Menu
Showing posts with label Modul Prakarya. Show all posts
Showing posts with label Modul Prakarya. Show all posts

Pembelajaran Kreatif Inovatif Prakarya Kewirausahaan Bidang Rekayasa
Kelas 11 MIPA 2
Diskusi Perencanaan Desain Prototype Konversi Energi 

Sistem konversi energi adalah sistem yang merubah energi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen yang memiliki peran penting dalam mengubah energi, seperti generator, motor, baterai, trafo, dan konverter listrik. Contoh dari proses konversi energi adalah saat listrik diubah menjadi energi panas pada kompor listrik, atau saat tenaga angin diubah menjadi listrik oleh turbin angin. Prinsip dasar dari sistem konversi energi adalah hukum kekekalan energi, di mana energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, tetapi hanya berubah bentuk saja. Oleh karena itu, sistem konversi energi harus memperhatikan efisiensi dalam proses konversi agar tidak banyak energi yang terbuang menjadi panas atau suara.

Kegiatan pembelajaran Prakarya Kewirausahaan perencanaan wirausaha bidang konversi energi dengan menggunakan Cooperative Learning Model di kelas. Pembelajaran dilakukan di seluruh kelas 11 mulai dari 11 MIPA 1 sampai dengan 11 IPS 2. Kamis, (4/5/2023)

Pembelajaran Kreatif Inovatif Prakarya Kewirausahaan Bidang Rekayasa
Kelas 11 MIPA 2
Diskusi Perencanaan Desain Prototype Konversi Energi 

Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning adalah suatu metode pembelajaran atau strategi dalam belajar dan mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja dengan kata lain pembelajaran dilakukan dengan membuat sejumlah kelompok dengan jumlah peserta didik 5-8 siswa yang bertujuan untuk saling memotivasi antar anggotanya untuk saling membantu agar tujuan dapat tercapai secara maksimal.

Pembelajaran kooperatif dikenal sebagai pembelajaran secara berkelompok. Akan tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdependensi efektif di antara anggota kelompok. Cooperative learning juga dapat diartikan sebagai suatu struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan di antara sesama anggota kelompok.

Konversi energi dari energi listrik menjadi energi cahaya, 
Konversi energi dari energi kinetik menjadi energi listrik,
Konversi energi dari energi termal menjadi kinetik

Kegiatan belajar mengajar (KBM) minggu ini diawali di kelas 11 MIPA 2 mata pelajaran Prakarya Kewirausahaan dengan pembahasan materi bidang rekayasa diskusi perencanaan desain prototype konversi energi. Di awal pertemuan setelah siswa mendapatkan materi dasar seputar energi, penjelasan hukum kekekalan energi dan sistem konversi energi dan dapat dipahami masing-masing siswa dengan baik. Berikutnya siswa membentuk sejumlah kelompok dengan jumlah peserta didik 5-8 siswa. Dimana masing-masing kelompok mendapatkan tugas berdiskusi tentang perencanaan dan pembuatan desain prototype sistem konversi energi yang hendak dibuat.

Sekilas penjelasan teori sistem konversi energi.... 

Energi listrik adalah energi yang dihasilkan oleh listrik. Listrik merupakan daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia. Energi kinetik merupakan energi gerak. Sebagian besar benda di dunia ini memiliki energi kinetik. Beberapa energi kinetik hadir karena adanya konversi atau perubahan energi dari suatu energi menjadi energi kinetik. Energi cahaya adalah energi yang dihasilkan oleh radiasi gelombang elektromagnetik yang berupa sinar.

Hasil diskusi kelompok siswa kelas 11 MIPA 2
Perencanaan dan pembuatan desain prototype
Konversi energi dari energi mekanik menjadi energi kinetik

Dalam ilmu fisika, energi mekanik merupakan total energi dari dua jenis energi, yakni energi kinetik dan energi potensial. Energi mekanik banyak ditemukan pada benda yang jatuh bebas karena benda yang jatuh memiliki energi kinetik dan energi potensial. 

