Masa Putih Abu-Abu

Masa Putih Abu-Abu  Oleh : Wila Hanindha S

Masa putih abu-abu adalah masa yang katanya masa-masa paling indah. Masa dimana kita menemukan jati diri, merasakan bahagia dan sakitnya dicintai seseorang, masa nakal-nakalnya, dan kompak-kompaknya. Ya itulah dulu yang aku dengar sewaktu duduk di sekolah menengah pertama.
Namaku Kiya, sekarang aku duduk dikelas tiga smp. Dimana semua orang sedang bingung-bingungnya menentukan sekolah menengah atas mana yang harus dituju. Dimana kita semua nggak sabar untuk memulai masa remaja yang katanya indah itu. Dan juga waktu dimana kita harus siap-siap berpisah dengan teman terdekat kita karena memiliki tujuan sekolah yang berbeda. Ya, aku juga merasakan itu semua. Namun aku hanya berpikiran satu hal, bahwa aku ingin sekolah menengah atas yang tidak berat seperti sekolah menengah pertamaku. Pulang sore, pelajaran yang super duper beratnya, tuntutan nilai yang super tingginya, aku tak ingin mendapatkannya lagi. Aku ingin sekolah menengah atas dimana aku benar-benar bisa merasakan apa itu masa remaja. Namun ketika aku melewati sekolah favorite yang ada dikotaku, dan melihat kedua orang tua ku, entah kenapa aku berfikir ulang. “Bagus ya SMAnya, kalo aku sekolah disini pasti kedua orangtuaku senang, dan blablabla” itulah fikirku. Entah kenapa aku juga berfikir kalau aku hanya bersenang-senang di SMA, gimana masa depanku, gimana nanti aku kuliah. Akhirnya aku mengikuti test masuk di SMA favorite yang ada dikotaku. Mulai dari test tulis, test computer, dan test wawancara. Mengikuti test cukup membuat aku pesimis. SMA favorite otomatis banyak sekali anak yang ingin masuk disini. Bukan hanya anak-anak SMP dari dalam kota yang mengikuti testnya, bahkan hampir semua anak-anak SMP dari luar kota juga ikut. Namun tak disangka aku salah satu anak yang lulus test.
Dan akhirnya disinilah sekarang aku, di SMA favorite itu. Aku mulai menyiapkan untuk Masa Orientasi Siswa atau lebih gampangnya disingkat MOS atau mungkin kasarannya lagi bisa dibilang masa senior balas dendam kejuniornya. Ya gitulah, senior nyuruh ini itu, mbentak-mbentak, nyari kesalahn juniornya. Aku juga mulai berfikir yang enggak-enggak. “Duh MOS, duh seniornya pasti galak-galak, duh pasti disuruh aneh-aneh, duh takut, duh gimana ya” ya pasti bukan aku aja kan yang berfikiran kayak gitu? . Dan ternyata setelah hari H MOS pikiran itu pun jadi kenyataan. Kakak seniornya wajahnya serem-serem. Bukan itu aja sih, rambut juga harus dikuncir tengah pakek pita pink, disuruh nulis surat pakek bolpoin warna-warni satu huruf satu warna. Gila kan? Bayangin aja satu huruf satu warna? Yakalikk tangan dua-duanya bisa nulis barengan. Bukan itu aja penderitaan junior, masih banyak kegalak-galak an senior yang lebih ekstrim. Tapi aku dan junior lainnya pasti tau kalau itu semua hanya sandiwara. Tapi sesandiwara apapun kalo senior marah-marah pasti juniornya takutlah. Hari terakhir MOS pun akhirnya datang, dihari terakhir ini kita para junior juga dibikin jantungan sama kakak-kakak senior, karena mungkin mereka mikirnya ini hari terakhir dan ini harus lebih wow lagi. Dan bener banget hampir semua juniornya dibikin nangis sampek ketakutan. Tapi diakhir acara, kakak senior akhirnya nyelesaiin sandiwaranya. Mereka minta maaf ke juniornya, dan bilang kalau dari kemarin ini hanya sandiwara.
Hari-hari berat MOS pun berakhir. Awal sekolah menengah atas ku pun dimulai. Kebetulan aku masuk dikelas X-1. Hari pertama aku sekolah, aku mulai mencari kelasku, dan melihat siapa saja yang ada dikelas yang sama. Aku cukup senang, karena hampir sebagian anak dikelasku adalah teman-temanku dari SMP. Ya maupun bukan sekelas sih. Dan sebagian lagi wajah-wajah asing. Oh iya, ada juga temen waktu SD. Dihari pertama juga guru-guru hanya masuk dan menyuruh kami semua memperkenalkan diri masing-masing. Begitu seterusnya sampai kira-kira seminggu lebih. Aku juga sudah berkenalan dengan anak-anak lainnya. Aku juga sudah mempunyai teman yang super duper usilnya. Namanya Nata, anaknya usil tapi asik sih. Kita berdua bagaikan tikus dan kucing. Nata anak super duper rese dan ngeselin. Salah satu keusilan nata yaitu narik-narik rambut orang. Akupun kena keusilan itu.
“Hihhh apaan sih nat” kataku ketika nata mulai narik-narik rambutku.
“Hehe gapapa kok” jawabnya
“Usil banget sih” kataku
“Biarin week” jawab nata dengan wajah usilnya
            Hari demi hari pun usai. Semakin hari aku juga semakin dekat dengan beberapa temanku. Ada Putri, Imah,Yovi, Candra,Dea,Fikri,Avin,Sofi,dan lain lain. Aku juga sudah mengenal beberapa guru yang akan mengajar dikelasku. Disetiap pertemuan pasti hanya perkenalan dan perkenalan. Yaa maklumlah baru minggu-minggu pertama. Aku dan Nata pun masih sering bertengkar, mengolok satu sama lain. Aku juga punya sebutan sendiri untuk Nata. Dia sering aku panggil “songong”. Karena apa? Kalian tau kenapa? Yak karena selain sifatnya yang usil dia punya wajah yang songong serem-serem gitu. Disaat aku memanggil Nata.
“Heh ngong songong” panggilku
“Ndeh? Opo sek pesek” jawab Nata dengan cara mengolokku balik.
“Pesek?” jawabku kesal
“Iyo to, we lak pesek to?” jawabnya lagi dengan tertawa
“Iyo sih ya” jawabku dengan tertawa sinis
            Begitulah keseharianku dengan Nata. Kita berdua sering bertengkar, namun tidak pernah sedikitpun ada rasa benci atau marah diantara kita. Kita sama-sama tahu bahwa itu hanya sebuah bercandaan. Dari pertengkaran kami pun kita jadi semakin dekat. Kita juga sudah saling sms-an.Dan Nata juga sering curhat ke aku tentang cewek yang dia sayang. Tentang anak-anak dikelas yang disungkaninya. Seorang Nata bisa sungkan? Yaiyalan bisa. Secara waktu SMP di itu sekolah di sekolah khusus cowok. Kesehariannya juga hanya ketemu cowok,cowok dan cowok. Otomatis disaat dia SMA pasti pertama-tama ada rasa canggung jika bertemu dengan cewek.
“ Heh aku lho sungkan mbek ita” katanya
“Ndeh we iso sungkan bereng? Kenopo no?” tanyaku
“Lha cah e meneng cah koyok e” jawabnya
“Oh iyo sih koyok e” jawabku lagi
“Tapi aku wes gak sungkan mbek we. Yeee” balasnya lagi
“Ndeh emange maune sungkan ye?” kataku
“Iyooo hehe. Aku wes gak sungkan mbek we,tiwi,nada,putri” jawabnya
“Ndeh piye-piye” balasku
Begitulah percakapanku dengan Nata lewat sms.
            Ita adalah teman sekelasku yang memang cukup pendiam. Mungkin dia belum menyesuaikan diri dengan teman-teman barunya termasuk juga aku. Tapi aku juga tidak begitu peduli karena memang aku juga tidak mengenalnya. “Ah paling nanti juga bakalan deket sendiri seiring berjalannya waktu” pikirku.  Selain curhat tentang kesungkanannya dengan Ita, Nata sering sekali curhat tentang cewek yang disayanginya. Sebut saja si cewek ini bernama Icha. Sebenarnya bukan Nata sih yang curhat dengan sendirinya. Akupun sering memancingnya untuk bercerita tentang Icha.
“Pacarmu sopo sih ta?” Tanyaku
“Sopo yaa?” balasnya usil
“Sopo? Icha icha wi piye? Sopo wi? Pacarmu to? Haha” tawaku meledak
“Ndeh kok ngerti Icha we?” balasnya penasaran
“Yo ngerti to. Opo to seng gak tak tau ni” balasku lagi
“Iyo icha iku pacarku,susah pooll ndapetno arek iku. Aku ae nembak berkali-kali lagek ditrimo. Dan sak iki aku gualau”
“Galau kenopo no?” tanyaku
“Masalahe ki Icha sekolah ndek luar kota. Kan rumahe yo kono. Cuman SMP ne dee merantau” cerita Nata
“Oalah, lha trus masalahe opo? We gak iso LDRan ye?” tanyaku
“Masalahe dee sing gak iso LDRan. Aku bingung enak e piye” ceritanya lagi
“Yo mboh sih terserahmu. Keputusan enek ndek we mbek Icha” kataku
            Ya itulah aku dengan Nata. Ngomong blak-blak an. Ngomong memakai bahasa jawa yang nggak karuan bahasanya. Tapi dari percakapan ke percakapan itulah kita berdua semakin dekat. Semakin sering curhat-curhatan satu sama lain, smsan nggak jelas, bicara berdua. Dan ternyata aku dan Nata juga sekelompok biologi. Dari situlah aku dan Nata lebih lebih dan lebih semakin dekat. Namun bukan hanya dengan Nata aku semakin dekat. Ternyata aku juga semakin dekat dengan Ita. Ita nggak seperti apa yang aku dan Nata pikirkan. Ita nggak berbeda jauh denganku. Dia cerewet dan asik juga. Tapi mungkin Nata belum merasakan apa yang aku rasakan. Dia masih belum dekat dengan Ita. Sangat berkebalikan pokoknya denganku. Aku kemana-mana aja udah sama Ita. Kekantin sama dia. Apa-apa pokoknya Ita Ita dan Ita.
***
           
Aku? Nata? Aku dan Nata? Karena aku dan Nata sering bully satu sama lain dikelas. Mungkin hampir jika Nata ngomong apa pasti aku njawab, begitu juga sebaliknya. Dan hampir setiap hari kami berdua begitu.Kelakuan kita pun mendapat tanggapan dari teman-teman sekelas. Pernah suatu ketika disaat aku dan Nata sedang berdebat ada yang bilang “Ati-ati lho atak e we mbek kiya ngko pacaran”, dan tanpa disangka-sangka aku dan Nata sama-sama bilang “Gaklah, ngapain” dan kami berduapun akhirnya berhenti berdebat. Bukan hanya itu saja tanggapan dari teman-teman. Ada juga yang bilang lewat media social “Udah nunggu apa lagi, pacaran aja sana” dan lucunya lagi si Nata mbales “Nunggu we iso melek da”. Namanya pida, memang anaknya susah banget mbuka matanya. Makanya si Nata bilang gitu. Aku sendiri pun belum ada pikiran bahwa Nata suka sama aku, apalagi mikir kalo kita berdua bakalan pacaran. Sama sekali nggak ada kepikiran kesitu. Karena memang sifat Nata yang deket sama siapa aja nggak membuat aku berpikiran kearah situ. Pertemananku dan Nata pun berjalan seperti biasa sampai pada suatu hari dimana Nata tiba-tiba menjauh dariku. Dia jaga jarak, dia jauh, menjauh tepatnya. Aku masih belum paham kenapa Nata bersikap seperti itu. Awalnya aku juga nggak terlalu peduli dengan sikap Nata yang seperti itu. Tapi lama kelamaan aku merasa bahwa aku kehilangan sosok Nata. Nata yang selalu sms, selalu jadi tempat curhatku, selalu nemenin kalo aku susah tidur. Dia berubah. Entah karena apa. “Daripada gini terus, mending nanya Nata deh” pikirku.
“Heh kenapa to Nat? Aku lho salah apa? Kok we berubah? Tanyaku
“Gapopo i, biasa ae” jawabnya enteng
“Gak, we lho gak biasa. Aku salah opo to? We kenopo?” tanyaku lagi
“Aku ilfil mbek we” katanya
“Ndeh lha kok iso lho? Aku kenpo no?” tanyaku heran
“Mboh mboh” jawabnya kesal
            Aku semakin nggak paham ada apa dengan Nata. “Ilfil? Aku kenapa?” Batinku. Hari demi hari aku masih nggak paham kenapa dia ilfil sama aku. Semuanya baru terjawab saat aku Tanya lagi sama Nata.
“Kenopo kok ilfil mbek aku? Aku kenopo emange?” tanyaku
“Mosok gak ngerti?” jawab Nata
“Gaklah. Kenopo no?” balasku kesal
“We lho gak peka pooll. Jajal tebak kenopo” jawab Nata kesal
“Kenopo? We seneng mbek aku ye? Trus aku gak sadar ngono? Iyo?” jawabku
“Yo” jawabnya cuek
“Lha trus piye? Aku kudu piye?” balasku lagi
Tidak ada balasan setelah itu. Tapi aku tetap menunggu balasan Nata. Aku juga mengiriminya beberapa pesan yang sama. Dan pada akhirnya dia membalas smsku malam itu.
“Sorry bar futsal. Sak iki ngene, we gelem gak dadi pacarku?”
“Haa? Dadi pacarmu?
“Yo, piye?”
“Tak jawab sesok piye?”
“Moh kok, kudu sak iki. Nek gak mbok jawab sak iki berarti aku mbok tolak”
            Dari situlah hubunganku dengan Nata naik satu tingkat. Kita berdua pacaran. Namun Nata ingin merahasiakannya dari teman-teman sekelas. Karena dia sungkan katanya. Akupun mengikuti saran Nata. Aku sama sekali tak ambil pusing soal ini. Hubunganku dengan Nata sudah berjalan beberapa hari. Namun teman-teman kami pun sudah mulai curiga. Banyak yang bertanya satu sama lain tentang hubunganku dengan Nata. Banyak juga yang langsung bertanya kepadaku ataupun Nata. Aku dan Nata hanya tersenyum dan pasti bilang “nggak I”. Teman-teman cewek lebih agresif tentang masalah ini, mereka sangat kepo tentang apa hubunganku dengan Nata. Mungkin para cowok pun kepo tapi mereka bisa menyembunyikan kekepoan mereka. Hampir setiap harinya aku di introgasi sama Ita, putri dan yang lainnya. Tapi mereka tidak akan melanjutkan pengintrogasian mereka ketika Nata datang. Meraka semua takut-takut sebel sih soalnya sama Nata. Dan jika Nata tau aku diintrogasi pasti Nata langsung mendekat.
