Menu



Dalam rangka Festival HAM 2016 “Merayakan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal”. Pemkab Bojonegoro, bekerjasama dengan Blogger Bojonegoro, Infid, Grahatma Semesta menyelenggarakan lomba Blog dan Foto. Tujuanya untuk menggali praktik-praktik pancasila yang di jalankan di Kabupaten Bojonegoro.

Dengan Tema "Menjalankan Praktik Pancasila Di Tingkat Lokal"

Periode Lomba : 3 Oktober – 25 November 2016

Persyaratan :
1. Peserta bebas menggunakan blog apapun dan untuk foto bebas menggunakan alat apapun
2. Peserta wajib memasang kata kunci “Festival HAM 2016” di dalam postingan sebagai tanda keikutsertaan lomba
4. Peserta wajib follow akun twitter dan instagram @FestHAM2016
5. Share link tulisan blog dan untuk foto disertai teks diskripsi ke akun twitter dan instagram @FestHAM2016 menggunakan hashtag #FestHAM2016
6. Tidak boleh melanggar norma asusila maupun penghinaan terhadap SARA
7. Tulisan/Foto merupakan hasil karya sendiri, orisinil, bukan jiplakan atau copy paste dari orang lain
8. Tulisan/Foto baru, belum pernah dipublikasikan sebelumnya
9. Menggunakan bahasa Indonesia dengan gaya bahasa bebas
10. Boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan/foto
11. Tulisan/Foto harus sesuai dengan tema lomba di atas
12. Pemuatan foto, video atau ilustrasi grafis dalam postingan blog akan menambah bobot penilaian
13. Semua yang didaftarkan menjadi hak milik panitia, untuk tujuan publikasi dan kepentingan acara
14. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat

Kriteria Penilaian :
1. Pesan, kreativitas dan keunikan dalam bercerita menggunakan tulisan/foto
2. Mengandung motivasi dan inspirasi yang dapat menggerakan pembaca
3. Alur yang jelas dalam menceritakan suatu cerita
4. Penyampaian pesan yang mudah dicerna oleh pembaca
5. Jumlah interaksi yang terjadi antara pembaca terhadap hasil karya tulisan/foto

Hadiah:
Total Hadiah: Rp 8.000.000 Kategori Tulisan Blog
Winner
Uang tunai sebesar Rp 5.000.000 + sertifikat
Runner Up
Uang tunai sebesar Rp 2.500.000 + sertifikat
5 Champions
Masing-masing memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp 100.000 + sertifikat

Total Hadiah: Rp 8.000.000 Kategori Foto
Winner
Uang tunai sebesar Rp 5.000.000 + sertifikat
Runner Up
Uang tunai sebesar Rp 2.500.000 + sertifikat
5 Champions
Masing-masing memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp 100.000 + sertifikat



0


Rabu, [12/10/2016] Pagi pukul 10.00 wib SMAN 1 Bojonegoro kedatangan pengawas dari Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) SMA/SMK/MA Kabupaten Bojonegoro, beliau adalah bapak Drs. Nurali, M.Pd. Kedatangan beliau di SMAN 1 Bojonegoro dalam rangka untuk kegiatan supervisi akademik disambut baik oleh pimpinan sekolah. Terlihat Pejabat Pelaksana Harian (PLH) SMAN 1 Bojonegoro Drs. Bambang Dananto,M.Pd didampingi beberapa wakasek diantaranya ibu Endang Sriwigati, M.Pd (wakasek kurikulum), bapak Aris Yuliantono, M.Pd (wakasek humas), dan bapak Drs. Markasim, M.Pd (wakasek kesiswaan) turut menyambut kedatangan pengawas Dikmen SMA/SMK/MA Kab. Bojonegoro.