Contoh konversi energi dari energi mekanik menjadi energi kinetik adalah ketika kita melempar sebuah bola. Saat bola dilempar, tangan kita memberikan gaya pada bola yang menyebabkan bola bergerak. Energi mekanik dari tangan kita kemudian ditembak menjadi energi kinetik pada bola. Semakin besar gaya yang diberikan, semakin besar pula energi kinetik yang dihasilkan oleh bola tersebut.

Hasil diskusi kelompok siswa kelas 11 MIPA 2
Perencanaan dan pembuatan desain prototype
Konversi energi dari energi mekanik menjadi energi kinetik

Konversi energi dari energi mekanik menjadi energi kinetik ini juga terjadi pada berbagai mesin, seperti mobil atau pesawat terbang. Mesin-mesin tersebut menggunakan energi dari bahan bakar untuk menghasilkan gerakan atau daya yang kemudian berubah menjadi energi kinetik.

Hasil diskusi kelompok siswa kelas 11 MIPA 2
Perencanaan dan pembuatan desain prototype
Konversi energi dari energi termal menjadi energi listrik

Energi termal adalah energi yang menghasilkan panas sehingga seringkali disebut sebagai energi panas. Definisi lain energi yang disimpan dalam suatu benda atau sistem akibat dari gerakan molekul-molekul di dalamnya. Semakin tinggi suhu suatu benda atau sistem, semakin tinggi pula energi termal yang disimpan di dalamnya. Energi termal dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan seperti memanaskan atau mendinginkan suatu benda atau sistem. Energi juga merupakan salah satu sumber energi termal yang digunakan untuk menghasilkan listrik melalui pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTU (pembangkit listrik tenaga uap).

0

Konversi Energi Potensial Magnet ke Energi Kinetik
Materi Bab 2 Kewirausahaan Bidang Energi
Prakarya Kewirausahaan
SMAN 1 Bojonegoro

Selamat datang di channel Yudi's Blog,

Mengingatkan kembali bahwa untuk materi Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) kelas 11 SMA semester 2. Materi Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) kelas 11 SMA semester 2 terdiri dari 4 bab yaitu :
  1. Bab 1 Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar
  2. Bab 2 Wirausaha Rekayasa Bidang Konversi Energi
  3. Bab 3 Wirausaha Budidaya Pembenihan Ikan Hias 
  4. Bab 4 Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Internasional
Kali ini saya bagikan analisa dari video Prototype Motor Magnet Permanen tugas kelompok siswa bab 2 tentang Wirausaha Rekayasa Bidang Konversi Energi. 
 
Video Prototipe Motor Magnet Permanen

Penjelasan video prototipe motor magnet permanen (konversi energi potensial magnet ke energi kinetik) : sebuah motor magnet permanen menggunakan medan magnet yang dihasilkan oleh magnet permanen untuk menghasilkan gerakan roda pada mesin. Prototipe dibuat dengan menggunakan magnet permanen seperti neodimium atau smco sebagai magnet utama. Namun dalam video percobaan diatas sebuah prototipe motor magnet permanen ada beberapa batasan dalam desain dan aplikasi magnet permanen motor tergantung pada ukuran, bentuk, dan bahan yang digunakan dalam pembuatan prototipe tersebut. 

Karakteristik dan prinsip kerja Motor Magnet Permanen.
Motor magnet permanen adalah tipe motor listrik yang menggunakan magnet permanen untuk menghasilkan medan magnet yang diperlukan untuk menggerakkan rotor. Magnet permanen dipasang pada stator dan rotor yang diatur dalam susunan tertentu. Magnet permanen digunakan sebagai sumber medan magnet, yang berarti bahwa magnet motor permanen tidak memerlukan sumber daya eksternal untuk membentuk medan magnetik yang diperlukan untuk menggerakkan rotornya.

Prinsip kerja motor magnet permanen adalah ketika arus listrik dialirkan melalui kumparan stator, medan magnet akan muncul dan menarik rotor ke arah magnet permanen. Medan magnet pada magnet permanen tidak mudah hilang dan penggunaan magnet permanen membuat motor lebih efisien dan memiliki umur yang lebih lama dibandingkan motor elektromagnetik.

Motor magnet permanen lebih efisien daripada motor listrik lainnya karena tidak ada energi yang terbuang dalam proses pembangkitan medan magnet. Selain itu, motor magnet permanent tidak memerlukan perawatan yang rumit dan memiliki umur yang lebih lama dibandingkan dengan motor listrik lainnya.