            Hari demi hari berlalu. Nata akhirnya pun memutuskan untuk memberitahukan hubungan kami kepada teman sekelas. Entah apa yang memuat Nata berubah pikiran. Dia juga selalu menggodaku kalau dia akan menembakku ulang didepan anak-anak.
“Tak tembak ulang ndek depan kelas no piye?” Tanyanya menggoda
“Hah? Jangan to, nggak usah” jawabku
“Halaah wes to gapapa ya?” tanyanya
“Mboh ah serah wes” balasku malas
            Hari ini kelasku ada pelajaran bahasa inggris dan kebetulan dipelajaran itu kami bermain-main. Nata kalah dipermainan itu dan dia mendapat hukuman bernyanyi. Dia menyanyi lagu Warmness On The Soul di depan kita semua. Dan pada saat lirik “I give my heart to you” ternyata tak disangka-sangka dia menghadap ke aku. Sontak semua anak menjerit histeris akibat ulahnya itu. Akupun juga kaget dengan ulah Nata yang seperti itu, dan malunya lagi katanya mukaku sampai pucat. Setelah ulah Nata itu teman-teman sekelas semakin yakin bahwa aku dan Nata memang ada hubungan. Kami pun mengakui semua itu setelah kejadian ini.
            Hubunganku dengan Nata semakin hari semakin dekat dan sosweet. Kita sering curhat satu sama lain mulai tentang anak sekelas, kegiatan kita diluar sekolah, dan lain lain. Kita berdua memang nggak pernah keluar malam, karena selain setiap hari sudah bertemu dikelas, dan pada waktu malam minggu pun aku ada jadwal les. Tetapi sebelum kita mulai pacaran aku juga sudah bilang padanya bahwa aku nggak bisa kalo keluar malam minggu dan dia pun nggak mempermasalahkan soal itu. Jadi aku pun tenang dengan ini.
            Dikelas kami selalu berdua ya maupun nggak sering-sering banget sih. Kami berdua sering mengobrol dan duduk bersama. Kami juga sering ada dikelompok yang sama. Aku dan Nata juga lumayan sering pulang sekolah berdua. Oh iya pada waktu itu kebetulan disekolah kami ada acara lomba kelas. Menghias kelas sedemikian unik. Jadi untuk kami ini adalah suatu yang mengasyikkan dan pertama kali juga bagi kami semua. Jadi kami sekelas ingin mendapatkan juara. Otomatis kita semua harus menghias kelas sesering mungkin karena kita hanya punya waktu pada hari-hari tertentu karena kita juga pulang sore terus. Gara-gara kegiatan ini aku dan Nata juga sering ketemu bahkan malam pun ketemu karena biasanya kita menghias kelas sampai malam hari. Sekolah kami buka 24 jam lhoo.
            Didalam sebuah hubungan yang namanya konflik pastilah sering terjadi. Begitu juga dengan hubunganku dengan Nata. Sangat susah mengerti Nata. Nata adalah sesosok cowok cuek namun perhatian. Sifatnya kadang dingin, kadang juga hangat. Cara bicara Nata juga kasar. Tetapi kadang juga lembut. Pada saat itu, disaat kelasku menghias kelas dimalam hari. Aku sedang dalam keadaan mood yang buruk. Mungkin begitu juga dengan Nata. Tetapi kami tidak mengerti satu sama lain. Maklumlah kami berdua sama-sama egois dan memiliki gengsi yang cukup tinggi. Pada saat itu Nata mengajakku mengobrol, namun aku menanggapinya dengan acuh tapi Nata masih menolerir hal itu. Nah pada saat dimana Nata menawarkan untuk mengantarkanku pulang dan aku menolaknya disitulah amarah Nata muncul. Dia berbicara kasar dan meninggalkanku sendirian. Dia pergi tanpa menoleh sedikitpun. Aku hanya bisa melihat punggungnya yang semakin lama semakin menghilang. Setelah aku sampai dirumah dan berfikiran mungkin Nata juga sudah sampai dirumah aku mengirimi Nata sms
Maksudmu  tadi apa kok bicara kasar? Nggak ada yang lebih kasar dari itu?
            Namun tak ada balasan apapun dari Nata malam itu. Aku semakin gusar dengannya. Paginya aku berangkat kesekolah dengan perasaan campur aduk. Moodku sudah buruk di pagi hari. “Aku datang kepagian” batinku. Aku sendirian dikelas, sambal menuggu yang lainnya datang aku akhirnya membersihkan meja dulu. Terbesit dipikiranku “Semoga setelah ini bukan Nata yang datang”. Tapi ternyata harapanku malah berbanding terbalik. Aku melihat motor Nata diparkir didepan kelas. Jantugnku berdegup kencang takut-takut kalau Nata berbicara kasar lagi. Tapi ada persaan marah karena dia tidak membalas smsku kemarin malam. Nata masuk kelas dengan wajah yang kurang enak diliat. Awalnya aku berpikiran mungkin hari ini Nata akan cuek seharian penuh kepadaku. Tapi aku salah, setelah di menaruh helmnya ditempat helm dia menghampiriku dan menarikku keluar kelas. Dia berjalan menuju musholla sembari aku berjalan dibelakangnya. Setibanya dimusholla ternyata Nata membahas masalah kemarin malam.
“Kasar ya aku kemarin?” tanyanya.
“Pooll lah” jawabku singkat.
“Maaf yaa.” Katanya
            Aku tidak menjawab pertanyaan Nata. Bibirku manyun kedepan memperlihatkan bahwa aku masih kesal padanya. Kemudian dia mengelus-elus kepalaku dan bertanya “Di maafin nggak ini?”. Aku mengangguk-anggukan kepala dengan manja. Kemudian Natapun tersenyum menyambut anggukanku itu. Dia juga minta maaf kalau kemarin tidak membalas smsku karena pulsanya habis sambil menunjukkan hapenya kepadaku.
***

            Tepat hari ini adalah hari ulang tahunku. Ulang tahun pertama dimana aku memiliki pacar Nata. Sebagian besar cewek yang mempunyai pacar, pasti mengharapkan sesuatu yang istimewa dari pacarnya. Itu juga yang aku harapkan dari Nata. Namun mungkin harapanku akan menjadi harapan yang sia-sia disaat aku tahu bahwa pengucap pertama bukan pacarku sendiri melainkan orang lain. Aku berharap Natalah yang menjadi pengucap pertama. Nata juga bukan orang kedua, ketiga, atau keempat yang memberiku selamat saat tengah malam via sms. Menunggu sms Nata yang tak kunjung datang akupun tertidur. Paginya saat aku membuka HP juga tidak ada nama Nata tertera dilayar HPku. Sedih,marah,kecewa bercampur jadi satu. Rasanya malas sekali hari ini berangkat sekolah, batinku. Saat bertemu Nata disekolah pun Nata tidak memberiku selamat. Dia hanya memberi sapaan dan senyuman seperti biasanya. Aku membalas sapaan dan senyuman Nata dengan enggan. Aku langsung menuju kursiku. Nata tidak mengikutiku. Dia menuju kebelakang entah mau ngapain, aku tidak peduli dengannya. Tetapi setelah beberapa menit Nata duduk disebelahku dengan membawa gitar, kemudian dia menyanyikan lagu happy birthday untukku. Sontak aku kaget dengan sikap Nata. Perasaan kesalku berubah menjadi haru ketika Nata memainkan gitarnya sambil menyanyikan lagu itu. Setelah selesai menyanyikannya dia mengucapkan selamat ulang tahun dengan lembut dihadapanku.”Maaf ya nggak jadi yang pertama ngucapinnya” katanya kemudian. Aku menggeleng sambil menatapnya bahagia.
            Tidak hanya Nata yang membuatku bahagia di hari ulang tahunku. Teman-teman sekelasku juga membuat hari ulang tahunku lebih spesial. Mereka mengerjaiku habis-habis an. Bajuku, wajahku, hitam semua akibat ulah mereka. Tak berhenti disitu saja kejutan yang aku dapatkan. Ternyata Nata juga menyiapkan hadiah spesial untukku. Bahagianya punya pacar kayak Nata, batinku senang.
***

            Di SMAku setiap tahunnya selalu mengadakan acara sepak bola besar-besaran antar kelas. Julukan gaulnya Liga Sepak Bola. Berhubung ini pertama kalinya bagi kami anak kelas X kami sangat antusias menyiapkan semuanya. Mulai dari anak cowoknya latihan setiap minggunya, yang cewek mbuat atribut untuk mendukung, dan membuat kaos kelas.
            Seperti biasanya Nata selalu jadi tukang koordinasi. Soalnya Nata paling ditakuti oleh anak-anak sekelas. Mungkin karena sikapnya yang kasar itu. Tapi Nata orang yang bertanggungjawab jika sudah memegang tugasnya. Nata dan anak cowok lainnya mencari model dan membuat model untuk jersey kelas. Kita para anak cewek hanya menunggu dan memberikan voting. Nata juga yang mencatat dan mendata untuk ukuran, nama yang akan dibuat dibelakang jersey per anak nantinya. Dia mendata satu persatu anak, dan diwaktu dia mendataku dia sedikit berbuat keusilan yang mebuat anak-anak sekelas berteriak ciee dan tertawa. Disaat aku bilang “Namaku Y nya satu aja lho”, dia menjawab “Iyo sayang, ngerti” dengan keras didepan kelas. Aku tersenyum malu saat dia mengatakan hal-hal seperti itu didepan anak-anak. Mungkin karena memang aku tidak terbiasa menggilnya dengan sebutan sayang jika didepan anak-anak. Karena itu suatu hal yang agak aneh menurutku. Dan Nata juga tidak sering berbicara begitu. Mungkin hanya kadang-kadang jika keusilannya lagi kumat.
            Liga Sepak Bola sekolah ku ini diadakan setiap hari kamis jum’at sabtu sesudah pulang sekolah karena memang hari-hari itu sekolahku tidak pulang sore. Dan juga kebetulan Liga sekolahku dekat dengan liburan setelas UAS. Jadi hari-hari berikutnya diadakan pada saat liburan.
            Oh iya di Liga Sepak Bola bukan hanya ada perebutan juara pertim kelas, tapi ada juga kipper terbaik, penyerang terbaik da nada juga lomba yel-yelnya. Alhamdullilah kelasku masuk semi final. Tapi kelasku bertemu dengan lawan yang tangguh saat di final. Kelasku hanya dapat memperjuangkan juara ke-3. Tapi itu sudah sangat cukup bagi anak-anak kelasku. Kita semua sudah sangat bangga dengan anak-anak yang bermain dengan kerennya dilapangan.
            Setelah Liga masih ada beberapa hari liburan yang tersisa. Saat liburan adalah saat yang menyenangkan juga menyedihkan. Menyedihkannya kita tidak bisa bertemu dengan teman-teman, termasuk kapasitas bertemuku dengan Nata jadi berkurang. Tapi tidak berkurang spenuhnya karena saat liburan Nata masih sering main kerumahku. Kita dan anak-anak sekelas juga sering keluar.

***
            Semua orang pasti mempunya masa lalu. Entah itu masalalu yang kelam ataupun yang bahagia. Yang namanya masalalu pasti ada. Begitu juga aku dan Nata. Kami sama-sama mempunyai masalalu. Didalam masalalu itu pasti ada seseorang yang pernah menempati hati kita sebagai orang spesial. Masalalu ku dengan cowok sebelum Nata sudah tidak pernah menjadi hal yang harus aku pikirkan. Tapi berbeda dengan Nata, didalam masalalunya ada sesosok gadis yang cukup sempurna dimatanya. Bahkan akupun nggak pantes dibandingin dengan gadis itu. Ya, sesosok gadis itu adalah mantan Nata yang pernah diceritakan kepadaku sebelum kami berpacaran. Mantannya dimata cukup sempurna. Pinter,cantik, dan multitalent. Aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mantan Nata. Disitulah kadang aku merasa minder. Dan akhir-akhir ini aku juga sedikit sensi tentang masalah mantan Nata karena Nata sering membanding-bandingkan aku dengan mantannya tanpa dia sadari. Nata tidak pernah sadar jika dia sering membandingkan aku dengan mantannya. Ya mungkin cowok itu memang nggak peka, beda banget sama cewek kalik ya. Saking kesal dan mindernya aku dengan mantan Nata, disaat aku dan dia bertengkar pasti aku selalu meledeki Nata soal mantannya. Nata pun malah membalas ledekan itu dengan cara memanas-manasi aku. Begitu terus jika membahas mantan Nata. Sampai-sampai aku sudah terbiasa dengan semua ini.
            Mungkin sikapku yang sensitif dengan mantan Nata dikarenakan persaan takut Nata masih menyimpan rasa terhadap mantannya. Karena dulu pada saat Nata menceritakan tentang mantannya dia terlihat seperti benar-benar menyayangi sang mantan. Seperti tidak ada yang bisa sebanding dengan mantannya itu. Menurutku memang Nata masih mempunyai persaan kepada mantannya. Tapi aku nggak tahu seberapa besar perasaannya. Lebih besar perasaanya kedapaku atau kemantannya pun aku nggak tahu dan juga nggak akan mau tahu. Memikirkan masalah ini saja sudah cukup membuat hatiku sakit. “Nata punyaku sekarang. Masalalu ya masalalu. Toh kamu kan juga punya masalalu kiy” kataku pada diri sendiri untuk membuang prasangka-prasangka buruk kepada Nata. Maupun pada kenyataannya aku masih mempunyai pikiran negative tentang Nata dan mantannya.
Nggak dipungkir lagi bahwa pikiran negative pasti selalu ada didalam pikiran kita. Entah seberapa keras kita ingin menangkisnya pasti akan selalu ada. Pintar-pintarlah mengontrol pikiran itu.
