Menu
Showing posts with label Sekolah Adiwiyata. Show all posts
Showing posts with label Sekolah Adiwiyata. Show all posts


Setelah berhasil meraih predikat sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur SMA Negeri 1 Bojonegoro bertekad untuk meraih predikat Adiwiyata tingkat Nasional. Langkah untuk menjadi sekolah Adiwiyata Nasional semakin dimantapkan oleh SMA Negeri 1 Bojonegoro.

Berbagai persiapan terus dilakukan agar persyaratan untuk melaju ke Adiwiyata Nasional terpenuhi. Menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur sejak Juli 2016 lalu, SMA Negeri 1 Bojonegoro yang berlokasi di jalan Panglima Sudirman No. 28 Bojonegoro ini benar-benar fokus menyiapkan diri untuk menjadi sekolah Adiwiyata Nasional.

Seperti yang telah dilaksanakan kegiatan pada pagi hari ini, upaya sekolah dalam mempersiapkan dan memantapkan untuk menjadi sekolah Adiwiyata Nasional, pagi hari ini [15/05/2018] pukul 10.00 wib bertempat di ruang TRRC lantai 2 SMA Negeri 1 Bojonegoro mengadakan kegiatan Sosialiasi Persiapan Calon Sekolah Adiwiyata Nasional. Selaku narasumber dalam kegiatan ini sekolah mendatangkan bapak Agus Amak Fadloli, S.Pd (Pengelola Sekolah Adiwiyata Mandiri SMP Negeri 4 Bojonegoro)  



0


Siswa SMA Negeri 1 Bojonegoro mempunyai cara sendiri untuk menjaga lingkungan sekolahnya agar tetap bersih dari sampah yakni setiap hari para siswa mengambil sampah-sampah yang berserakan di sekitar sekolah, selanjutnya sampah akan dipilah menjadi dua kelompok sampah yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Sampah organik diolah menjadi kompos, Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memberikan pupuk pada tanaman - tanaman di lingkungan sekolah. sementara sampah non-organik dipilah lebih lanjut ke tiga sub kelompok yakni plastik, kertas dan botol yang kemudian dibawa ke bank sampah. untuk ditimbang dan dikalkukasi.

Bak Pemilah Sampah

Penjualan sampah (Bank Sampah)

Penjualan Sampah (Bank Sampah)

Pengangkutan Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup

Pembuatan Pupuk Kompos
Pupuk Kompos
Sampah yang sudah dipilah dan terkumpul banyak di bank sampah sekolah ini nantnya akan dijual. Untuk penjualan sampah ini, sekolah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro dan pembeli sampah. Hasil penjualan sampah tersebut nantinya dikembalikan / dibagi kepada masing-masing kelas (masuk kas kelas) sesuai hasil timbangan dan kalkulasi pengumpulan dan penyerahan sampah di bank sampah.    

Jadi fungsi bank sampah di sekolah disini dapat dikategrikan sebagai berikut :
  1. Sarana belajar untuk siswa agar lebih terampil dalam mengolah sampah
  2. Membangun motivasi siswa untuk menjaga lingkungan sekolahnya (menghindari pencemaran lingkungan dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan)
  3. Menjadikan sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan bernilai ekonomis.


Selasa, [21/02/2017] Pagi hari ini seluruh warga SMA Negeri 1 Bojonegoro memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada hari ini tanggal 21 Februari. Dasar pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 ini adalah :
  1. Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
Tujuan dari Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) ini adalah :
  1. Meningkatkan kepedulian dan peran aktif seluruh warga SMA Negeri 1 Bojonegoro dalam mengelola sampah untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bersih sampah 2020
  2. Memperkuat komitmen seluruh warga SMA Negeri 1 Bojonegoro sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan hidup (Adiwiyata)
Adapun kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017 di sekolah adalah sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, seluruh warga sekolah melaksanakan kegiatan bersih - bersih di seluruh lingkungan sekolah.