Namun dibalik keunggulannya ini, motor magnet permanent juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah biaya produksi yang lebih mahal dibandingkan dengan motor listrik lainnya. Selain itu, motor magnet permanent juga sulit untuk dikendalikan kecepatannya dan pada umumnya hanya cocok digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan putaran yang konstan.

Penjelasan dari Kelompok :
Nama : Bagus Adwi, Diana Indah, Dwi Sukmamita, Mariel Nathaniel, Sonya Adira, dan Widya Kartika
Kelas : 11 IPS 1

Analisa: Pada video diatas menjelaskan motor magnet permanen. Dimana membutuhkan magnet berukuran atau berdiameter 5/8" x 5/8" stator dan rotor. Pada awalnya dalam video tersebut mencoba untuk bergerak tetapi setelah beberapa saat motor tersebut melambat dan berhenti. Untuk menjalankan motor magnet permanen pada uji coba video diatas dibutuhkan poros yang dapat diputar, rangkaian sumber magnet yang disusun pada poros dalam rotor magnet kutub utara berada diluar poros, dan rangkaian sumber magnet kedua disusun dalam stator yang mengelilingi rotor. Sumber magnet dari rangkaian sumber magnet pertama dan kedua menciptakan medan magnet yang berputar dan medan magnet yang konstan, sehingga menyebabkan berputar. Kunci dari percobaan ini adalah bergantung pada celah udara antara stator dan rotor.

Penjelasan dari Kelompok :
Nama : Alfina Salsabila, Alyadona, Aura Azhim, Nafisatu Sofiah, Eusebius, dan Ramadhan Affan
Kelas : 11 IPS 1

Analisa : Konversi energi magnet yang berlawanan arah menjadi energi kinetik melibatkan prinsip dasar induksi elektromagnetik, yaitu ketika medan magnet berubah maka akan menimbulkan medan listrik dan sebaliknya. Secara umum konversi energi magnet yang berlawanan arah menjadi energi kinetik dapat dilakukan dengan mengubah energi potensial magnet menjadi energi kinetik. Misalnya jika 2 magnet dengan kutub berlawanan yang diletakan dan didekatkan satu sama lain akan saling tarik menarik. Hal ini disebabkan medan magnet. Jika melepaskan salah satu magnet, maka akan terjadi pergerakan disebabkan energi potensial yang tersimpan dalam magnet diubah menjadi energi kinetik.

Penjelasan dari Kelompok :
Nama : Agung Natana, Cindy Amelia, M Azka, Satria Prakoso, Vicky A, dan Waila D
Kelas : 11 MIPA 4

Analisa : Alat konversi dalam video menjelaskan motor magnet permanen. Konstruksi alat terdiri dari bagian stator dan rotor. Bagian rotor berputar akibat gaya tolak menolak antara magnet stator dan magnet rotor pada posisi dan jarak tertentu antara keduanya. Kedua magnet disusun sedemikian rupa membentuk sudut. Hubungan antara putaran motor dengan jarak antar magnet rotor-stator, sudut yang dibentuk oleh kedua magnet dan jumlah pasang magnet yang digunakan. Putaran dengan jarak antar magnet stator-rotor. Sudur yang dibentuk oleh kedua magnet dan jumlah pasang magnet. Hasil pengukuran hubungan putaran terhadap torsi dapat dikonversi satuan dari energi mekanik ke energi listrik.

Penjelasan dari Kelompok :
Nama : Ajeng Eka, Faricha Anindya, Indri Ramadhani, Putri Wulandari, Rizqy Dharmawan, dan Wisnu hadi
Kelas : 11 MIPA 4

Analisa : Invensi ini menyediakan motor magnet yang terdiri dari poros (26) yang dapat diputar sumbu longitudinalnya. Set pertama (16) magnet (14) yang disusun disekitar poros (26) dalam rotor (10) untuk berputar dengan poros (26). Set kedua (42) magnet (40) disusun dalam stator (32) yang mengelilingi rotor (10). Dimana set kedua (42) magnet (40) berinterkasi dengan set pertama (16) magnet (14). Magnet (14,40) dari set pertama dan kedua (16, 42) dari magnet setidaknya sebagian disaring secara magnetis sehingga memusatkan kekuatan medan magnetnya ke arah celah antara rotor (10) dan stator (32).

