objek-objek yang ada di dasar kolam. Karena itu dikatakan "pikiran yang terhalang dari pengetahuan". Sedangkan pikiran yang tenang, adalah pikiran yang selalu melihat pengetahuan. Kemanapun memandang, dia akan melihat pengetahuan di situ. Seperti kolam yang airnya tenang, segala kotoran mengendap. Airpun jernih. Sehingga mata yang memandang, dapat melihat objek-objek yang ada di dasar kolam tersebut dengan jelas. 

Pikiran yang melekat pada sesuatu, membuat pikiran itu selalu ingin mengamati sesuatu itu dengan rasa suka atau benci. Rasa suka atau benci tersebut terus menerus oleh diciptakan pikiran yang melekat pada objek. Seperti seorang pemuda yang terus menerus memandangi foto seorang gadis. yang dia lihat adalah kecantikan, keindahan, dan hal menyenangkan, bukan pengetahuan. Tiada bosan-bosannya wajah cantik dia pandang. Pikirannya berhenti pada objek wajah cantik. Pemuda mengamati mulai dari raut wajah soerang Gadis, bentuk hidungnya, bibirnya, rambutnya, matanya. Setelah mengamati semua itu, dia ingin kembali mengamati hidungnya, bibirnya, rambutnya, dan begitu terus berulang. Menurut istilah programmer itu namanya looping. 

Kalau dalam bahasa pemrograman, begini menulisnya :

Do while rasa suka > 70 %
   mengamati ..
            wajahnya
            hidungnya
             bibirnya
            dagunya
            matanya
             rambutnya
Loop

Terjemah :
Do while = lakukan selama....
(rasa suka > 70 % ) = suka banget
Loop = ulangi lagi prosesnya dari awal !

Terus berulang dan tidak akan berhenti selama "rasa suka" masih kuat. Karena itu jumlah pengulangannya bisa 10 kali, 100 kali, atau 1000 kali. Dengan demikian, selama pengulangan itu berlangsung, pengamat tidak dapat menemukan pengetahuan baru. Celakanya, jika dia dengan sadar atau tanpa sadar terus menerus mempertahnkan rasa suka tadi, tidak membiarkan rasa sukanya lenyap dan berlalu, maka dia akan berputar-putar lebih lama lagi dalam lingkaran yang sama. 

Bagaimana kalau jumlah pengulangannya 1.000.000 ? tentu loopingnya akan lebih lama. Tapi dengan menggunakan "pengetahuan baru" sebagai target, setidaknya orang akan terbebaskan dari sifat melekat. Dan terakhir, orang harus dapat membebaskan diri dari kemelekatan terhadap pengetahuan itu sendiri dengan menurunkan target pengetahuan. Ada kriteria yang harus menghentikan pikiran manusia dari "mencari pengetahuan". Jika tidak, maka sama seperti nasib pemuda yang melekati kecantikan gadis, looping tak berujung. 

Jarang ada pemuda yang rasa sukanya tak pudar. Secantik-cantiknya gadis, jika fotonya dipandang terus menerus, tentu membosankan juga. Akan tetapi, jarang bukan berarti tak ada. Bahkan ada orang yang sampai meninggal, karena tak dapat berhenti memandangi foto seseorang. Ada juga orang yang menjadi gila karena wanita, atau wanita gila karena pria. Karena cintanya tak bertepi, pikirannya looping tak berujung. Dia tidak memandangi fotonya secara terus menerus, tetapi bayangan kecantikan sang gadis, tak bisa lepas dari ingatannya. Karena itu si pria tertawa sambil menangis. Programer juga seperti itu, bila tak sengaja membuat looping yang tak berujung, terkadang dia tertawa sambil menangis. Coba tanya aja pada para programer, betul apa benar ? Walaupun begitu, programer tidak gila. Karena yang error hanya komputer. istilahnya hank. Komputer jadi gak bisa dioperasikan. Direset juga masalah terselesaikan. Sedangkan kalau error itu ada pada pikiran manusia, maka jadilah gila. Bagaimana cara meresetnya ? 

Bila terjadi loop tak berujung ketika mengeksekusi script program, kadang saya tertawa. Kenapa ? Karena mentertawakan kebodohan sendiri. Mulanya terkejut, karena proses tak kunjung berhenti. Lalu komputer jadi error. Lalu sadar, bahwa saya sendiri telah membuat script yang salah. Itu seperti dagelan yang dibuat oleh diri sendiri. makanya tertawa. Lalu jengkel, karena telah membuat script yang panjang dan lupa belum disave. akibatnya harus mengulangi pekerjaan dari awal.  Makanya menangis. Sekilas mirip orang gila, tertawa dan menangis sendiri karena looping. Tapi kalau programernya berdua, ya tertawa dan menangis berdua. ha...ha....

Adapun  orang gila yang gilanya karena tekanan mental, looping terjadi di dalam pikirannya. Dia tidak dapat menghentikannya. Karenanya badannya menjadi  panas, demam. Dia mengulang proses untuk menciptakan kesenangan di dalam pikirannya. Tujuan pengulangannya untuk menciptakan kesenangan. dan dasar untuk pengulangan juga kesenangan itu. Jadi, sebab dan tujuan berputar tiada henti. Berharap mendapatkan kesenangan, namun justru itu menyakiti dirinya. Semakin dia ciptakan kesenangan itu, dia semakin sakit. Lalu tiba-tiba dia sadar bahwa dia telah melakukan kebodohan dengan menjungkirbalikan pikirannya sendiri. Makanya dia tertawa, karena menertawakan kebodohan sendiri. Namun hal yang menyedihkan adalah dia tidak dapat melepaskan diri dari proses itu. Dia ingin lepas bebas dari keadaan yang menyiksa, namun dia juga ingin tetap di situ. Dia bingung dengan keinginnya sendiri yang kontradiksi, serta tidak dapat memecahkan keadaan yang membingungkan tersebut. Inilah orang gila, yang terjebak dalam kebingungan yang diciptakan oleh dirinya sendiri, karena kemelakatan yang mengakibatkan looping tak berujung dan error pada jiwa raganya.
Purnomo Wahyudi
Load comments