            Belum masalah mantan Nata selesai timbul lagi satu kecemburuanku. Kedekatan Nata dengan Ita cukup menguras perhatianku. Kedekatan mereka berdua tidak sama seperti kedekatan Nata dengan cewek lain. Dari penglihatanku mereka mempunyai ketertarikan satu sama lain yang belum mereka sadari. Atau mereka sadar tapi berusaha menampiknya? Karena Nata sudah punya aku dan Ita adalah sahabatku? Apa mungkin gitu? Entahlah. Awalnya kecemburuan ini aku simpan sendiri. Aku hanya sering mengolok-olok mereka berdua “Kamu lho sama Ita lho cocok” “Kamu lho sama ita blablabla” begitulah ledekku pada Nata. Terkadang dia merespon juga dengan ledekan, kadang juga dengan nada marah. Ini semua hanya perasaanku saja atau memang faktanya begini akupun masih belum paham dan belum terlalu mau ambil pusing.
            Masalah tentang Mantan Nata ataupun tentang Ita aku tanggapi dengan biasa lama kelamaan. Aku nggak mau hubunganku dengan Nata rusak karena kecemburuanku ini. Nata juga sudah menunjukkan sikap kemuakkannya dengan kecemburanku ini. Bagi Nata kecemburuanku ini hal kekanak-kanakkan.
***
            Saat akan masuk dibulan ke-4 ku dengan Nata banyak sekali masalah-massalah yang datang dihubunganku dengan Nata. Aku dengannya pun sering bertengkar. Dan dikelaspun kami jarang berbicara satu sama lain. Sehari sebelum anniversary kita berdua, aku dan Nata bertengkar. Seharian dia tidak mengirim sms. Dan malam itu HPku berdering. SMS dari Nata. Tap isi sms itu bukan sms permintaan maaf atau kata-kata menenangkan melainkan kata-kata yang menusuk hati.
                                    Gimana kalo kita putus aja?
            Sms Nata membuatku tersontak seketika. Aku tidak langsung membalasnya. Aku bingung harus membalas apa. Dan aku juga tidak mau hubunganku dengannya berakhir untuk sekarang ini. Setelah beberapa menit akhirnya aku membalasnya.
Kenapa? Yakin? Tapi aku nggak mau putus  balasku
Kayaknya kamu udah nggak percaya sama aku. Menurutmu yang terbaik gimana wes? Mintamu gimana? Balas Nata lagi
Enggak enggak. Maaf. Mintaku jangan putus. Lha mintamu gimana? Pengen putus beneran? balasku
Aku juga nggak mau putus sebenere balasnya
Yaudah kenapa tadi ngomong gitu. Jangan putus ya. Balasku
Lha kamu gitu kok. Iyaa sayang. Maaf ya. Balasnya lagi
            Hampir saja pada saat itu hubunganku dengan Nata berakhir. Mungkin memang gara-gara sifatku yang menjengkelkan dan masalah yang terus saja datang. Tapi untungnya pada saat itu kita berdua sama-sama belum ingin mengakhiri hubungan kita. Hubunganku dengannya pun berjalan 4 bulan. Bulan ke 4 hubungan kita pun hari demi hari kita lalui. Dan memang benar PDKT lebih indah daripada kalau sudah pacaran. Di bulan ke 4 ini hubunganku dengan Nata agak berjalan tidak mulus. Kami sama-sama bertindak egois dan tak mau mengalah. Nata pun semakin hari semakin dekat dengan Ita. Entah persaanku saja atau memang kenyataannya iya? Aku terus saja mempermasalahkan kedekatannya dengan Ita, sampai terkadang membuat Nata jengkel. Dan Ita pun tau kalau aku cemburu dengan kedekatannya dengan Nata. Menurut pendapatku Ita ada rasa dengan Nata. Buktinya ketika salah satu temanku menyuruh Ita untuk menjauhi Nata, Ita tidak melakukan hal itu. Justru dia malah menanggapi semua perlakuan Nata kepadanya. Lama kelamaan aku sudah sangat muak dengan sikap Nata. Nata berubah. Nata yang sekarang bukanlah Nata yang aku kenal dulu. Bukan lagi Nata yang sayang aku. Bukan lagi Nata yang penuh perhatian. Dia berubah, sangat berubah. Perubahannya membuat aku sedih juga bingung. Hubungan kami pun ada dipinggir jurang yang sewaktu-waktu bisa berakhir kapanpun. Dan benar, hubungan kami pun berkahir dikala hubungan kami berdua akan menginjak bulan ke-5. Sedih, marah, dan kecewa yang luar biasa aku peroleh. Menangis? Ya aku menangisi Nata semalaman. Aku pun juga tahu bahwa tangisanku percuma karena Nata tidak merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Nata jahat, pikirku. Dia jahat telah meninggalkan banyak kenangan manis yang mungkin akan susah dilupakan. Bukankankah cewek lebih pintar menyimpan memori daripada cowok? Itulah mengapa para cewek lebih susah move on daripada anak cowok.
***

            Tidak ada lagi Nata yang selalu tersenyum kepadaku saat pagi hari disekolah, dia yang mengantarku pulang, mendengarkan keluh kesahku, membuat aku tersenyum, membantuku memahami soal, dan tidak ada lagi sesosok Nata yang selalu membuat rambutku berantakan karena keusilannya. Hari-hari tanpanya begitu berbeda. Setiap dikelas pun rasanya seperti ada yang berubah. Sekarang seperti ada tembok besar yang membatasi kami. Tembok yang susah dihancurkan meski aku ingin sekali meruntuhkannya. Dan aku membuat kesalahan fatal yang membuat Nata semakin menjauhiku. Dari dulu Nata memang tidak pernah suka jika aku galau berlebihan. Dia ilfil jika aku begitu. Galau berlebihanku muncul ketika Nata menjauhiku dan lebih dekat dengan Ita. Seharusnya dia sadar kalau aku begini karenanya. Tapi tak bisa dipungkiri lagi kalau Nata adalah seorang cowok. Kebanyakan cowok tidak akan pernah bisa merasakan apa yang dirasakan oleh cewek. Mereka para kaum cowok lebih menggunakan logika, sedangkan kami para kaum cewek menggunakan perasaannya yang otomatis kami lebih sering galau ketimbang mereka para kaum cowok.Aku tahu itu sudah takdir dan ketentuan Tuhan. Tapi seharusnya mereka para kaum cowok terutama Nata bisa memaklumi sifat para kaum cewek termasuk aku. Nata tak bisa memaklumi sifatku ini. Dia tetap menyalahkan aku atas kegalauanku sendiri. Mulai dari saat itu aku dan Nata sudah tidak pernah berbicara lagi satu sama lain.
***
            Sahabat? Sahabat adalah seseorang yang selalu ada untuk kita dikala kita senang maupun susah. Seseroang yang selalu ada untuk kita disaat yang lainnya menjauh. Seseorang yang berbagi keluh kesahnya kepada kita. Seseorang yang tidak akan tega menyakiti kita. Seseorang yang selalu mendukung kita. Seseorang yang menasehati kita dikala kita keluar dari jalur yang semestinya. Seseorang yang selalu bisa kita percaya sepenuhnya. Begitulah pikirku tentang sahabat sebelum kejadian ini. Ya! Sebelum aku ditusuk dari belakang oleh sahabatku sendiri. Sebelum aku sangat sangat dikecewakan olehnya. Dia adalah Ita. Sahabatku yang selalu sehati sama aku, selalu duduk sebangku, dan kemana-mana kamipun sering berdua. Tapi apa? Sahabatku berpacaran dengan mantan pacarku yang masih aku sayang. Itapun tau jika aku masih menyayangi Nata. Dia tau semua apa-apa tentang Nata karena aku sering curhat tentang Nata kepadanya. Aku tidak pernah menutupi apa-apa darinya. Memang dulu aku sempat cemburu kepada Ita. Tapi aku tak menyangka dan mengira kejadiannya akan sesuai dengan yang aku pikirkan waktu itu. Entah mengapa aku sangat sangat kecewa kepada Ita. Aku membencinya melebihi aku membenci Nata. Entah kenapa begitu. Seharusnya aku lebih memebenci Nata ketimbang Ita. Tapi aku merasa bahwa Ita benar-benar telah menusukku dari belakang. Sebelumnya  pun Ita pernah bilang bahwa dia tidak akan berpacaran dengan Nata. Dia tidak mungkin setega itu denganku. Tapi kenyataannya semua omongannya malah berbalik. Memang benar kalau Ita dan Nata tidak pacaran. Ita juga bilang sendiri bahwa dia tidak pacaran dengan Nata. Tapi menurut penglihatanku dan dari gerak gerik mereka itu sudah cukup membuatku sakit. Hubunganku dan Ita berantakan. Secara tidak sengaja aku menjauhi Ita maupun aku masih duduk sebangku dengannya. Aku juga masih berbicara dengannya seperti biasa. Tapi itu sangat bertentangan dengan hatiku yang sudah kecewa dengan perlakuannya itu. Hari demi hari hubungan Nata dan Ita semakin dekat, berbeda dengan hubunganku dengan Nata begitu juga dengan Ita. Semuanya berubah sejak kejadian-kejadian itu. Semakin hari semakin aku benar-benar jauh dengan Ita. Dan Nata lebih membenciku karena aku selalu mengupdate status-status galau ataupun tentang sahabat yang berkhianat.
***
            Masa-masa kelas X akan berakhir sebentar lagi. Kami anak kelas X            pun sedang disibukkan dengan ulangan-ulangan. Kami juga belajar dengan giat agar memperleh nilai yang memuaskan. Ujian kali ini juga menentukan kami akan di jurusan apa, IPA atau IPS?. Sebagian anak ingin masuk di jurusan IPA. Yang katanya sih jurusan IPA lebih unggul, anak-anaknya lebih pinter, pokoknya IPAS lebih unggul deh. Dan jurusan IPS hanya dipandang sebelah mata. Tapi sebenarnya bukan jurusan IPA saja yang unggul, jurusan IPS pun juga tak kalah unggulnya. Mungkin hanya saja keunggulannya berbeda dari segi materinya. Pemikiran anak IPA lebih unggul dari anak IPS tidak terjadi di angkatanku. Buktinya banyak juga yang memilih jurusan IPS. Banyak juga prestasi-prestasi yang dicapai oleh anak IPS. Hanya saja memang aku ingin dikelas IPA karena cita-citaku memang ada dibidang IPA bukan IPS. Setelah melewati ulangan-ulangan dan UAS,penerimaan raport juga akan terlaksana. Kami semua termasuk aku menunggu kabar tentang jurusan harap-harap cemas. Setelah lama menunggu, akhirnya hasilnya pun keluar. Aku ada dikelas IPA. Nata, Ita, dan teman temanku yang lain juga ada dikelas IPA. Tapi entahlah aku masuk dikelas IPA berapa. Apakah sekelas dengan Nata? Atu sekelas dengan Ita? Atau bahkan sekelas dengan dua-duanya? Aku berharap tidak semua! Entah jadi apa kalau aku sekelas dengan mereka berdua lagi. Tapi enatah mengapa feelingku mengatakan bahwa Ita dan Nata akan sekelas lagi. Aku juga menyampaikkan feelingku ini dengan Ita. “Tak tebak lho kamu sekelas neh sama Nata” kataku kepada Ita dengan senyum dipaksakan. Penentuan sekelas akan diumumkan satu hari sebelum masuk. Ada perasaan sedih juga senang. Sedih jika membayangkan Nata dan Ita sekelas lagi, atau aku juga ikut bersama mereka sekelas lagi dan senang karena liburan pun telah didepan mata.
***
            Liburan telah tiba. Aku sudah merencanakan kalau aku akan berlibur kerumah saudaraku yang ada di Tegal,Jawa Tengah. Aku tidak mau pusing-pusing memikirkan Nata di liburanku ini. Aku lebih tertarik memikirakan hal-hal apa saja yang akan aku lakukan dirumah saudaraku itu. Aku berlibur sendirian tanpa ayah, ibu, atau adik-adikku. Aku naik kereta dari sini ke Semarang. Setelah di sesampainya aku di Semarang aku dijemput kakak sepupu ku yang akan aku kunjungi itu. Kakak sepupuku kebetulan kuliah di Semarang. Jadi sewaktu dia akan pulang kekampung halamannya aku juga ikut sekalian. Aku dan kakak sepupuku itu menuju ke Tegal naik bus patas. Sungguh aku paling tidak suka dengan bus. Rasanya ingin terbang saja jika harus naik bus. Atau kalo bisa mending naik becak saja. Tapi itu sangatlah hal yang mustahil.
            Perjalanan Semarang ke Tegal memerlukan waktu 8 jam. Setelah sampainya kami disana, kami berdua dijemput kakak sepupuku yang lain. Dari jalan  raya kerumah budhe ku ini tidaklah jauh. Hanya membutuhkan waktu 10 menit saja. Sampainya dirumah aku disambut dengan hangat. Aku sudah biasa kalau liburan pasti berlibur kesini. Aku dibuatkan teh, disuruh makan dulu baru boleh tidur dsb. Aku sudah membayangkan rencana-rencana yang akan aku lakukan disini. Aku tidak mau liburanku menjadi sia-sia.
            Keesokan harinya, dan seperti hari-hari libur biasanya aku bangun  agak sedikit siang. Maklumlah hari libur adalah hari paling efektif untuk bangun siang. Siangnya aku dan kakak-kakak sepupuku jalan-jalan ke alun-alun Tegal. Berfoto bersama, dan kuliner makanan disekitar alun-alun kota Tegal. Setelah puas kuliner di alun-alun, kami pun pergi ke mall untuk karaokean. Hari pertama liburanku berakhir disini.
            Dihari-hari berikutnya aku hanya dirumah dan berlajan-jalan disekitar rumah. Oh iya rumah budheku terletak cukup dekat dengan laut dan kolam renang. Jadi aku lebih sering menghabiskan waktu ku untuk bermain di laut dan berenang.
            Disaat aku tidak melakukan sesuatu, terbesit sekilas pikiran tentang Nata. Sedang apa dia? Liburan dimana dia? Dengan siapa sekarang dia? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul sekilas dibenakku. Aku kangen dia ya Tuhan, batinku. Tapi aku langsung mengalihkan perhatianku ke yang lainnya, aku tidak mau terlalu terbawa suasana galau ini. Aku tidak ingin merusak liburanku.