0

Kereta Magnet (Elektric Train)
Konversi Energi
Energi Potensial - Energi Kinetik

Mengingat kembali materi sebelumnya yang sudah dijelaskan pada modul prakarya di artikel channel Yudi's Blog pada laman Wirausaha Rekayasa Bidang Konversi Energi mengutip dari buku Energi dan Perubahannya yang ditulis oleh Drs. Kandi, M.A., dan Drs. Yamin Winduono, M.Pd ada sembilan (9) macam energi salah satunya adalah energi potensial dan energi kinetik. Beberapa contoh energi potensial yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain baterai mainan memiliki energi potensial kimia yang diubah menjadi energi kinetik saat mainan diaktifkan, sebuah magnet dan benda logam ketika magnet ditempatkan dari jarak jauh dari benda logam, energi potensial elektrostatik dihasilkan, dan dua magnet yang berhadapan kutub positifnya ketika dua magnet saling dihadapkan kutub positif dan ditempatkan sangat dekat satu sama lain, energi potensial elektrostatik dihasilkan.

Kegiatan pembelajaran materi wirausaha rekayasa bidang konversi energi selanjutnya, silahkan lihat video contoh mainan kereta magnet sederhana (Elektric Train) untuk pembahasan konversi energi potensial ke energi kinetik dibawah ini


Penjelasan video kereta magnet (Elektric Train) :

Pada video diatas adalah demonstrasi menarik dari magnet yang digerakkan dengan baterai AA sederhana. Dua magnet yang menempel di kedua ujung baterai AA yang mengalir melalui gulungan kawat tembaga membuat kereta bergerak cepat. Dalam video tersebut menampilkan beberapa menit demo kereta magnet dengan berbagai trek, baterai dan magnet.

Cara kerjanya sederhana disaat magnet menyentuh kabel tembaga, sambungan listrik dibuat. Ketika kedua magnet menyentuh kawat, kawat tembaga yang cukup pendek menghantarkan listrik dari satu ujung ke ujung lainnya. Ini benar-benar membuat baterai korslet! Arus tinggi menginduksi medan magnet di dalam gulungan kawat. Dengan cara magnet diatur, medan magnet yang diinduksi mendorong magnet, menolaknya.

Cara membuat gulungan kawat tembaga, pilih kawat tembaga yang sangat pendek, kemudian melilitkan kawat tembaga di sekitar batang kayu dengan tangan. Untuk teknis membuat lilitan kawat tembaganya yang benar dan akurat silahkan simak video di bawah ini dijelaskan bagaimana memasang batang kayu di ujung bor listrik untuk melilitkan kawat.


Batang kayu yang digunakan berdiameter 5/8". Setelah melepaskan kawat dari batang kayu, ia mengendur sedikit ke ukuran yang sedikit lebih besar. Hal ini memungkinkan magnet berdiameter 5/8" (dan baterai yang sedikit lebih kecil) meluncur melaluinya dengan baik.
 
Pemilihan magnet untuk demonstrasi kereta magnet (Elektric Train). Kuncinya adalah memilih magnet yang diameternya sedikit lebih besar dari baterai. Ini memastikan magnet akan melakukan kontak dengan kawat tembaga. Demonstrasi diatas menggunakan magnet cakram DA6 berdiameter 5/8" x 3/8" dengan baterai AA.

Perhatian: hati-hati bila ingin membuat eksperimen pada contoh video diatas, perlu diperhatikan bahwa jika baterai dibiarkan bekerja terus menerus selama lebih dari beberapa detik maka akan timbul panas. Jadi tangani dengan hati-hati. 

Tugas Kelompok
Buat kelompok masing-masing anggota terdiri atas 6-7 orang atau 1 kelas terbagi atas 6 kelompok. Silahkan lihat video contoh konversi energi dibawah ini. Lalu analisis dan diskusikan dengan kelompok masing-masing.