Berikut dokumentasi hari Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 di SMA Negeri 1 Bojonegoro :






Selasa, [7/2/2017] Pagi pukul 10.00 wib bertempat di ruang TRRC lantai 2 SMA Negeri 1 Bojonegoro telah dilaksanakan "Penutupan dan Serah Terima Program Pengembangan Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Bojonegoro". Kegiatan penutupan dan serah terima program pengembangan sekolah adiwiyata ini hasil kerjasama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro yang difasilitasi oleh Yayasan Tropis Indonesia dan didukung oleh pihak SKK Migas, Exxon Mobil, Pertamina EP Cepu, Badan Kerjasama PT Blok Cepu, dan LSM Mitra EMCL. Kegiatan penutupan dan serah terima program pengembangan sekolah adiwiyata ini dihadiri oleh perwakilan dari 10 sekolah adiwiyata di kabupaten Bojonegoro yang sebelumnya telah menerima bantuan program pengembangan adiwiyata untuk sekolah.      



Salah satu penerima bantuan program pengembangan sekolah adiwiyata ini adalah SMA Negeri 1 Bojonegoro. Adapun bantuan program pengembangan sekolah adiwiyata yang telah diterima dan sudah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bojonegoro yakni pembuatan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Pembuatan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) ini digunakan untuk menampung dan pengelolaan air limbah di masjid (pemanfaatan limbah air wudhu) dan hasil akhirnya digunakan untuk kolam ikan di gasibo sekolah. 

Program pengembangan sekolah adwiyata hasil kerjasama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro yang difasilitasi oleh Yayasan Tropis Indonesia dan didukung oleh pihak SKK Migas, Exxon Mobil, Pertamina EP Cepu, Badan Kerjasama PT Blok Cepu, dan LSM Mitra EMCL  ini harapannya bisa memberikan kontribusi dan nilai tambah untuk sekolah adiwiyata di kabupaten Bojonegoro. Selanjutnya secara mandiri bantuan program sekolah adiwiyata ini dapat diteruskan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya di sekolah.



Sistem kerja dari instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) ini yakni air limbah wudhu di masjid ini akan melalui 4 tahapan pengelolaan sebelum dialirkan langsung ke kolam ikan di bawah gasibo sekolah diantaranya :
  1. Tahap pertama proses pengendapan di tempat penampungan pertama (chamber 1). Proses pengendapan air ini menggunakan bahan batu koral dan lorrster
  2. Tahap kedua proses penyaringan kotoran yang ditempatkan di tempat penampungan kedua (chamber 2). Proses penyaringan kotoran ini menggunakan bahan ijok
  3. Tahap ketiga proses penjernihan air. yang ditempatkan di tempat penampungan ketiga (chamber 3) yang selanjutnya hasil akhirnya akan ditampung di tandon air yang siap untuk disalurkan di kolam ikan. Proses penjernihan air ini menggunakan bahan arang kayu.
  4. Tahap keempat penyaluran air ke dalam kolam ikan di bawah gasibo sekolah.

Penyiraman Tanaman
Jum'at, [20/01/2017] Pagi hari pukul 06.45 - 07.15 wib sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, seluruh warga SMA Negeri 1 Bojonegoro melaksanakan kegiatan jum'at bersih di lingkungannya masing-masing. Kegiatan jum'at bersih ini merupakan program sekolah yang dilakukan secara rutin setiap hari jum'at di sekolah. 

Menjaga lingkungan sekolah tetap bersih merupakan hal yang sangat penting dan ini merupakan tanggung jawab semuanya. Tentu saja dengan lingkungan kondisi sekolah yang bersih akan membuat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah akan menyenangkan. Program kegiatan jum'at bersih yang dicanangkan SMA Negeri 1 Bojonegoro dan pelaksanaanya sebelum masuk awal pelajaran ini untuk membentuk karakter insan yang selalu peduli lingkungan, juga menjadikan insan yang sehat, cerdas, produktif, dan bahagia serta bertanggung jawab.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan jum'at bersih di SMA Negeri 1 Bojonegoro :

Penyiraman Tanaman di Taman
Buang Sampah di Tempat Sampah


Penyiraman Tanaman di Depan Kelas

Pengumpulan Botol Bekas disimpan di Bank Sampah
Bersih - Bersih Ruang Kelas



Selepas melakukan kunjungan di desa Sukorejo kecamatan Bojonegoro di bulan November 2016 pekan yang lalu dalam rangka “ngangsu kaweruh”, yakni kegiatan belajar diluar untuk mempelajari tentang pembangunan system air limbah terpusat skala lingkungan atau disebut dengan IPAL yang dibangun di desa Sukorejo kecamatan Bojonegoro.