Kegiatan supervisi akademik ini merupakan program rutin sekolah yang pelaksanaanya sendiri dilakukan setiap 1 tahun sekali. Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Kab Bojonegoro selaku pembina sekolah di SMAN 1 Bojonegoro yang tugas pokoknya sesuai standar mutu pengawas adalah melakukan penilaian dan pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial. Adapun fungsi supervisi ini secara umum untuk meningkatkan kemampuan profesional dalam upaya mewujudkan proses belajar peserta didik yang lebih baik melalui mengajar yang lebih baik pula, dan secara khusus untuk memperluas pengalaman guru, mendorong usaha-usaha pembelajaran kreatif, memberikan penilaian secara terus menerus, serta memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada tenaga pendidik (guru). 



Adapun sasaran dari kegiatan supervisi yang dilakukan ini adalah proses pembelajaran peserta didik dengan tujuan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Sebab kegiatan supervisi ini menaruh perhatian utama pada upaya-upaya peningkatan provesionalitas guru / tenaga pendidik sehingga memiliki kemampuan dalam :
  1. Merencanakan kegiatan pembelajaran,
  2. Melaksanakan pembelajaran,
  3. Menilai proses dan hasil pembelajaran,
  4. Memanfaatkan hasil penilain,
  5. Memberikan umpan balik,
  6. Melayani peserta didik yang mengalami kesulitan,
  7. Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan,
  8. Mengembangkan dan memanfaatkan alat bantu pembelajaran,
  9. Memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran yang tersedia,
  10. Mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, dan teknik)  
0


Rabu, [12/10/2016] Siang hari pukul 10.30 wib bertempat di Lt.2 laboratorium kimia SMA Negeri 1 Bojonegoro, Komunitas dari Hidroponik Bojonegoro (KOHIBO) yang bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Bojonegoro mengadakan Pelatihan Penanaman Dengan Sistem Hidroponik. Pelatihan ini diikuti oleh peserta didik kelas 12 dan kader lingkungan perwakilan dari peserta didik kelas 10 dan 11. Pelatihan penanaman dengan sistem hidroponik ini diadakan dengan tujuan memberikan wawasan kepada peserta didik tentang cara budidaya hidroponik dan penjelasannya penggunaan peralatannya. Melalui pelatihan ini peserta didik langsung melakukan praktik budidaya hidroponik sampai jadi.

Selaku pemberi materi budidaya hidroponik dan pendampingan pembuatan modul hidroponik dari pihak komunitas hidroponik bojonegoro (KOHIBO) beliau adalah
  1. [Bapak] Sunhaji Gholib / Abu Hessah
  2. [Ibu] Nunuk Sulisyani
  3. [Mas] Ansori 
  4. [Mas] Teguh Prasetyo


Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan penanaman dengan sistem hidroponik ini adalah 
  1. Pengenalan sistem bertanam secara hidroponik yang dipandu oleh ibu Nunuk Sulisyani. Disini dijelaskan bagaiman cara menyemai biji sayuran dengan menggunakan media tanam hidroponik seperti rockwool, pasir malang, sekam bakar, dll. 
  2. Pemindahan tanaman dari tempat semai ke tempat pembesaran. 
  3. Meracik pupuk hidroponik AB MIX sesuai takaran (PPM) yang dibutuhkan dari masing-masing jenis sayuran.
  4. Pembuatan modul hidroponik yang dipandu langsung oleh bapak Sunhaji Gholib beserta dari anggota komunitas hidroponik bojonegoro (KOHIBO) lainnya.
Berikut Dokumentasi Pelatihan Penanaman Dengan Sistem Hidroponik :









Festival HAM 2016 "Pawai Budaya Negeri Atas Angin - SMA Negeri 1 Bojonegoro"

Minggu, [9/10/2016] pagi pukul 09.55 wib festival pawai budaya yang bertema "Menggali Nilai Luhur Sila Sila Pancasila Untuk Mewujudkan Bojonegoro Sebagai Daerah Tujuan Wisata dan Budaya" ini yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro secara resmi festival pawai budaya dibuka oleh beliau Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono.

Tahun ini dalam rangka merayakan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-339, SMA Negeri 1 Bojonegoro turut berpartisipasi dalam perayaan festival pawai budaya dengan mengangkat tema "Kisah Negeri Atas Angin" asal kecamatan sekar kabupaten Bojonegoro.