0

Wirausaha Rekayasa Bidang Konversi Energi
Prakarya Kewirausahaan
SMAN 1 Bojonegoro

Kompetensi Dasar :
3.6  Memahami proses perencanaan usaha bidang konversi energi, meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
3.7  Menganalisis sistem produksi peralatan konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
3.8   Memahami cara menghitung titik impas (break event point) usaha peralatan konversi energi
3.9   Menganalisis strategi promosi produk usaha bidang konversi energi
3.10 Menganalisis laporan kegiatan usaha bidang konversi energi
4.6  Menyusun perencanaan usaha bidang konversi energi, meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran. 
4.7  Memproduksi peralatan konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
4.8   Menghitung titik impas (break event point) usaha peralatan konversi energi
4.9   Melakukan promosi produk usaha bidang konversi energi
4.10 Menyusun laporan kegiatan usaha bidang konversi energi.

Peta Konsep
1. Perencanaan usaha dan sistem produksi peralatan konversi energi
2. Menghitung titik impas (break event point), strategi promosi, dan laporan kegiatan pembuatan produk konversi energi

Tujuan Pembelajaran
1. Menyusun perencanaan usaha bidang konversi energi,
2. Mengidentifikasi sistem produksi peralatan konversi energi,
3. Menghitung titik impas (break event point) usaha peralatan konversi energi,
4. Menyusun strategi promosi peralatan konversi energi serta
5. Membuat laporan kegiatan pembuatan produk konversi energi

Selayang pandang rekayasa bidang konversi energi :

Energi merupakan kemampuan untuk melakukan kerja. Konversi energi merupakan suatu proses perubahan bentuk energi dari yang satu menjadi bentuk energi lain. Mengingat hukum kekekalan energi yang menyatakan, bahwa "energi tidak dapat diciptakan (dibuat) ataupun dimusnahkan, akan tetapi dapat berubah bentuk yang satu ke bentuk lainnya (dikonversikan)". Dengan demikian untuk memperoleh suatu bentuk energi, perlu adanya energi lain yang dikonversikan menjadi energi yang dibutuhkan.

Apa tujuan wirausaha rekayasa dalam bidang konversi energi?
Produk rekayasa konversi energi diproduksi guna mengantisipasi keberlangsungan energi yang tidak terbarukan (langka). Dari segi harga produk rekayasa konversi energi jauh lebih murah dan menguntungkan produsen & konsumen.

Sebelum mengenali contoh perubahan atau konversi energi dalam kehidupan sehari-hari, jenis-jenis energi adalah hal penting yang perlu diketahui.

Dikutip dari buku Energi dan Perubahannya yang ditulis oleh Drs. Kandi, M.A., dan Drs. Yamin Winduono, M.Pd., berikut macam-macam energi.

1. Energi Kinetik
Energi kinetik merupakan energi gerak. Sebagian besar benda di dunia ini memiliki energi kinetik. Beberapa energi kinetik hadir karena adanya konversi atau perubahan energi dari suatu energi menjadi energi kinetik.

2. Energi Potensial
Energi potensial merupakan jenis energi yang ada pada suatu benda karena letak benda itu dalam medan gaya. Energi potensial memiliki beberapa bentuk, yakni di antaranya: energi potensial gravitasi, energi potensial pegas, energi potensial listrik, dan lain-lain.

3. Energi Mekanik
Dalam ilmu fisika, energi mekanik merupakan total energi dari dua jenis energi, yakni energi kinetik dan energi potensial. Energi mekanik banyak ditemukan pada benda yang jatuh bebas karena benda yang jatuh memiliki energi kinetik dan energi potensial.

4. Energi Termal 
Energi termal adalah energi yang menghasilkan panas sehingga seringkali disebut sebagai energi panas.

5. Energi Listrik
Energi listrik adalah energi yang dihasilkan oleh listrik. Listrik merupakan daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia.

6. Energi Nuklir
Energi nuklir merupakan energi yang berasal dari adanya proses perubahan massa nuklir. Nuklir sendiri adalah suatu hal yang berhubungan dengan atau menggunakan inti atom.

7. Energi Kimia
Energi kimia adalah energi yang dibebaskan atau diserap pada reaksi kimia selama penguraian atau pembentukan senyawa.