            Disaat aku diTegal aku juga diajak untuk wisata ke GUCI. Kalian tahu guci? Guci adalah tempat wisata pemandian air panas di kota Tegal. Tempatny ada diatas bukit. Lumayan jauh kalau dari rumah budhe. Aku dan kakak-kakak sepupuku naik mobil kesana. Sepanjang perjalanan kami  selalu membuat lelucon satu sama lain, yang membuat kita tertawa sampai perjalanan tidak terasa melelahkan. Pemandangannya juga sangat indah, dan hawanya sejuk. Banyak sawah dikanan dan kiri, sungai-sungai yang dipenuhi batu-batuan besar dan perkebunan berbagai macam sayuran. Memang tempat wisata ini ada didaerah yang subur, maka taka sing lagi jika disetiap perjalanan menemukan tumbuh-tumbuhan hijau yang sangat menyegarkan mata.
            Setelah sekitar 2 jam perjalanan akhirnya kami pun sampai di Guci. Tempatnya sangat indah, dikelilingi dengat bukit-bukit. Aku dan kakak-kakak sepupuku langsung turun kebawah untuk menikmati pemandian air panasnya. Dan wow rame sekali ternyata. Aku baru ingat kalau ini hari libur makanya tempat ini sangat rame. Hal itu tidak jadi masalah bagi kami, kami tetap berantusias untuk bermain-main air. Setelah puas dengan bermain air, kami semua berfoto bersama, kemudian kami makan karena kami cukup lelah bermain air tadi. Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk naik kebukitnya. Jalan naik kebukitnya tidak bagus. Kami harus melewati semak-semak dan mendaki bebatuan. Tapi semua itu tidaklah berbahaya. Perjalanan naik ke bukit juga sangat mengasyikkan, dari sini kami bisa melihat pemandangan dibawah dengan sangat indah. Semakin naik dan semakin indah. Rumah-rumah dibawah kecil-kecil, banyak pepohonan, dan jalanpun terlihat kecil. Alangkah memuaskannya, sebanding dengan perjuangan naik keatasnya. Tetapi eh tetapi bagaimana turunnya? Naik aja susah dan serem apalagi turunnya? Dan ternyata benar, turunnya lebih ekstrim. Kalau tidak hati-hati kita bisa jatuh ataupun terpeleset karena tidak ada tempat kita untuk berpegangan. Namun itu juga hal yang mengasyikkan karena ada kesenangan tersendiri disaat kami mau terpelest atau sebagainya.Liburanku sangatlah menyenangkan dan mengsayikkan.Liburanku juga dapat membantuku sedikit melupakan sosok Nata.
***
            Liburanku akhirnya pun berakhir.Sedih rasanya kalau tahu liburan sudah usai. Sebentar lagi aku akan kembali kerutinitas biasanya, namun dengan kelas yang berbeda dan orang-orang yang berbeda pula. Dihari pertama masuk sekolah, aku hanya mengecek masuk dikelas IPA berapa aku.Dan ternyata aku masuk dikelas IPA 1. Aku lihat siapa saja yang berada di kelas yang sama denganku. “Wah ada banyak anak yang dulu kelas X nya denganku” batinku sangat senang. Karena setidaknya aku mengenal beberapa orang. Aku penasaran ada dikelas berapa Nata dan Ita. Dan ternyata benar feelingku, mereka berdua sekelas.Aku kaget, juga sedih. Tapi mungkin hal yang sama akan dirasakan oleh Ita. Ita merasa gelisah saat dia juga tahu kalau dia sekelas dengan Nata. Sudahlah, toh aku juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan semua ini. Aku sudah pasrah dengan Nata dan Ita.
***
          “ Kebesaran seseorang itu terletak dalam kejujurannya . Bukan pada keberaniannya . Sebab keberanian belum tentu sama dengan kejujuran . Sedangkan kejujuran itulah sebetulnya keberanian . “
Aku dan Ita  selalu terbuka satu sama lain sampai-sampai nggak ada satu masalah pun yang tertutupi .Aku selalu terbuka dengan Ita masalah Nata. Aku selalu cerita semuanya.Aku juga cerita tentang mantan-mantanku dengannya. Tapi Ita? Dia tidak begitu sering curhat denganku.Tapi suatu ketika dia tiba-tiba bercerita tentang cowok masalalunya yang di SMP yang dia sayangi.Tapi ternyata sang cowok juga ditaksir sahabatnya waktu SMP. Lucunya maupun kami nggak terlalu terbuka satu sama lain kami anak yang kompak banget , sampai-sampai kami berdua pernah telat bareng . Didalam persahabatan kami ini ada prinsip yang diterapkan yaitu kami semua harus saling jujur satu sama lain dalam hal apapun . Tapi kenyataannya salah satu dari kami menyimpan satu rahasia yang sangat besar .. Menurutnya rahasianya itu adalah rahasia yang sangat memalukan dan aib bagi dirinya sekeluarga . Italah yang menyimpan satu rahasia itu . Dia sebenarnya sangat sangat dan sangat ingin menceritakan rahasia itu kepada sahabat-sahabatnya tapi mungkin Ita harus mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semua rahasianya itu .
Rahasia yang disimpan Ita ternyata berkaitan dengan Nata. Tentang perasaannya yang dipendam selama ini.Ita menyukai Nata. Dia mempunyai perasaan yang sama denganku. Aku kaget dengan pernyataan Ita itu. Sedih mendengarnya dan juga ada sedikit perasaan marah karena Ita mungkin akan mendekati Nata setelah jujur denganku. Dia mempunyai perasaan terhadap Nata semenjak Nata jadian denganku.Saat itu dia sangat sedih, dan marah. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Nata sayangnya sama aku. Dan aku juga lebih dulu mempunyai rasa sayang dengan Nata daripada dia. Tapi sekarang semuanya terbalik, aku dan Nata sekarang menyayangi Ita. Dan Ita pun begitu. Mungkin dikelas yang baru mereka akan benar-benar menjalin sebuah hubungan. Karena akupun sudah tidak sekelas dengan mereka.Jadi mereka bisa lebih leluasa tanpa memikirkan aku.
~~~~-~~~~
Anak Rese’
Lagi-lagi suasana sekolah SMA Lingkar Buana menjadi lebih tegang ketika mobil honda jazz berwarna merah melaju cepat melalui halaman dan bergerak menuju tempat parkir di sebelah kanan gerbang sekolah .Yak , tempat parkir itu sebenarnya adalah tempat parkir khusus guru dan karyawan , tapi peraturan tersebut tak berlaku untuk mobil berplat nomor B 005 S , kepunyaan Ratu , anak konglomerat di SMA tersebut . Ngga heran jika Ratu mendapatkan perlakuan yang spesial di sekolah ini , karena sejatinya , Pak Handoko (ayah Ratu) adalah Donatur terbesar di SMA Lingkar Buana . Selain karena dia adalah gadis cantik dan anak konglomerat , kepopuler’an Ratu pun karena sebuah gengnya yang bernama ‘Sweat Girl’ , yang terkenal sebagai geng paling berani di SMA nya . kecuali dengan si Lisa , salah satu anggota sweat girl . Lisa sangat berbeda dengan Ratu dan Mona . Dia adalah siswi paling rajin dan disiplin diantara teman-temannya dikelas .
“ eh , minggir lu , nyempit-nyempitin jalan aja .” teriak Mona
“ ngapain masih bengong ? nih bawa’in tas gue dan tas temen-temen gue . taruh di kelas 12 IPA 3 bangku yang nomor 2 dan 3 dari depan . ayo cepet ! lemot banget sih “ perintah Ratu kepada adik kelas yang baru masuk
“ kalian apa-apaan sih ? dia kan adik kelas . masak baru masuk udah dapet perlakuan yang ngga enak gitu dari kakak kelasnya . kan kasihan tau ? “ bela Lisa
“ eh Lis , dimana-mana tu yang namanya adik kelas , mau baru kek mau lama kek , tetep aja harus nurut perintah dari seniornya “ Balas Mona
“ iya , tapi kan ngga gitu caranya "
“ udah deh , kok jadi rebut gini . apa kata anak-anak kalau sweat girl berantem di halaman sekolah karena masalah yang ngga jelas banget”
“ iya iya ,, gue minta maaf . eh , Rat , Lis jam pertama kan pelajaran matematika , kalian tau sendiri kan gimana rumitnya pelajaran itu ditambah dengan gurunya yang udah tua , nyebelin dan kampungan banget “
“ iyaa terus ?”
“ gue punya ide , gimana kalau kita ngeblong aja pas pelajaran itu , kita baru masuk waktu pelajaran setelah matematika , kan lumayan bisa dipakai buat buka Facebook di kantin . ngga bakal ada yang tau deh”
“ gue setuju banget , mana ada guru yang berani ngelawan gue ? ya ngga ? hahaha ”
“ itu namanya pelanggaran tata tertib sekolah . Mon , walaupun bokap lu donator di sekolah ini , tapi harusnya lu juga harus disiplin dong , bagaimana pun juga kan lu juga murid disini “
“ ihh , sok alim lu . jadi lu mau ikut apa ngga ?”
“ngga .gue ikut pelajaran aja”
“ beneran ? ntar nyesel lu . tapi ya udah deh kalau emang lu ngga mau ikut . kalau dah mahir matematika , ntar pas ulangan , kasih contekannya yaaa . hahahaa “ 
***
Sementara itu , anak-anak dikelas 12 IPA 3,   sedang asyik membicarakan tentang sweat girl. Tapi anak-anak yang tadinya bergerombol membentuk suatu lingkaran , tiba-tiba langsung diam ketika Lisa masuk kedalam kelas . wajah teman-teman yang tadinya biasa-biasa saja , kini berubah menjadi lebih tegang , dan tak sedikit dari mereka yang menunjukkan wajah ketakutannya .
“ kok pada bubaran sih ? “ (Tak ada jawaban)
“ helloooo , kok diem aja ? kalian takut ya ? tenang aja lagi , Ratu sama Mona lagi ngga ada kok . mereka ngga bakal ada dikelas selama mata pelajaran pak.Imron (guru matematika)
“ yang bener lu Lis ? “ Tanya salah satu anak
“beneran ,, mereka ngga bakal ada saat pelajaran itu”
“asyikk , harusnya tiap hari mereka ngga usah masuk aja . biar suasana kelas jadi makin tenang “
            “ betul itu “  sahut Naya      “Lis , lu itu beda ya sama mereka . lu ngga suka bikin onar , lu baik , pinter , rajin dan disiplin . beda jauh sama mereka . tapi ngomong-ngomong lu kok betah sih gabung dalam satu geng sama mereka ?”
            “sebenernya , udah berkali-kali gue nyadarin mereka . tapi merekanya aja yang keras kepala. Ngga bisa dibilangi”

***
Pelajaran pun telah usai .sweat girl segera pulang , dengan menggunakan kendaraan Ratu . namun ,         Selain tidak disiplin disekolah , Ratu pun tidak disiplin di jalan raya . setiap kali mengendari mobilnya , Ratu selalu ngebut dan kerap kali meresahkan pengguna jalan lainnya . selain itu , Ratu juga tidak pernah memakai sabuk pengaman .
***
Hari ini adalah hari pengumpulan tugas matematika dari pak Imron
“anak-anak , kumpulkan tugas kalian”
Satu per satu , siswa mengumpulkan tugas kedepan . tapi tidak dengan Mona dan Ratu , mereka berdua tidak mengerjakan tugas tersebut . padahal sebelumnya Lisa telah mengingatkannya .
“mana tugas kalian ?”
“ngga ada pak” jawab Ratu dengan nada yang sangat santai dan terkesan menyepelekan
“kok bisa tidak ada ? kalian tidak mengerjakan pasti !”
“emang .bapak mau apa kalau saya emang ngga ngerjakan ?” Ratu membalas dengan nada tinggi
“sekarang juga kamu dan Mona harus berdiri di lapangan sekolah , sampai pelajaran saya selesai . kalian tidak boleh duduk , ataupun minum .”
“bapak berani menghukum saya ? awas ya , nanti saya bilangin ke papa”
“udah Rat , udah ,, ini juga salah kita , kita udah ngga ngerjakan tugas” bisik Mona
“silahkan kalau kamu mau lapor ayah kamu , saya tidak takut . sudah berulangkali saya memberika toleransi pada kamu , tapi kamu tetap saja tidak pernah patuh , dan tidak pernah disiplin . sekarang keluar ke lapangan . dan berdiri disana”
“awas ya lu” gumam Ratu
***
Bel tanda berakhirnya jam belajar di sekolah telah berbunyi , wkatu menunjukkakn pukul 1 siang . Ratu terlihat menuju tempat parkir dengan wajah yang kesal karena dia masih dendam dengan insiden pelajaran matematika esok tadi .
 “Udahlah Rat , ngga usah cemberut terus , ini kan juga salah lu ngga ngerjakan tugas . lagian dulu lu ngga mau dengerin nasehat gue sih . kalau lu juga harus disiplin di sekolah ”
“iya ,, tapi gue masih kesel sama tu orang . kalau bukan guru udah gue tonjok tu mukanya”
“ehh , jangan gitu . Pak Imron kan niatnya juga baik .beliau ngasih kita berdua hukuman biar kita ngga jadi anak yang malas-malasan lagi . lagian , gue udah kapok jadi anak yang bandel dan ngga disiplin . gue pingin berubah”
“kok lu jadi ikut-ikutan si Lisa sih . gue jadi ga punya temen nih buat bandel-bandelan.huft!!
eh iya , gue mau bilang ke lu semua . kemarin gue di telepon sama manager tabloid ‘cantik’ . katanya , dia tertarik untuk menjadikan gue sebagai model barunya . gue seneeenngg banget . kalau gue jadi model , gue akan semakin terkenal . gimana ?lu setuju ngga kalau gue terima tawarannya aja .”