Perayaan festival pawai budaya ini mengandung maksud "Menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai wujud bentuk peduli untuk nguri uri budaya bangsa sendiri". Kepedulian untuk menjaga dan melestarikan budaya merupakan wujud implementasi nilai-nilai luhur Pancasila yang terkandung didalamnya nilai persatuan : cinta tanah air dan bangsa, bangga sebagai bangsa Indonesia, dan saling menghormati adanya perbedaan suku, ras etnis dan agama sehingga dapat terwujudnya persatuan.  

Adapun rute pawai budaya tahun ini melintasi jalan : [Start] Mas Tumapel - Imam Bonjol - Mastrip - MH. Thamrin - Panglima Sudirman - Teuku Umar - WR. Supratman - Rajawali - Imam Bonjol - SDK st. Paulus [Finish]

Berikut sinopsis festival pawai budaya tema "kisah negeri atas angin" asal kecamatan sekar kabupaten Bojonegoro yang diangkat oleh SMAN 1 Bojonegoro :

Pada jaman kerajaan Mataram dahulu, tengah terjadi sebuah peperangan besar antara Kerajaan Pajang dan Mataram. Dikisahkan pada saat peperangan sedang berkecemuk, seorang prajurit dan bangsawan yang bernama Raden Atas Aji, dan Dewi Sekarsih serta Raden Sujono Puro mengungsi di kawasan hutan yang lebat. Hal tersebut karena situasi di dalam kerajaan yang dirasa sudah tidak aman lagi untuk mereka bertiga tinggal.

Dikawasan hutan lebat tersebut mereka bernaung di sebuah gua kecil yang bernama goa “Wathu Telo” tak jauh dari air terjun yang sampai saat ini dikenal dengan nama Banyu Mili Jono Puro, menurut kisah nama ini diambil dari nama Raden Sujono Puro. Sementara itu nama Atas Angin, diilhamai dari kisah legenda percintaan dua insan yang kekal sampai ajal menjemput. Oleh sebab itu, kenapa dinamakan negeri atas angin dan Desa Sekar.

Diceritakan dalam kisah ini bahwa, Raden Atas Aji dan Dewi Sekarsih adalah pasangan kekasih yang memadu kasih di bukit cinta hingga maut memisahkan mereka.Kisah cinta dua insan tersebut diyakini oleh masyarakat setempat tetap abadi sampai saat ini. Sehingga nama Raden Atas Aji diabadikan menjadi nama Negeri Atas Angin, sedangkan nama Dewi Sekarsih diabadikan menjadi nama sebuah desa, yaitu Desa Sekar.

Sementara itu, dikisahkan pula bahwa nenek moyang masyarakat yang tinggal di wilayah Madiun dan Bojonegoro dahulu selalu bermusuhan alias berseteru. Namun di dalam legenda ini Raden Atas Aji dan Dewi Sekarsih diyakini pernah megucapkan sebuah perkataan bahwa, pada suatu ketika nanti akan tiba saatnya, akan tercipta perdamaian antara warga Madiun dengan warga Bojonegoro, mereka akan rukun dan damai setelah dipertemukan di kawasan Gunung Kendeng  

#Festival HAM 2016, #Festival HAM 2016, #Pawai Budaya Bojonegoro, #Negeri Atas Angin.

Berikut dokumentasi festival pawai budaya "Kisah Negeri Atas Angin" :
                                                       Vlog Performance 2 menit
    
0


Kamis, [6/10/2016] pagi hari ini pukul 06.00 wib di SMA Negeri 1 Bojonegoro melalui program kerja OSIS sie-1 Pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa menyelenggarakan kegiatan Gebyar Muharrom 1438 H. Adapun acara kegiatan gebyar muharrom yang diikuti oleh seluruh warga sekolah ini antara lain ;
  1. Pengajian dengan tema "Brand New Colorfulness Of Islam" dan pemberi tausiyah beliau adalah H. Abdul Wahid (Kementerian Agama Kab. Bojonegoro)
  2. Lomba Da'i
  3. Lomba Standup Comedy
  4. Lomba Nasyid Akustik
  5. Lomba Tahfidz
  6. Lomba Cerdas Cermat Agama Islam (CCAI)
  7. Donor Darah
Kegiatan peringatan gebyar muharrom yang diselenggarakan di SMAN 1 Bojonegoro ini merupakan bagian dari penanaman pendidikan karakter bagi seluruh peserta didik. Banyak sekali manfaat atau nilai-nilai keilmuan dan sosial yang bisa diambil. Misalnya dengan lomba da'i, nasyid akustik dan CCAI, tentunya setiap peserta didik menunjukan kemampuannya baik secara karakter maupun keilmuannya. Dan juga ada penanaman rasa kesadaran akan kesehatan dan kepedulian sosial dengan mengikuti kegiatan donor darah.  