8. Energi Bunyi
Energi bunyi merupakan salah satu jenis energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar sebuah sumber bunyi.

9. Energi Cahaya
Energi cahaya adalah energi yang dihasilkan oleh radiasi gelombang elektromagnetik yang berupa sinar.

Peristiwa konversi energi dapat ditemui dalam kegiatan sehari-hari. Berikut contoh-contoh konversi atau perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.

1. Energi Listrik
Energi listrik menjadi energi panas: setrika, kompor listrik, pemanas dan penanak nasi, dan lain-lain. Energi listrik menjadi energi bunyi: televisi, radio, pemutar CD, dan lain-lain. Energi listrik menjadi energi gerak: mobil listrik, kipas angin, mesin cuci, dan lain-lain. Energi listrik menjadi energi cahaya: lampu dan bohlam yang digunakan pada malam hari dan lain-lain.

2. Energi Panas
Energi panas menjadi energi listrik: teknologi termoelektrik, pembangkit listrik tenaga surya dan lain sebagainya. Energi panas menjadi energi cahaya: obor api, kembang api, dan lain-lain.

3. Energi Kimia
Energi kimia menjadi energi gerak: bensin pada kendaraan, proses pencernaan makanan dan minuman dan perubahan energi dalam tubuh, dan sebagainya. Energi kimia menjadi energi cahaya: baterai pada lampu senter, dan lain-lain. Energi kimia menjadi energi panas: bahan bakar, seperti minyak tanah yang digunakan saat memasak.

4. Energi Gerak
Energi gerak menjadi energi panas: tangan yang digosok-gosokkan akan terasa hangat dan sebagainya. Energi gerak menjadi energi bunyi: bertepuk tangan, menghentakkan kaki, dan lain-lain. Energi gerak menjadi energi listrik: kicir angin yang menjadi pembangkit listrik tenaga angin, pemakaian dinamo, dan lain-lain.

5. Energi Cahaya
Energi cahaya menjadi energi panas: menjemur pakaian, mengerikan ikan asin, membuat garam, dan sebagainya. Energi cahaya menjadi energi listrik: pemanfaatan panel surya pada pembangkit listrik tenaga surya dan lain-lain. Energi cahaya menjadi energi kimia: proses fotosintesis pada tumbuhan, proses pencucian foto, dan lain-lain. 

Sistem Produksi Peralatan Konversi Energi

1. Aneka Produk Bidang Konversi Energi
Sumber-sumber energi baru terbarukan terus dikembangkan di beberapa negara bahkan di Indonesia. Kolaborasi bersama dalam pengembangan konversi energi sudah mulai dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa contoh sistem produksi bidang konversi energi, diantaranya :

a. Konversi Energi Angin
Indonesia memiliki potensi tenaga angin yang merupakan salah satu sumber energi terbarukan terutama di kawasan pesisir. Angin merupakan pergerakan udara yang diakibatkan oleh perbedaan tekanan udara yang merupakan hasil dari pengaruh ketidakseimbangan pemanasan sinar matahari terhadap tempat tempat yang berbeda di permukaan bumi.

Prinsip Konversi Energi Angin

Energi angin digunakan untuk membangkitkan energi listrik dengan bantuan kincir angin untuk menggerakkan generator. Baling – baling yang digunakan untuk mengubah angin menjadi putaran rotor. Ekor yang dipasang pada kincir angin digunakan untuk membantu kincir mengarah pada arah angin dari berbagai arah. Kincir angin ditopang oleh menara yang dapat kita lihat berbagai jenis menara antara lain jenis turbular, menara kaki tiga, dan menara kaki empat. Jika kita amati pembangkitan listrik energi angin, beragam jenis baling-baling yang digunakan di masyarakat. Model baling-baling yang sudah banyak diterapkan menggunakan tiga sudut. 

Turbin angin merupakan komponen yang dapat menghasilkan listrik. Tenaga angin merupakan sumber energi yang berasal dari tenaga kinetik angin untuk menghasilkan tenaga mekanik.Tenaga mekanik ini dimanfaatkan untuk memompa air atau dikonversikan lebih lanjut menjadi listrik dengan bantuan generator.

Produk bidang konversi energi berikutnya silahkan klik tautan dibawah ini :

0