“emm ,, gimana  ya ? gue sih setuju-setuju aja . tapi , lu juga harus bisa ngatur waktu . lu kan anaknya males , ga pernah disiplin , seenaknya aja .” kata Lisa dengan jujur
“iya Rat , lu harus bisa ngatur waktu , jangan sampe , manager tabloid tersebut kecewa sama kebiasaan lu itu”
“tenang aja deh . dikesan pertama , gue bakal ngasih yang terbaik . gue bakal datang on time , dan nurutin semua yang diperintah manager . biar kesannya tu gue emang pantes diandalin”
“iya , tapi selanjutnya lu juga harus tetep disiplin saat kerja . harus selalu on time dan ngga mbantah apa yang disuruh sama manager”
“emmm ,, kalau itu sih gue ngga janji. Hahaha”
Mona dan Lisa bertatapan dengan mengangkat alis dan pundaknya bersamaan , tanda tak mau ikut campur

***
“Lu udah siap belum ? , ntar kalau foto , jangan tegang , terus senyum biar tambah cakep”
“tenang aja , gue dah latihan kok dirumah . everything is Fine” Ratu berbicara sambil mengangkat jempolnya . 
Siap ?  1, 2,3 ckrik , ckrik , ckrik ,ckrik .
Dengan penuh percaya diri , Ratu pun mulai mencoba pose yang berbeda-beda , ntah berapa pose yang ia gayakan . tapi yang jelas disetiap hasil fotonya , ia terlihat cantik dan mengagumkan bak model papan atas . meskipun ia baru saja mencoba dunia model .
“ ini hasil foto kamu , kira-kira tabloitnya akan keluar sekitar seminggu lagi . nanti kalau udah keluar , saya pasti akan kabari kamu . dan ini gaji pertama untuk kamu”
“wah , langsung sekarang pak gajiannya . yaudah makasih deh pak”
“oke .oh ya , besok siang kira-kira jam 2 , kamu kesini ya , untuk jalani pemotretan sesi berikutnya . jangan sampai telat”
“siap bos”
“cieee yang baru dapet gaji pertamanya ,, cie ciee , eh Lis , kayaknya kita perlu dapet traktiran nih dari ‘Ratu’ model kita” ledek Mona
“iya nih ,, ngga nyangka ya , temen kita udah jadi ‘Ratu’ model yang bentar lagi juga bakal popular menyusul Lady Gaga . hahaha”
“apaan sih , jangan berlebihan gitu deh . iya gampang , habis ini kita mampir di resto biasanya”
“waaahh , asyik” Mona dan Lisa sama-sama bersorak ria
***
Sementara itu , di sekolah , semua murid SMA Lingkar Buana , menjadi gempar ketika mengetahui Ratu menjadi model di tabloid ‘cantik’ . salah satu tabloit wanita elit . namun rupanya , hal tersebut membuat Ratu semakin menyombongkan diri . ia merasa ia adalah pemimpin yang patut dituruti setiap perkataannya . 
***
Dua bulan sudah Ratu bergelut didunia model . Ratu pun semakin terkenal dan sekarang menjadi idaman semua cowok-cowok .dari yang bertampang pas-pas’an sampai yang bertampang kelas kakap . tapi nampaknya , Ratu tidak tertarik dengan cowok-cowok yang mengidam-idamkannya . Ratu mengaku ingin fokus pada dunia modelnya .
Hari berganti hari , rupanya Ratu mulai menampakkan sifat aslinya . mulai dari sifatnya yang sombong , sok , pemalas , dan tidak pernah disiplin . terbukti , dengan sering terlambatnya Ratu saat hendak hadir pada saat pemotretan . Pihak tabloid ‘cantik’ pun merasa dirugikan dengan sikap Ratu tersebut .mereka merasa , waktu mereka telah terbuang sia-sia karena Ratu main seenaknya sendiri . 
***
sekarang kehidupan Ratu menjadi semakin tak karuan , dia menjadi sering keluar malam untuk dugem , mabuk-mabukan bersama rekan-rekan modelnya , sehingga ia melupakan dua sahabatnya .
hingga suatu malam , Ratu hendak pulang dari dugemnya . ia mengendarai mobil sendiri dalam keadaan mabuk .
hey soul sister . ain’t that mister mister . on the radio stereo .HP Ratu berbunyi tanda ada seseorang yang menelponnya .
“Haloo”
“halo Rat , lu lagi dimana ? kok tadi gue sms ngga lu bales sih ??”
“gue lagi dijalan , ni juga mau pulang .” Ratu menjawab dengan nada yang tak karuan .menandakan dia sedang mabuk
“Rat , lu mabuk yaa ?”
“itu bukan urusan lu”
Tittt titt tittttt ,, Ratu memutuskan telepon dari Mona
“halo halo . kok dimatiin sih ?!”
Beberapa menit kemudian .
Bbbbbrrrrraaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk !!kecelakaan pun terjadi . mobil Ratu menabrak pembatas jalan saat akan mendahului mobil didepannya . ia  langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan . rupanya , luka yang dialaminya sangat parah . kakinya hancur karena sempat terjepit , dan mengakibatkan kaki kirinya yang hancur tersebut harus diamputasi .
“ pa , ma , Ratu dimana ini”
“kamu sedang di rumah sakit . tadi kamu mengalami kecelkaan dijalan”
“apa yang terjadi ma , pa ?”
“tadi kamu mengalami kecelakaan tunggal” jelas p.Handoko ayah Ratu
“ kakikuu .. mana kakiku ? mana ma ?”
“kakimu diamputasi sayang . kaki kirimu hancur , jadi langsung diamputasi.” Jelas mama Ratu dengan berderai air mata
            “appaaa ?ngga mungkin ma , ngga mungkin . terus gimana nasib Ratu nanti ? gimana kata teman-teman Ratu di sekolah ? Ratu malu ma , Ratu menyesal . gimana juga dengan nasib dunia modelku ma ? masa dengan keadaan cacat seperti ini , aku masih bisa menjadi seorang model ?”
            “tadi pihak yang bersangkutan , sudah memutuskan kontraknya dengan kamu . katanya , mereka tidak bisa memiliki seorang model yang yang tak pernah disiplin soal waktu . ditambah lagi dengan keadaanmu sekarang ini .” mama Ratu mencoba menjelaskan dengan kondisi terus menangis
            “semuanya udah hancur ma . kenapa dulu Ratu selalu menyepelekan segala urusan . Ratu ngga pernah nurut apa kata guru .terus Ratu ngga pernah datang tepat waktu saat pemotretan . ditambah lagi , Ratu sering ugal-ugalan dijalan . ini semua salah Ratu Ratu menyesal pa , Ratu menyesal tidak pernah patuh di sekolah , di rumah , bahkan dijalan pun Ratu seenaknya sendiri ” ungkap Ratu dengan penuh penyesalan
            “ini semua sudah terjadi sayang , ngga usah disesali . yang harus kamu lakukan saat ini adalah kamu harus merubah perilaku kamu” jelas papa Ratu
            “ Ratuu . gimana keadaanmu ?”
            “ Mona , Lisa . kaki gue sudah hilang . gue menjadi anak cacat Mon , Lis . gue cacat . gue malu mau masuk sekolah . gue takut kalo nanti gue diejek sama mereka ”
            “lu ngga perlu malu Rat , teman-teman sekelas udah maafin lu . mereka udah tau apa yang terjadi sama lu . dan mereka ngga ngejek lu sama sekali . justru mereka terlihat turut sedih dan prihatin melihat keadaan lu . lu yang sabar yaa . “ Lisa menenangkan
            “sekarang lu harus berubah , lu harus jadi anak yang ngga bandel lagi . dulu gue juga kaya lu. gue ngga patuh dan disiplin di sekolah  , tapi gue segera berubah . dan gue harap lu juga mau ikut berubah” kata Mona
            “pasti Mon , gue pasti mau berubah . gue nyesel banget . udah nyakitin hati ortu gue . udah nyakiti anak-anak . udah ngga disiplin sama guru-guru . gue pingin berubah”
            “gue seneng banget , lu udah nyadarin kesalahan lu dan mau berubah. inget , lu masih punya kita . sahabat lu yang selalu ada apapun keadaan lu”
            “makasih ya Lis , Mon . lu semua adalah sahabat terbaik gue”
***
Akhirnya Ratu menyadari apa yang telah diperbuatnya .dia sadar bahwa karena tidak disiplin dapat menghancurkan semuanya . masa depannya suram saat ia mengetahui nilainya hancur , kariernya pun musnah dan tenggelam ditambah lagi ia harus kehilangan satu kakinya , yang mengakibatkan ia cacat selamanya . tapi untungnya , Ratu segera menyesali perbuatannya dan ia berjanji akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi .
Kini , Ratu menjadi murid yang rajin dan disiplin . ia jadi giat belajar , datang tepat waktu, selalu mengerjakan tugas dan tidak pernah alfa saat mengikuti pelajaran disekolah . nilai-nilai Ratu menjadi lebih baik dari sebelumnya . ia seperti menjalani hidup barunya yang lebih indah dari sebelumnya .            
~ ~ ~ - ~ ~ ~


LORONG MENAKJUBKAN DALAM HUTAN
PENGUBAH SEGALANYA

Seperti biasa Rosa telat untuk bangun pagi , ya memang mamanya sudah membangungkannya sejak pukul 05.30 pagi setiap hari, tapi memang Rosa tak pernah menurut apa yang dikatakan ibunya.  Maklum sejak kecil ia hidup serba kecukupan dan sangat dimanja. Tiba-tiba saja ia teringat bahwa hari ini ada upacara hari pramuka disekolahnya dan dia ditunjuk sebagai petugas upacara. Jam kini menunjukkan pukul 06.35 tapi Rosa masih belum mandi , seketika ia cepat-cepat bersiap-siap. Selesai bersiap-siap ia tidak bisa berangkat secepatnya karena mobil sedang diperbaiki, akhirnya dengan terpaksa ia harus bersepeda, dari rumah kesekolah diperlukan waktu 10 menit dan sekarang sudah menunjukkan pukul 06.55 dia takut hari ini kena marah gurunya, dan apa yang ditakutkan ternyata benar-benar terjadi ia datang terlambat ketika upacara telah dimulai dan sebagai hukumanya dia tidak boleh mengikuti jam pelajaran pertama.
Setelah itu dia masuk ke kelasnya, dia duduk disamping Melati anak yang kurang mampu tapi selalu disiplin dengan waktu dan selalu membuat iri Rosa karena Melati selalu dipuji oleh guru, padahal menurutnya disiplin yang dilakukan Melati bisa dilakukan semua orang termasuk dirinya tapi apa buktinya , sampai sekarang dia masih saja bisa dikalahkan oleh  waktu. Tiba-tiba Melati menepuk pundaknya “ hai Ros, terlambat lagi ya?” , Rosa pun menjawab “Ya, seperti yang lo liat barusan, gue kenak marah sama tuh guru , sial” , “wah-wah jangan emosian begithulah, lo seharusnya intropeksi diri dong” , yah Melati memang sahabat Rosa yang paling baik, dia selalu memberi nasehat tapi nasehatnay kadang membuat Rosa menjadi merasa diremehkan.
Bel tanda pulang berbunyi, Rosa menuju tempat parkiran sepeda bersama Melati, tapi langkahnya terhenti ketika melihat ke mading sekolah, ia bertanya    “ heh Mel, loe tau ini acara apa’an ?” , “oh itu, ya itu acara camping di hutan yang diadakan oleh sekolah, kenapa memangnya loe mau ikut ?” , “ngapain ikut, disana paling-paling githu-githu aja, paling disuruh penjelajahan dan pelatihan, gua ogah ikut acara kayak githu, emangnya loe ikut Mel ?” , “ya iyalah gua ikut, disana kan bisa sekalian refresing” , “ah, apalah terserah loe, ayok cabut kita pulang”, “oke deh”. Tiba-tiba ketika Rosa berjalan kearah sepedanya ia tertuju pada sosok cowok keren yang lewat didepannya, seketika ia langsung menarik tangan Melati dan bertanya “eh eh Mel , siapa tuh? Keren amat?” , “ oh itu kakak kelas kita namanya Ray, loe tau gak dia tuh yang akan jadi panitia camping sekolah ntar”, “Hahhhh ??? loe beneran ? ntar bohong ?” , “ ya enggaklah ngapain gua bohongin loe?”,  “kali aja, biar gua ikut acara camping itu, eh eh gua cabut omongan gua, gua ikut acara camping itu ah, hihihihii” ,  “ah pasti gara-gara ada kak Ray kan?” , “hahaa pinter, bener banget loe, 1000 deh buat loe haha”.
Esoknya Rosa binggung apa yang akan dipersiapkan buat camping sekolah, akhirnya dia bertanya pada mamanya, “ma, aku binggung apa yang harus aku siapkan buat camping”,  “oh anak mama yang satu ini tumben banget ikut camping, gak nyesel ? kan nanti harus bangun pagi terus acaranya juga harus tepat waktu loh” ,  “ah mama, itu gampang diatur, yang penting sekarang barang bawaanku apa aja” ,  “ iya-iya nanti mama bantu nyiapin” ,  “ yes, mama baik deh, makasih buanyak ma”.
Hari-hari telah berganti saatnya yang ditunggu pun akhirnya tiba, rombongan akan berangkat pukul 07.30 tepat, setelah murid-murid terkumpul pak Ahmad selaku guru mengabsen satu per satu muridnya, akan tetapi Rosa belum datang, padahal sekarang sudah pukul 07.30 lebih, akhirnya mereka menunggu sampai Rosa datang, tapi mereka sudah terlalu lama menunggu Rosa, akhirnya pak Ahmad memutusakan untuk berangkat dan meninggalkan Rosa, baru saja rombongan berangkat terdengar suara dari belakang, ya Rosa itu memang Rosa dia baru saja sampai, pak Ahmad menghampirinya “Rosa kamu ini selalu terlambat saja” ,  “ maaf pak, saya baru bangun” ,  “ya sudah, masuk bus sana, kamu memperlambat waktu saja” ,  “ ya terima kasih pak” .
Sampai di dalam bus , melati kembali menghampiri sahabatnya itu “kamu ini kenapa sih telat melulu” ,  “ah, aku telat bangun lagi tadi”,  “ hm, kebiasaan, eh ngomong-ngomong kamu bawa apa saja? Berat banget tas mu ?” ,  “oh ini, ya pelengkap buat di sana nanti, loh loe kok cuma satu rangsel doang?” , “ ya iyalah, gua simple aja dong ga kayak loe ribet ” .