Menindaklanjuti hasil kegiatan kunjungan tersebut, kini SMA Negeri 1 Bojonegoro sudah membangun dan memiliki  instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) sendiri di dalam sekolah. Pembangunan system air limbah terpusat skala lingkungan (IPAL) di sekolah sedikit berbeda dengan yang ada di desa Sukorejo.  Pembangunan IPAL di SMA Negeri 1 Bojonegoro difungsikan untuk mengelola air limbah kantin dan sejumlah air limbah toilet sekolah yang nantinya dimanfaatkan untuk mengairi / penyiraman tanaman yang ada di taman sekolah.


Drs. Bambang Dananto, M.Pd selaku wakasek sarana prasana SMA Negeri 1 Bojonegoro memberikan penjelasan bahwasannya system kerja IPAL yang ada di sekolah yakni air limbah dari kantin dan sejumlah toilet sekolah akan dikelola / diendapkan di tempat penampungan dengan menggunakan bahan ijuk, kerikil, sabit dan arang. Hasil endapaan air limbah ini nantinya akan disalurkan ke tempat tandon air pertama. Di dalam tandon air pertama ini, hasil air endapan limbah yang sudah jernih ini akan diberikan campuran larutan Effective microorganism 4 (EM4). Manfaat diberikan larutan EM4 ini untuk menekan pertumbuhan bakteri pathogen yang bisa menimbulkan penyakit, mempercepat proses dekomposisi dan menghilangkan bau yang kurang sedap. Hasil dari air endapan yang jernih dan sudah diberikan larutan EM4 di tandon air pertama ini, hasil air akhirnya akan disimpan / di tampung di tandon air yang kedua. Di tempat penyimpanan (tandon air) ke dua inilah air bisa segera dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman yang ada di taman-taman sekolah.


Kamis, [3/11/2016] Siang hari pukul 13.30 wib, selepas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, SMA Negeri 1 Bojonegoro melakukan kunjungan di desa Sukorejo, kecamatan Bojonegoro dalam rangka ngangsu kaweruh, yakni kegiatan belajar diluar untuk mempelajari tentang pembangunan sistem air limbah terpusat skala lingkungan  (IPAL) yang dibangun di desa Sukorejo kecamatan Bojonegoro.

Kunjungan rombongan SMA Negeri 1 Bojonegoro yang dipimpin oleh Dra. Hj. Sri Setyowati, M.Pd selaku kepala sekolah disambut baik oleh bapak M. Tarmudzi (warga desa Sukorejo) penggagas pembuatan sekaligus pengelola IPAL yang terletak di desa Sukorejo kec. Bojonegoro ini.

Terlihat bapak M. Tarmudzi peraih kalpataru yang hijaukan Bojonegoro di tahun 2015 ini, tengah berbagi ilmu dan memberikan penjelasan yang baik di depan peserta didik (kader lingkungan) dan beberapa bapak/ibu guru.



Apa itu instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) ?

IPAL adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain. Adapun fungsi dari IPAL ini mencakup :
  • Pengolahan air limbah pertanian, untuk membuang kotoran hewan, residu pestisida, dan sebagainya dari lingkungan pertanian.
  • Pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah kotoran manusia dan limbah rumah tangga dan lainnya.
  • Pengolahan air limbah industri, untuk mengolah limbah cair dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga aktivitas pertambangan.

Pembangunan sistem air limbah terpusat skala lingkungan (IPAL) yang dibangun di desa Sukorejo ini difungsikan sebagai air limbah perkotaan, yakni membuang limbah kotoran manusia, limbah rumah tangga, dan lainnya. Pembanguan IPAL sendiri saat ini sudah berjalan satu induk reaktor yang berfungsi dengan 210 kepala keluarga (KK) atau sambungan rumah (SR)




Propellerads


Jum'at, [28/10/2016] Gebyar aksi lingkungan hidup, cinta puspa, dan satwa digelar oleh Pemkab Bojonegoro melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) di halaman Sekolah Model Terpadu Bojonegoro selama dua hari jum'at - sabtu (28-29/10). Gebyar aksi yang mengangkat tema "Lampaui Batas Maksimalmu Untuk Penyelamatan Lingkungan Hidup" ini diikuti sebanyak 30 sekolah adiwiyata kabupaten Bojonegoro. SMA Negeri 1 Bojonegoro sebagai sekolah adiwiyata tingkat propinsi jawa timur turut berpartisipasi di dalamnya. 