Berikut dokumentasi Gebyar Muharrom 1438 H di SMAN 1 Bojonegoro :











   
0


Materi   : Prakarya Kewirausahaan - SMAN 1 Bojonegoro
Kelas     : 12
Guru     : Purnomo Wahyudi,ST


PENGENALAN SISTEM BERTANAM SECARA HIDROPONIK

Berasal dari kata yunani hydro berarti air, dan ponos berarti kerja/daya, dan sering disebut dengan kata hydroponic/hidroponik. Budidaya tanam tanpa menggunakan tanah, memanfaatkan air sebagai penghantar oksigen dan nutrisi/zat hara yang dibutuhkan sebagai makanan tanaman. 

Kelebihan sistem hidroponik antara lain :
  1. Penggunaan lahan lebih efisien,
  2. Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah,
  3. Tidak ada resiko untuk penanaman terus menerus sepanjang tahun,
  4. Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih,
  5. Penggunaan pupuk dan air lebih efisien,
  6. Periode tanam lebih pendek, dan
  7. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah,
  8. Dapat memanfaatkan limbah bekas
Kekurangan sistem hidroponik, antara lain :
  1. Membutuhkan modal yang besar di awal,
  2. Pada sistem nutrisi disirkulasi, jika ada tanaman yang terserang patogen maka dalam waktu yang sangat singkat seluruh tanaman akan terkena serangan tersebut, dan
  3. Pada sistem air statis, kapasitas memegang air media lebih kecil daripada media tanah; sedangkan pada sistem volume air dan jumlah nutrisi sangat terbatas sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius.
Media tanam yang diperlukan

Untuk menanam hidroponik tentu saja memerlukan media sebagai tempat tumbuh tanaman, diantaranya :

1. Rockwool

Media tanam hidroponik yang mempunyai kelebihan dibanding dengan media tanam lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini

2. Cocopeat
 Serbuk halus sabut kelapa yang dihasilkan dari proses penghancuran sabut kelapa. Dalam proses penghancura sabut dihasilkan serat yang lebih dikenal sebagai fiber, serbuk halus sabut dikenal sebagai cocopeat.

3. Sekam Bakar


Arang sekam yang dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi. Arang sekam memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai penggembur tanah, bahan pembuatan kompos, pupuk bokashi, media tanam dan media persemaian.

4. Pasir Malang


Media tanam pasir malang terbuat dari lahar atau magma dari gunung berapi dan mendingin secara cepat. Pasir ini digunakan sebagai campuran media sehingga lebih cepat melewatkan air dan tidak mudah becek.

5. Starter Kit Hidroponik 


Starter kit merupakan konsep hidroponik sistem wick atau sumbu. Sistem hidroponik ini sangat dianjurkan bagi pemula dan yang paling sederhana. Paket Starter kit :

  • Bak untuk menampung larutan nutrisi
  • Net pot hidroponik
  • Potongan rockwool yang telah disesuaikan untuk ukuran net pot
  • Sumbu Flanel
  • Nutrisi AB mix 
Secara umum ada beberapa teknik hidroponik yang sering digunakan, antara lain :

1. Sistem air statik


Air pada tandon (wadah air) tidak bergerak, tanaman hanya mengandalkan serapan air dari kain flanel / sumbu yang menyentuh permukaan akar pada topangan netpot. Teknik ini sering disebut dengan wick system / sistem sumbu.