Setibanya di Hutan Rosa dan teman-teman langsung menata tenda, lalu kakak pembimbing pun memberikan pengarahan “adek-adek semua, nanti malam  akan diadakan jelajah pukul 12.00, jangan ada yang masih molor, nanti langsung bergabung dengan kelompoknya masing-masing, mengerti ?”,  semua menjawab “ mengerti kak” , pemandanagan berbeda melihat Rosa, dia tidak memperhatikan pengarahan, dia hanya memandang kak Ray yang dari tadi memberikan pengarahan, aduh dasar Rosa.
Malampun tiba pukul 12.00 , semua siswa bangun dan langsung berbaris menurut kelompoknya, tapi Rosa malas bangun sampai akhirnya pak Ahmad datang membangunkannya, “ Rosa ayo bangun, teman-temanmu sudah berangkat duluan itu, kamu tertinggal” ,  “apa pak ? saya ditinggal ?” ,  “ iya mangkanya cepat sana berangkat” ,  “baik pak” ,  “kok masih disini, cepat berangkat” ,  “ sebentar pak, saya binggung mencari sepatu saya” ,  “mangkanya jadi orang itu disiplin, sudah berangkat saja sana”,  “iya pak”.
Rosa berusaha mengejar teman-temanya tapi ia kehilangan jejak , ia tersesat dalam hutan pada malam itu, ingin rasanya ia menangis tapi ia sadar menangis takkan menyelesaikan masalah, akhirnya ia berjalan dan terus berjalan, sampai akhirnya ia lelah dan beristirahat disebuah pohon besar, tiba-tiba terdengar suara dari dalam pohon tersebut, Rosa pun penasaran dan mencoba melihat lebih jelas, ternyata terdapat lubang disana, lubang yang membuat Rosa penasaran ingin memasukinya, akhirnya masuklah Rosa ke lubang dalam pohong tersebut.
Rosa seperti masuk kedalam lorong waktu, seketika ia sampai di daerah yang tidak asing baginya, ya ini adalah daerah sekitar rumahnya, tapi mengapa suasananya berbeda, rumah-rumah disekitarnya sudah elit, sangat megah dan mewah, tapi ia terheran-heran dengan satu rumah , ya dia beru sadar bahwa rumah yang kumuh dan tak terawat itu adalah rumahnya. Terlihat seorang ibu tua sedang menyiram tanaman di depan rumahnya yang tak lain adalah mamanya, setelah itu keluar seorang remaja memakai pakaian yang usang dan rambut yang tak terawat, ya itu adalah dirinya sendiri yang bersiap-siap berangkat kerja, mamanya berkata “Rosa, kamu dari dulu tidak beruubah, masih saja tidak disiplin sudah telat kamu cepat berangkat sana”,  “iya ma, ini juga mau berangkat”.
Rosa penasaran ingin mengikuti langkah sosok dirinya yang sekarang, ya tiba di sebuah kantor yang berada di pusat kota bernama “HORAZ”, seseorang telah menyambut Rosa dewasa di depan kantor yang tak lain adalah Melati , begithu berbeda dengan Melati yang ia kenal di sekolah, Melati yang sekarang lebih terawat dan cantik sekali, berbeda jauh dengan dirinya saat dewasa. Melati menyapa Rosa dewasa “haI Ros, loe telat lagi, itu loe di panggil pak direktur, sudah cepat sana”,  “okey Mel”.
Di ruang pak direktur , tok tok tok . pak  direktur sudah menunggunya “masuk Ros, silahkan duduk”,  “baik pak, ada apa bapak panggil saya?”,  “saya lihat kamu selalu terlambat datang, kamu juga sering telat mengumpulkan materi atau bahan untuk persentasi dan metting, kamu pikir ini kantor apa ? kamu tidak pernah disiplin dengan waktu, mau jadi pegawai apa kamu?” ,  “maaf pak, saya akan lebih rajin dan disiplin dengan waktu” ,  “alah omong kosong, kamu selalu berjanji terus tanpa ada bukti, kamu tau, gara-gara kamu perusahaan kita telat melakukan metting dengan perusahaan besar, kamu juga tak pernah beres dengan kerjaanmu, ruanganmu juga berantakan” ,  “saya mengerti pak, saya akan usahakan berubah.” ,  “alah tidak ada alasan, kamu saya pecat !” ,  “tapi pak” ,  “tidak ada tapi-tapian keluar dari ruangan saya sekarang !”.
Di depan ruangan Melati melihat Rosa dewasa bersedih, melati menghampirinya “Ros, kenapa loe?”,  “gua dipecat Mel”,  “apa? Pasti gara-gara loe gak pernah disiplin ya?”,  “ia Mel, gue nyesel banget”,  “loe sih dari dulu ga pernah berubah, coba loe dari dulu disiplin pasti gak akan seperti ini” ,  “ia Mel, sekarang gue harus berubah buat memperbaiki perekonomian keluarga gue”, “nah begithu dong”.
Rosa yang dari tadi mendengarkan percakapan antara Rosa dewasa dengan Melati merasa sangat sedih, ia takut semuanya akan terjadi seperti itu, akhirnya ia berjanji dalam hati akan berubah, secepatnya ia kembali ke tempat pertama kali ia sampai dan kembali ke dalam hutan.
Di hutan hari sudah pagi, segera Rosa mencari jalan keluar akhirnya ia sampai di tempat camping, mereka yang berada di tempat camping sangat cemas dengan keadaan Rosa, tiba-tiba Rosa muncul ,Melati dengan bahagia berlari menghampiri Rosa dan memeluknya “loe kemana aja ros?”,  “gue gak kemana-mana kok Mel, gue cuma nyasar aja kok” ,  “loe tau gak, kita udah 3 hari nunggu loe disini, kita semua cemas mikirin loe”,  “iya makasih ya teman-teman”. Pak ahmad dan kakak Pembina pun mendekati “Rosa, kami sudah mencari kamu kemana-mana, kami senang akhirnya kamu kembali dengan selamat”,  “ia pak, saya minta maaf sudah merepotkan semuanya”.
Akhirnya rombongan pun dapat kembali kesekolah setelah Rosa kembali, mereka tampak bahagia dalam perjalanan, begithu pula dengan Rosa yang mulai menyadari kesalahanya yang tidak disiplin selama ini.
Sesampainya Rosa dirumah ia lagsung meminta maaf pada mamanya, “ma, maafin Rosa ya selama ini Rosa gak penah nurut dan disiplin”,  “wah iya nak, mama maafkan”,  “makasih ma”.
Sesampainya disekolah banyak mata memandang Rosa dengan penuh tanda tanya, ya memang kali ini Rosa berangkat agak pagi, dia sudah tidak terlambat lagi berangkat sekolah, Melati sahabatnya mendekatinya “loh loh loh, gue ga salah liat nih? Loe Rosa apa hantunya Rosa?”,  “Ya gue Rosa lah, kaki gue aja masih napak gini kok, masak ada hantu cantik kayak gini?”,  “ih beneran gue pengen ketawa, loe kesambet setan apa sih ? ucul banget e salah maksud gue lucu banget liat loe jadi kayak gini” ,  “ah emang salah ya gue berangkat pagi?”,  “enggak kok, loe udah berubah, good job gue suka gaya loe sekarang”,
Ketika Rosa dari perpustakaan bersama Melati tiba-tiba kak Ray menabraknya, “eh sory dek, gue ga sengaja”, jantung Rosa berdebar “I i iya kak gak papa kok”,  “eh nama loe siapa dek ?” , “ namaku Rosa kak”, “ owh kenalin aku Ray, salam kenal ya”.
Ya, hidup Rosa berubah setelah ia mulai disiplin. Dan sekarang ia mendapatkan kebahagiaanya. Kebahagiaan yang tak akan terjadi jika ia tak masuk ke dalam lorong hutan yang membuatnya berubah.
~ ~ ~ - ~ ~ ~ 
Penyesalan Terakhir
Jam sudah menunjukan pukul 06.00 dan kali ini aku terlambat lagi.Akhir-akhir ini aku seing sekali terlambat berangkat sekolah.Entah kenapa, mungkin karena sejak beberapa minggu lalu aku bertengkar dengan sahabatku jadi sekarang aku sangat malas berangkat ke sekolah.Kindita Chaerin,itulah namaku.Kalian bisa panggil aku dita atau chaerin.Dulu aku memiliki memilik 2 orang sahabat.Mereka berdua sahabat yang paling setia yang pernah aku temui.Tapi sejak mereka menghianatiku sekarang mereka bukan lagi sahabat sejatiku.
Pertengkaran kami mungkin karena hal sepele.Victoria mengira aku berpacaran dengan Jay,padahal jay juga sahabat ku sendiri.Beberapa tahun lalu sebelum kami memutuskan bersahabat dengan jay ,aku dan Victoria  telah berjanji tidak akan pernah berpacaran meskipun kami memiliki sahabat laki-laki.Aku dan Victoria bersahabat dengan jay karena kami kasihan kepadanya dan kami rasa Jay anak yang cukup baik.Karena dulu ketika pertama kali Jay pindah ke sekolah kami,dia sama sekali tidak memliki teman laki-laki.Semua teman laki-laki kami mengira Jay seseorang yang sombong,karena jay pindahan dari Amerika
Victoria menganggap aku sebagi penghianat sejak itu,tapi dia salah.Dia lah yang lebih penghianat,Victoria ternyata benar-benar berpacaran dengan Jay selama ini.Sementara dia menyalahkan ku sebagai penghianat.,apakah dirinya tidak malu dengan dirinya sendiri?.Dia mengatakan orang lain penghianat tapi justru dia yang sebetulnya penghianat.
Sejak itulah kami pun berpisah,dan sejak saat itu kami sama sekali tidak pernah bertegur sapa.Sampai sekarang Victoria masih tetap bersama Jay,sedangkan aku sekarang benar-benar sendirian.Jay memang sudah berusaha meminta maaf dengan ku berkali-kali.Tapi kenapa Victoria sama sekali tidak pernah minta maaf dengan ku?apakah saat itu aku yang salah?
Pagi ini aku berangkat sekolah seperti biasa.Di sekolah aku akan bertemu mantan sahabat ku dan pastinya aku akan menghadapi soal-soal try out yang bisa membuat otak ku panas.Akhirnya aku sampai di sekolah,disini sudah tampak ramai sekali.
“Pagi temen-temen”sapa ku kepada teman-temanku yang sedang sibuk belajar
“Udah belajar Chae?” Tanya Raina .“Udah dong,lo sendiri gimana?udah belajar kan pastinya?”jawabku.“Udah lah,eh tuh Jay sama..”.“Gak penting”sahutku cepat.Aku sudah mengira bahwa yang akan datang pasti Jay dan Victoria.
            Akhinya aku berhasil mengerjakan semua soal-soal try out tersebut.Try out masih di laksanakan hingga hari kamis dan itu benar-benar membuatku stress karena setiap hari aku harus belajar hingga jam 12 malam.Tapi aku yakin apabila aku mengerjakan dengan usahaku sendiri pasti hasilnya akan memuaskan,akhir-akhir ini aku sering melihat Victoria selalu mencontek pekerjaan Jay.Aku sebenarnya merasa kasihan dengan Jay karena dia sebenarnya telah dirugikan,tapi aku juga kasihan kepada Victoria karena dia selalu bergantung kepada Jay sehingga dia tidak bisa mandiri.Aku tidak ingin sahabat ku menjadi bodoh seperti ini.
 ‘KKRIIIIIIIIIIINGGGG!!!!’ bel sekolah pun berbunyi.Kali ini aku akan berbicara denganJay,kebetulan Victoria sudah lebih dulu pulang karena dia ada janji dengan teman-teman yang lainnya.“Chaerin!! Lo mau pulang sekolah bareng gue?” Tanya Raina. “Sorry,Rai gue masih ada perlu sama orang lain,lain kali aja yah”jawabku. “Ayolahlah..padahal gue mau traktir lo sama”pintanya. “Sorry banget ya,tapi ini pentiiing banget”.jawabku. “Ya udah deh kalo gak mau,gak pa-pa kok.Gue duluan yah” sapa Raina.
            Akhirnya aku berhasil bertemu Jay yang tiba-tiba menghilang.Kami pun berbicara di tempat yang agak sepi supaya tidak ada orang lain yang tau.Kami memutuskan berbicara di luar ruang perpustakaan. “Kenapa Chae?lo ada masalah lagi sama Victoria?”Tanya Jay. “Gak kok,tapi kalin dua yang dalam masalah”jawabku. “kita berdua?maksud lo apa?kita gak bikin kesalahan kok”tukas Jay. “Mungkin kalian gak sadar apa yang udah kalian lakuin,tapi kalo ini di biarin terus kalian Victoria bisa gak lulus” jelasku. “Emang apa masalahnya?”Tanya Jay lagi.“Kenapa lo nyontekin semua jawaban lo ke Victoria?”Tanya ku. “Gue kasihan sama dia,gue pengen bantu dia.Chae.” Jawab Jay. “Tapi gak gitu juga kan,lo tau kalo UNAS gak kita gakbakal bisa kasih contekan,soalnya setiap soal ada beda-beda”tukas ku. “Trus gue mesti gimana?dia selalu maksa gue.sejak kami pacaran sebenernya dia selalu nekan gue terus.gue harus nurutin semua permintaannya,kalo gak dia selalu ngancam gue”jelas Jay. “Emang dia ngancam apa ke lo?” tanyaku bingung. “Dia mau bunuh diri kalo gue gak nurutin permintaanya.”jawab Jay sedih. “Kenapa gak lo putusin aja hubungan lo?”Tanya ku lagi.“Dia selalu ngancam gue Chae.”jawab Jay. “Please jay,lo mesti Bantu dia”kataku. “Gue usahain Chae,gue juga pengen Vic beruabah”jawab Jay. Ternyata Victoria tahu bahwa kami sedang membicarkannya.Dia tampak kesal denganku dan Jay.Victoria langusng meninggalkan kami berdua.
Setelah pembicaraan ku dan Jay selesai kami berdua pulang bersama-sama.Sudah cukup lamu kami tidak pulang bersama.Sebetulnya aku sangat merindukan saat seperti dulu,tapi itu mustihali karena skerang Victoria telah berubah. “Udah lama ya Chae kita gak pulang bareng”kata Jay. “Iya,lagian mana mungkin gue bisa pulang sama lo,disamping lo kan udah ada Victoria”balasku. “Victoria kan juga sahabat lo”. “Tapi mana mungkin gue boleh deket ama kalian berdua?yang ad ague bakal di tendang!.”jawabku. “Hahaha lo tuh ada-ada aja.lo ternyata masih tetep sama kayak dulu ya?”. “Emang gue power rangers bisa berubah?eh Jay gue pulang dulu yah.Jemputan gue udah dateng.”. “Hati-hati!!” sahut Jay.“Lo mau bareng sekalian?”tawarku dari seberang. “Gak usah Chae makasih!”.Selama perjalan pulang aku berusaha mengingat apa saja yang pernah aku lakukan dengan sahabat-sahabat ku dulu.Aku sangat merindukannya saat-saat itu.