Adapun gebyar aksi lingkungan hidup, cinta puspa, dan satwa ini yang dikemas oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro Tahun 2016 meliputi :
  1. Kemah hijau gerakan aksi anak muda peduli dan cinta lingkungan 
  2. Lomba aksi kreatifitas pembuatan kerajinan daur ulang
  3. Lomba pameran stand hasil produk daur ulang sampah 
  4. Lomba Fashion show dengan menampilkan karya desain kreatif dari bahan daur ulang 
  5. Lomba Festband aksi gaul anak muda menampilkan lagu cinta lingkungan dengan karya kreatif original
  6. Lomba Parikan aksi anak muda yang menampilkan parikan untuk mengajak peduli cinta lingkungan   
  7. Penyuluhan, diskusi, dan sarasehan dengan tema "lampaui batas maksimalmu untuk penyelamatan lingkungan
Dalam gebyar aksi lingkungan hidup, cinta puspa, dan satwa ini, SMA Negeri 1 Bojonegoro berhasil memperoleh beberapa juara dalam aksinya, yakni :  
  1. Lomba fashion show, SMA Negeri 1 Bojonegoro berhasil raih juara 1 dan 2 tingkat SMA/SMA/MA
  2. Lomba parikan, SMA Negeri 1 Bojonegoro berhasil raih juara 1 tingkat SMA/SMK/MA 
  3. Lomba festband aksi gaul anak muda, SMA Negeri 1 Bojonegoro berhasil raih juara 1 tingkat SMA/SMK/MA  

Berikut beberapa dokumentasi Gebyar Aksi Lingkungan Hidup, Cinta Puspa, dan Satwa Tahun 2016

Gebyar Aksi Lingkungan Hidup, Cinta Puspa, dan Satwa dihadiri : Suyoto (Bupati Bojonegoro), AKBP Wahyu Sri Bintoro (Kapolres Bojonegoro), dan Letkol Inf M. Herry Subagyo (Dandim 0813 Bojonegoro)
Launching Seluruh Sekolah Kab. Bojonegoro Siap Menjadi Sekolah Adiwiyata



Kunjungan Bupati Bojonegoro di Stand Pameran SMAN 1 Bojonegoro
   
Kunjungan masyarakat di stand pameran SMAN 1 Bojonegoro

Aksi parikan

Aksi Fashion Show

Aksi Festband Anak Gaul Cinta Lingkungan

Juara 1 Lomba Festband Aksi Gaul Anak Muda

Juara 1 Lomba Parikan

Juara 1 dan 2 Lomba Fashion Show
Sarasehan dengan narasumber Dra. Hj. Sri Setyowati, M.Pd (Kepala SMAN 1 Bojonegoro)

Propellerads


Selasa, [25/10/2016] Dalam rangka pelaksanaan Program Adiwiyata Propinsi Jawa Timur Tahun 2016, Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur menyelenggarakan kemah hijau dengan tema "Membangun Generasi Cinta Lingkungan dengan Lindungi Satwa dan Tumbuhan liar untuk Kehidupan. SMA Negeri 1 Bojonegoro yang telah meraih predikat sekolah adiwiyata propinsi Jawa Timur tahun 2016 turut berpartisipasi dalam kegiatan kemah hijau yang pelaksanaanya diadakan di lapangan area PJB Paiton, kabupaten Probolinggo. Kegiatan kemah hijau ini dimulai pada tanggal 25 s/d 27 oktober 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 400 orang yang berasal dari 95 sekolah Adiwiyata Propinsi Jawa Timur tahun 2016 untuk tingkat SMP/MTS dan SMA/MA serta SMK dari 31 kab/kota se Jawa Timur.

Adapun acara yang digelar dalam kegiatan kemah hijau ini diantaranya sarasehan, pembuatan biopori, lomba media display / media pamer sekolah terkait program adiwiyata, lomba cerdas cermat, dan lomba tunas hijau Indonesia. Dari ketiga lomba yang digelar dalam kegiatan kemah hijau ini, tim dari SMA Negeri 1 Bojonegoro berhasil meraih juara 2 lomba cerdas cermat tingkat propinsi Jawa Timur dan meraih juara untuk kategori peserta terfavorit untuk lomba tunas hijau Indonesia. 

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan kemah hijau tahun 2016 :



Propellerads