Contoh Sistem air statik :


2. Sistem air aktif / water culture


Sistem hidroponik aktif ini mensirkulasi larutan nutrisi dengan pompa. Pergerakan air yang disebabakan oleh gelembung udara buatan (aerator), maupun memompa air secara dinamis, memberikan suppali udara / oksigen yang lebih pada tanaman.

Contoh Sistem air aktif :


3. Sistem Fertigasi (Fertilizer + Drip Irrigation)


Fertigasi adalah pemupukan yang dilakukan dengan cara irigasi. Sistem berkebun ini banyak digunakan oleh para petani karena memiliki keunggulan fungsi, antara lain :

  • Pupuk / nutrisi diarahkan langsung mengenai perakaran tanaman, efektifitas produksi tanaman lebih terjamin
  • Menjamin kebersihan media tanam dan untuk menghindari beberapa penyakit.
  • Mendistribusikan oksigen yang terlarut dalam air diperlukan pertumbuhan tanaman.
  • Mengefisiensikan tenaga kerja, karena penyiraman cukup dilakukan dari satu wadah besar yang didistribusikan ke setiap tanaman.
  • Menghemat penggunaan pupuk/nutriai karena tidak banyak nutrisi yang terbuang cuma-cuma.
Drip Irrigation, pengembangan dari sistem fertigasi denga metode tetes saat pemberian nutrisi/pupuk pada tanaman dengan alat tetes.

Contoh Sistem Fertigasi :


4. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)



NFT adalah teknik hidroponik dimana pemberian nutrisi tanaman terlarut dengan menggunakan aliran air yang tipis melewati sebuah wadah saluran (gully/talang), langsung mengenai perakaran terbuka dan berlangsung secara terus menerus. NFT dirancang dengan baik pada panjang dan kemiringan saluran yang tepat, dan laju air yang tepat. Hal ini didasarkan agar perakaran dan tanaman mendapatkan pasokan air, oksigen, dan nutrisi yang merata pada setiap tanaman. Adapun standar umum dalam membuat NFT dengan 5% kemiringan saluran parit (gully/talang), panjang saluran parit (gully/talang) 1 s/d 2 liter/menit, ini didesain agar mendapatkan pasokan air, oksigen, dan nutrisi yang cukup dan merata. Disebabkan NFT memerlukan sirkulasi air yang terus menerus ada beberapa kelemahan yang biasa sering dihadapi oleh beberapa petani hidroponik, diantaranya NFT harus memiliki pasokan listrik yang stabil untuk menghidupkan pompa air sebagai penggeraknya. 

Contoh sistem NFT :


5. Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain)


Tanaman akan mendapatkan air, nutrisi, dan oksigen melalui mekanisme pemompaan air yang menyentuh akar saat pasang, dan saat timer pompa berhenti air akan kembali ke bak penampungan sehingga air pada bak media tanam akan surut kembali. Antara saat pasang dan surutnya air terletak pada pengaturan settingan timer yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap jenis tanaman.
Peralatan yang umumnya digunakan antara lain, media tanam, bak penampungan, pompa air, timer, wadah pot tanaman, drainase (pipa, selang, dan accessories lainnya).

Keunggulan dari sistem pasang surut ini adalah akar tanaman mendapatkan suplai air, nutrisi, dan oksigen secara periodec. Air mengandung oksigen yang lebih baik terjadi akibat pasang surut.

Contoh sistem Pasang Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain) :


6. Sistem Aeroponik


Aeroponik adalah proses penumbuhan tanaman dalam lingkungan udara atau kabut tanpa menggunakan tanah atau media agregat (dikenal sebagai geoponics). Penyempurnaan dari sistem hidroponik pada umumnya, aeroponik dilakukan tanpa media tanam, hanya perakaran yang menggantung pada penyangga untuk diberikan kabut untuk pemberian nutrisi.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam sistem ini antara lain :
  1. Jet Pump
  2. Timer
  3. Nozzle Sprinkler Accessories
  4. Pipa Paralaon / PVC
  5. Pipa Etilen 
Contoh Sistem Aeroponik :



Refferensi  : Komunitas Hidroponik Bojonegoro