Sejak tadi di sekolah aku selalu memirkirkan apa yang dikatan Jay tentang Victoria.Aku sama sekali tidak habis pikir,kenapa Victoria bisa sperti itu?.Pasti dia menyembunyikan sesuatu di balik semua yang dia lakukan selama ini.Apa sebetulnya Victoria punya masalah dengan keluarganya?tapi apa masalahnya sekarang?.Aku pikir setelah aku tidak dekat denganya dia menjadi semakin lebih baik,tapi kenyataannya dia menjadi semakin buruk dan di luar dugaan.
Hari in hari ke 3 try out berlangsung,pelajaran try out hari ini mungkin benar-benar sulit bagi banyak orang,karena hari ini try out pelajaran matematika.Kekita aku sampai di kelasku semua teman ku benar-benar serius dengn buku mereka maisng-masing.Disana aku juga melihat Jay sedang mengajarkan beberapa soal kepada Victoria. “Wihhh kalian pagi-pagi kenap mukanya pada serius sih?” tanyaku jail. “Lo nggak liat apa kita belajar.Lo sih enak,lo kan ratunya matematika jadi lo gak perlu belajar.”sahut Kevin. “Kata sapa gue gak perlu belajar,nama aja try out ya h pasti belajr lah”balas ku. “Tapi lo kan udah jago”jawab Kevin. “Kata sapa?”tanyaku. “Nyatanya lo menang waktu OSN matematika”sahut Jason. “Udah ah kalian kebanyakan cingcong,sekarang mendingan minta Chaerin buat ngajarin kita” jawab Raina.Akhirnya aku menuruti permintaan teman-temanku dan menjelaskan beberapa soal yang tidak mereka pahami
Tiba-tiba Jay datang ke bangku ku.Semua temanku heran melihatnya,karena sejak pertengkaran beberapa bulan lalu aku sama sekali tidak pernah dekat-dekat dengan mereka berdua. “Chae lo bisa ngerjain soal yang ini nggak?”Tanya Jay. “Yang mana?”Tanya ku. “Yang nomor 5,lo bisa kan?ajarin gue dong”pinta Jay. “Ohh yang ini,sini gue jelasin.”jawabku.Try out pun berlangsung,semua teman-teman di kelas ku banyak yang mengeluh dan banyak juga yang tersenyum senang karena mereka bisa mengerjakan semua soal.Tiba-tiba Lizzy dan teman-temanku yang lain bertanya tentang kejadian tadi pagi. “Chae kenapa lo mau Bantu Jay?”Tanya Kevin. “Iya Chae,bukannya dia sama Victoria pernah bohongin lo?”Tanya Jason. “Emang kenapa?kasian kan kalo gak di Bantu,lagian gue juga Bantu kalian semua”jawabku. “Tapi yang lo Bantu tadi si Jay” sahut Lizzy. “Biarin,dia kan juga temen gue,lagian gue ikhlas”jawabku. “Tapi lo kan pernah di bohongin Jay ama Victoria,atau jangan-jangan lo suka sama Jay mangkanya lo Bantu dia meski lo udah di bohongin lo”Jawab Lizzy. “Omongan lo ngaco semua!”tukas ku.
Ketika aku berjalan melewati koridor sekolah,tiba-tiba Raina datang. “Hosh..hosh..Chae gue punya gossip terbaru”kata Raina. “Males ah gue denger gossip lo”jawabku ketus. “Ni masalah bocornya soal try out tadi,Chae”jawab Raina. “Hah?!!! Soal try out tadi ternyata udah bocor?serius lo?gimana ceritanya?”tanyaku. “Ceritanya sekalian sama anak-anak yang lain yah,jadi gue gak nyeritain 2kali,sekarang buruan balik ke kelas”ajak Raina.Akhirnya kita semua berkumpul di kelas,Raina pun menceritakan semua gosip yang dia ketahui dari kantor guru tadi.Dan kabarnya sampai sekarng pihak sekolah belum tau siapa pelaku yang mengambil soal-soal try out tadi.
Setelah try out selesai pihak sekolah akan memanggil siswa yang ketahuan mengambil soal try out ke kantor kepala sekolah dan pihak sekolah akan menskors siswa yang bersalah tersebut.Akhirnya try out pu selesai,seluruh siswa di kelas ku sudah tidak sabar ingin tahu siapa sebenarnya pelakunya.Ketika aku di kantin tiba-tiba Jay menghampiriku. “Chae,kenapa dari tadi padi Victoria gak keliatan ya?”Tanya Jay. “Lo aja nggak ngerti apalagi gue Jay”jawabku.“Apa dia sakit mangkanya dia gak masuk?”tanyaku lagi. “Gue juga gak ngerti Chae dari tadi malem hp nya gue telfon gak ada respon.Gue sms sama sekali gak di bales”jawab Jay. “Ya udah,sabar aja ntar juga pasti bakal nongol.” Jawabku.Tapi tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak,apa ada masalah dengan keluarga ku atau VICTORIA? “Jay kenapa tiba-tiba perasaan gue gak enak ya?”tanyaku. “Emang lo ada maslaah?” Tanya Jay. “Gak ada sih,tapi biasanya kalo perasaan gue gak enak pasti ada sesuatu yang buruk yang bakal nimpa keluarga gue ato . .”kataku. “Jangan-jangan Victoria..”kata Jay. “Jay gimana nih,gue takut Victoria kenapa-napa?” tanyaku khawtir. “Buruan ikut gue.”tukas Jay.
Aku dan Jay langsung berlari ke kantor kepala sekolah,dan ternya benar.Victoria lah yang telah mencuri soal try out tersebut.Pantas saja ada sesuatu yang aneh waktu aku meliaht Victoria mengerjakan soal tersebut.Aku dan Jay menunggu di dekat perpustakaan yang kebetulan ruangannya cukup dekat dengan kantor kepala sekolah. “Jay gimana,gue takut kalo..”kataku. “Kenapa lo yang takut.kalo lo takut Victoria pasti lebih takut.”jawab Jay. “Kenapa dia bisa gitu sih Jay?lo gimana sih jadi pacarnya?”Tanya ku. “Kenapa lo Tanya gue hah?gue sendiri juga gak ngerti Chae!”bentak Jay.Saat itu aku dan Jay benar-benar khawatir dengan Victoria.
Akhirnya Victoria pun keluar dia berusaha menghindar dari aku dan Jay,tapi jay berhasil mencegahnya. “Vic kenapa lo ngelakuin hal yang ketrlaluan hah?”Tanya Jay. “Gue gak ngerti.”jawab Victoria. “Vic!!!jawab dong!”bentak Jay. “Gue gak ngerti jay!”jawab Victoria. “Kenapa lo nggak ngerti hah?kenapa lo gak pakek cara yang juju aja sih Vic?atau kalo udah kepepet kenapa lo gak Tanya gue aja?”Tanya Jay. “Tanya ke lo??heh! lo lupa kalo lo sebenernya gak mau ngasih contekan ke gue ha??bukanya lo udah sepakat sama si Chae buat gak ngasih contekan ke gue?”jelas Victoria. “Kita Cuma pengen Bantu lo Vic,kita gak pengen lo gagal waktu ujian.Cuma itu”jawabku. “Lagian kenapa lo gak belajar aja kalo lo emang gak bisa hah?jadi apa hasilnya sekarang vic?sekarang lo malah kena masalah sebesar ini.LO DI SKORS VIC!apa ini yang lo mau hah?”.tanya Jay. “Yang gue mau lo gak gampang terpengaruh sama tuh orang?”kata Victoria sambil menunjuk ku. “Emang gue bikin Jay jadi gimana?”tanyaku bingung. “Lo kan yang nyuruh Jay buat gak ngasih contekan ke gue?”Tanya Victoria. “Itu kan juga buat kebaikan lo Vic,biar lo gak kewalahan waktu ujian akhir.”balas Jay. “Udah ah,emang apa peduli lo semua?”kata Victoria. “Vic gue Cuma pengen lo lebih jujur,gue Cuma pengen lo lebih pinter Vic.”kataku. “Ok,ok gue ngerti kok kalo lo lebih pinter dari pada gue,tapi lo gak berhak banget buat ngerubah-ubah gue”kata Victoria. “Vic gue bias Bantu lo kok kalo lo. . .”. “Ahhh,gak penting omongan lo,dasar penghianat!”potong Victoria sambil meninggalkan ku dan Jay.
Sejak Victoria di skors semua anak telah mengetahui bahwa sebenarnya yang mencuri soal tersebut.Selama Victoria di skors,dia selalu menjadi bahan pembicaraan setiap hari.Aku merasa bersalah kepada Victoria,mungkin kalo aku tidak mencampuri urusannya pasti Victoria tidak akan mencuri soal tersebut.Kali ini kesalahanku sudah keterlaluan dan aku harus meminta maaf kepada Victoria. “Jay,lo bias nganter gue nggak?”pinta ku. “Nganter kemana?”Tanya ku.“Ke rumah Victoria.”jawabku. “Iya,ntar pulang sekolah.”balas Jay.Setelah bel pulang sekolah berbunyi aku dan Jay langsung menuju ke rumah Victoria. “Ke rumah Victoria naik apa Chae?” Tanya Jay. “Terserah lo”jawab ku. “Naik bis aja yah,gak pa-pa kan?”Tanya Jay. “Gak pa-pa.”Jawabku.
Selama perjalanan Jay diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Aku merasa tidak enak.Apakah dia marah sama aku?Apa gara-gara aku hubunganya dengan Victoria jadi semakin buruk?. “Jay..”kataku. “Apa?”jawabnya singkat. “Lo marah sama gue soal kemarin?”tanyaku. “Nggak,lagian itu bukan salah lo lagi”jawabnya. “Tapi kenapa…”.kataku. “buruan turun,udah nyampek.”potong Jay.Sesampainya di rumah Victoria aku benar-benar kaget melihat keadaannya.Victoria duduk di kasurnya dengan wajahnya yang pucat dan lingkarang hitam di sekitar matanya.Rambutnay pun acak-acakan,pastinya keadaanya benar-benar buruk.Aku tidak tega melihat sahabat ku seperti itu,dia benar-benar frustasi dan aku lah penyebabnya.Aku dan Jay mencoba mengajaknya bicara,tapi percuma karena dia tidak mau menjawab semua pertanyaanku.Meliahat muka ku saja mungkin dia tidak sudi.Victoria tidak mau makan sama sekali sejak dia di skors,padahal dia di skors sejak 5 hari lalu dan dia tidak makan atau minum sekali pun.
Hari semakin sore,aku dan Jay pun pulang ke rumah.Kebetulan rumahku dan rumah Jay tidak begitu Jauh Jadi aku bisa pulang dengan jay. Selama perjalanan pulang kami berdua sibuk dengan pikiran masing-masing. “Jay,gue bener-bener goblok ya?sekarang gue hampir bikin mati sahabat gue sendiri.”kataku. “Lo ngomong apa sih?”Tanya Jay. “Liat aja,Victoria kayak gitu gara-gara gue.kalo gue gaikut campur urusan lo pasti semua bakal baik-baki aja.”jawabku. “Kalo lo gak ngomong gitu ke gue selamanya Victoria gak bakal berubah”kata Jay. “Tapi Jay..”. “Lo jangan bikin masalah yang sulit kayak gini jadi makin sulit!!gue juga bisa ikut gila kalo lo kayak gini!”kata Jay. “Hati-hati di jalan,gue duluan ya.”sambung Jay.Sesampainya di rumah aku selalu dihantui dengan perasaan bersalah.Ternyata selama ini aku sudah terlalu banyak membuat kesalahan pada Victoria.Aku berusaha meminta maaf,tapi dia tidak pernah memaafkan ku.Lalu apa yang harus aku lakukan saat ini?
Setelah masa skors Victoria habis,dia kembali masuk sekolah dengan keadaan yang cukup baik daripada beberapa hari lalu saat dia di skors.Di sekolah semua murid masih sibuk menjadikan Victoria menjadi bahan pembicaraan dan banyak juga anak-anak dari kelas lain mengatakan Victoria sebagai pencuri.Di kelas ku sendiri Victoria juga jadi bahan pembicaraan.Dan sampai saat ini semua teman-teman ku tidak ada yang tahu permasalahannya yang sebenarnya.Banyak juga yang membuat gossip-gosip bahwa dia sebenarnya akan menjabakku atau apalah.
Beberapa bulan setelah kejadian itu,Victoria berubah 180 derajat.Dia menjadi sangat pendiam dan tertutup kepada semua orang.Bahkan Jay pun tidak bisa membuat Victoria berubah menjadi seperti dulu.Semua orang banyak yang menyerah karena tidak bisa membuat Victoria menjadi seperti dulu lagi,padahal sebentar lagi UNAS akan di laksanakan.Guru-guru sangat khawatir dengan keadaanya,para guru khawatir apabila Victoria tidak bisa mengerjakan soal UNAS nantinya.Padahal seminggu lagi UNAS akan berlangsung,semua teman-teman tidak pernah lupa membawa buku pelajaran mereka di tangan.Aku pun juga sama,karena kami punya satu tujuan yaitu memiliki NEM dengan nilai tinggi dan masuk SMA favourit.
Hari ini hari terakhir UNAS.Aku dan teman –teman ku berhasil mengerjakan semua soal,entah itu betul atau salah karena yang terpenting saat ini kami telah selesai menyelesaikan semua soal.Jadi hari ini aku bisa pulang sekolah denga keadaan tenang dan rencanannya sih aku akan mall dengan Raina ,Victoria,dan Jay,tapi sih gak mungkin kalau aku pergi juga sama Victoria dan Jay.Jadi aku putusin buat pergi sama Raina dan Lizzy.Sampai di depan gerbang sekolah kami menunggu jemputan ku untuk pergi ke mall.Tapi semuanya batal karena tiba-tiba ada sepada motor yang menabrakku dari arah berlawanan.Kaki ku berlumuran darah,semua rencanaku yang sudah ku rancang sejak kemarin gagal total.Supir ku langsung membawa ku kerumah sakit.Setelah pemeriksaan dokter mengatakan bahwa temprung lutut ku retak karena benturan yang keras dan harus beristirahat selama beberapa bulan.
Pengumuman kelulusan pun tiba.Aku sudah tidak sabar melihat nilai ku.Setelah melihat nilai ku,aku sama sekali tidak kecewa karena kerja keras ku selama ini berbuah manis.Aku masuk 10 besar nilai tertinggi di sekolah,lagipula aku juga bangga karena nilaiku tersebut murni dari otak ku dan sama sekali tidak ada campur tangan dari orang lain.Aku juga melihat teman-teman ku yang gembira,tapi kenapa mana Jay sama Victoria?kenapa mereka berdua tidak tampak batang hidungnya?.Aku mencoba mencari Jay dan dia ternyata ada di halaman belakang dan raut mukanya tampak. “Kenapa Jay?”tanyaku. “Victoria..”jawabnya. “Kenapa lagi Victoria?”tanyaku heran. “Penyakitnya kambuh. .”jawab Jay singkat. “Penyakit?emang Victoria punya penyakit apa Jay?kenapa lo gak pernah ngomong ke gue kalo Victoria punya penyakit?” Tanya ku.“Dia gak mau kalo geu bilang ke lo.”jawab Jay. “Kenapa?apa karena gue udah bukan sahabatnya lagi?”Tanyaku lagi.“Cuma Victoria yang tau alasannya”balas Jay.
Setelah pulang sekolah aku dan Jay langsung pergi ke rumah sakit dimana Victoria di rawat.Ternyata Victoria sudah tidak sadarkan diri sejak 2 hari yang lalu karena penyakit kanker otak.Keadaannya tidak mengalami kemajuan hingga sekarang,dia sangat pucat bahkan hampir menyerupai mayat.Aku benar-benar bodoh,kenapa aku tidak pernah tau kalau Victoria punya penyakit separah ini?.
Minggu depan pesta kelulusan akan diadakan,tapi keadaan Victoria masih saja tidak ada berubahan.Dia juga belum sadar dari tidurnya.Dua hari lagi pesta kelulusan akan di adakan,tiba-tiba orang tuaku menelpon ku dan meyuruhku pergi ke Amerika untuk menjalani pengobatan.Sekarang keadaan makin rumit,karena aku tidak bisa lagi menengok Victoria dan tidak bisa menghadiri pesta kelulusan.Padahal sebelum UNAS aku sudah merencanakan bahwa aku akan pergi ke pesta kelulusan dengan 2 sahabatku,tapi sekarang semuanya tinggal mimpi.Hari ini aku berangkat ke Amerika,di sana aku harus menjalani pemulihan selama 2 minggu.
Setelah 2 minggu aku menjalani pemulihan,aku akan kembali ke Indonesia.Ketika aku ber belanja di salah satu pusat perbelanjaan di Amerika aku melihat jaket baseball yang unik,aku sangat gembira karena aku membawakan hadiah special untuk sahabat ku.Terutama Victoria,yang sudah lama dia ingin membeli jaket baseball.Besok aku akan terbang ke Indonesia,dan aku harap keadaan Victoria menjadi semakin baik.
Sesampainya aku di Indonesia,aku langsung mendapatka telepon dari Jay. “Halo Jay,gue udah sampek nih . .”kataku. “Chae,gue boleh jemput lo nggak?”Tanya Jay. “Boleh dong,tapi buruan.”kataku. “Gue udah ada di deket pintu utama.”jawab Jay. “Ok,guekesana”.Aku pun langsung kesana,disana Jay sudah menungguku. “Jay bantuin gue masukin koper dong”pintaku.Setelah selesai memasukan koper-koper ku,Jay ingi mengajakku ke suatu tempat. “Kita mau kemana Jay?”tanyaku. “Ntar lo juga tau”jawabnya.“Gimana keadaanya Victoria?”tanyaku lagi. “Ntar lo juga tau sendiri.Aku massih bingung dengan jawaban Jay.Apa yang sebenarnay terjadi selama aku di Amerika?.Akhirnya kami sampai di sebuah pemakaaman. “Jay kenapa lo ngajak gue ke sini?kenapa sih sebenernya?”tanyaku heran. “Lo diem aja”jawabnya singkat.Kita sampai di sebuah pemakaman dan di batu nisan situ terulis nama Victoria.Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.Victoria telah meninggal.Sekarang aku telah mengetahui yang sebenarnya dan aku tidak bisa menahan air mataku ketika di makam Victoria.Aku tidak menyangka semuanya akan menjadi begini.Dan sekarang aku merasa makin menyesal karena aku tidak bisa menghadiri acara pemakaman sahabatku.
Setelah selesai dari tempat pemakaman Victoria,Jay mengantar ku.Dalam perjalanan aku hanya bisa diam tanpa mengatakan apa pun.Tiba-tiba Jay memberiku surat dari Victoria.Aku membaca surat dari Victoria
‘surat ini special untuk sahabat terbaikku Chaerin.pertama gue pengen minta maaf sama lo.Karena gue lo gak bisa deket sama Jay.Sebenernya gue sama Jay gak pacaran kok Chae,lagian gak mungkin kan kalo gue pacaran sama orang yang gak suka sama gue.Kalo boleh jujur nih,sebenernya Jay tuh suka sama lo bukan sama gue.tapi gue suka sama Jay,mangkanya gue berusaha jauhin lo dari Jay karena gue takut kalo Jay gak peduli lagi sama gue.Kedua,masalah pencurian soal try out itu gue lakuin biar nilai gue lebih baik daripada lo karena gue iri sama lo.Ketiga,waktu lo di tabrak sepeda motor.Itu semua yang ngelakuin sebenernya gue.Gue nyuruh orang buat nabrak lo,gue ngelakuin itu karena gue iri sama lo Chae.Keempat,gue minta maaf kalo lo baru tau penyakit gue baru-baru ini.Gue gak mau ngasih tau lo,soalnya gue gak mau lo ngeliat gue lemah.Jadi gue gak pernah pengen lo  ngerti kelemahan gue.Jadi tolong maafin gue yah.please.*Sekarang kalo lo mau pacaran sama Jay juga gak pa-pa,karena sekarang gak ada yang ngelarang.
Setelah membaca surat ini aku benar-benar semakin merasa bersalah dan sama sekali tidak percaya apa yang sebenarnya terjadi dengan Victoria.Tapi bagaimanapun semuanya sudah terjadi,karena aku tidak akan bisa memutar waktu.Aku harus berusaha memperbaiki semuanya,setelah sahabat terbaikku pergi.
Dari sinilah aku mendapatkan banyak pelajaran,mulai dari kejujuran,kesetiaan,dan masih banyak lagi.Sekarang aku akan memuali hidup baru lagi,aku pindah ke Amerika dengan orang tua ku dan bersekolah disana.
Beberapa tahun setelah aku pindah di Amerika,aku bertemu dengan Jay yang ternyata juga pindah ke Amerika.Tiba-tiba aku ingat dengan jaket baseball yang akan aku berikan kepada Jay dan Victoria.Aku memberikannya kepada Jay,tapi sayang aku belum sempat memberikan jaket tersebut kepada Victoria.Tapi aku akan selalu menyimpan jaket tersebut selamanya.Karena itu termasuk barang yang sangat berarti di hidupku.Aku juga tidak akan melupakan sahabat terbaikku.
~ ~ ~ - ~ ~ ~
Lagu Terakhir Untuk Intan

            Sudah hampir dua jam Intan mondar-mandir mengelilingi kamarnya, gadis ini terlihat sangat gelisah. Berulang kali dia melirik hp kecil yang ada di tempat tidurnya, tapi tak ada satu pun pesan masuk yang tampak di hp itu.

“Kamu kemana, sih?Kok sms ku nggak di balas-balas” gerutu Intan sambil memencet nomer telepon dengan cepat.

            Sebelum Intan sempat menelpon, sebuah SMS masuk dan di layar ponsel itu tertulis Sayang.Secepat kilat dia membuka SMS itu lalu membacanya dengan tidak sabar.Ternyata orang yang selama ini dia tunggu itu baru saja selesai bertanding dalam turnamen futsal.Setelah membalas SMS itu, Intan memejamkan matanya untuk tidur, karena malam telah larut.
 

Keesokan harinya...
            Seperti biasa, Intan selalu mengirimkan ucapan selamat pagi pada kekasihnya sebelum dia berangkat sekolah. Namun, hatinya kembali tak tenang ketika sang kekasih belum juga membalas SMS-nya hingga sore hari. Berkali-kali dia mengirimkan SMS, hingga akhirnya balasan yang ditunggu datang.
-aku udah solat dan makan kok-

            Intan langsung membalas SMS itu, tapi setelah beberapa kali SMS-an, dia merasa ada yang aneh dengan pesan dari kekasihnya itu. Hingga akhirnya dia tahu kalau ternyata yang membalas SMS itu bukanlah Ivan pacarnya, tapi temannya.Hal itu membuat Intan sangat marah dan tidak membalas SMS itu lagi. Dia berharap pacarnya akan menghubunginya dan meminta maaf langsung padanya.

            Tapi pertengkaran itu malah berlanjut hingga malam hari.Meskipun Ivan telah meminta maaf, tapi Intan masih juga kesal dengan sikap Ivan yang tidak mau membalas SMS-nya.Dan malam itu pun berakhir tanpa ada SMS dari keduanya.

            Pertengkaran kedua pasangan itu berakhir dengan kata putus yang dikirimkan lewat SMS oleh Ivan. Hal itu membuat Intan yang sejak awal sudah sedih akhirnya menangis di depan sahabat-sahabatnya. Dia tidak menyangka pacar yang selama ini sangat dicintainya ternyata tega memutuskan hubungan mereka begitu saja.Namun, setelah mendengar alasan Ivan yang sudah merasa tidak nyaman lagi dengan dia, Intan akhirnya menerima keputusan itu dengan hati yang hancur.

            Malam harinya, Intan yang masih stres dengan kenyataan yang menyakitkan itu mendadak jatuh sakit.Tubuhnya demam dan kadang dia menggigil. Dia berharap Ivan akan menghubunginya dan bilang kalau mereka tidak jadi putus. Tapi harapan itu, hanya menjadi harapan semata, karena tak satu pun SMS dari Ivan yang masuk ke hp-nya.

            Sudah hampir seminggu Intan sakit, hingga akhirnya dia harus di rawat di rumah sakit.Tapi kondisinya belum juga membaik.Maag yang selama ini di deritanya ternyata sudah sangat parah hingga menimbulkan pendarahan.Dokter pun mengatakan kalau salah satu faktor yang menyebabkan penyakit Intan semakin parah adalah stres yang dialaminya hingga membuat kondisi tubuhnya menurun.

            Dini, sahabat Intan yang paling mengerti keadaan Intan hanya bisa menatap iba tubuh sahabatnya yang sekarang terkulai lemah diatas tempat tidur.Wajahnya pucat dan tubuhnya semakin kurus.Dini sangat mengerti perasaan Intan yang merasa sangat kehilangan Ivan kekasihnya. Kadang samar-samar dia mendengar Intan menyebut nama Ivan dalam tidurnya, dan hal itu membuat Dini menangis, tak sanggup melihat penderitaan yang di rasakan oleh sahabatnya itu. Dini hanya bisa diam mendengar jawaban sahabatnya itu.Rasa kagum dan sedih bercampur di hatinya. Kagum akan ketegaran sahabatnya itu, tapi sedih melihat penderitaan yang harus dialami Intan. Dini tahu di saat sakit seperti itu, pasti Intan ingin Ivan ada bersamanya, dan nggak meninggalkannya seperti ini.

            Hampir tiga minggu Intan di rawat di rumah sakit, dan selama itu juga Dini selalu memperhatikan perkembangan kesehatan sahabatnya itu.Setiap kali Intan merasa sakit di tubuhnya ataupun tubuhnya demam, Intan selalu mendengarkan sebuah lagu ciptaan Ivan, mantan kekasihnya.Dan seperti mukjizat, keadaan Intan perlahan membaik setelah mendengar lagu itu.Dini akhirnya mengerti kerinduan Intan pada Ivan sangatlah besar hingga menyiksa seluruh tubuhnya bukan hanya hatinya.

            Hingga suatu hari, tanpa sepengetahuan Intan, Dini menelpon Ivan yang ada di luar kota. Dia menceritakan keadaan Intan pada cowok itu, dan dia juga meminta Ivan untuk datang menemui Intan.Tapi, Ivan masih belum juga mau menemui Intan.

“Aku mohon sama kamu, Intan butuh kamu.Tolong datanglah ke Jakarta dan temui Intan walaupun hanya sebentar” ucap Dini.

“Aku belum bisa menemui dia, lagipula kehadiranku malah bisa membuat dia semakin sakit” jawab Ivan.

“Satu kali saja, tolong temui dia. Mungkin dengan bertemu denganmu dia bisa sembuh.Atau kamu akan menyesal” paksa Dini.

“Apa maksud kamu?Memang penyakitnya itu parah?”

“Datang dan lihatlah sendiri keadaan Intan sekarang.Sebelum kamu menyesal untuk selamanya” ucap Dini sebelum mengakhiri teleponnya.
            Beberapa hari setelah telepon itu, Ivan mengabari Dini kalau dia akan ke Jakarta untuk menemui Intan. Dini yang mendapat kabar menggembirakan itu langsung menemui Intan.Tapi sayangnya Intan sedang tidur saat itu.Dini hanya bisa menunggu, sampai Ivan tiba di Jakarta dua hari lagi.
            Hari itu akhirnya tiba juga.Ivan, orang yang selama ini di tunggu kedatangannya oleh Intan dan Dini akhirnya datang.Dia meminta Dini mengantarkannya ke rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit, Ivan terdiam melihat keadaan Intan yang ada di kamar rawat itu.Sosok yang selama ini tidak pernah di jumpainya, kini dilihatnya dengan kondisi yang memprihatinkan.Selang infus terpasang di tangannya, matanya terpejam, tapi di kedua telinganya terpasang headset agar Intan bisa selalu mendengarkan lagu musik yang bisa   menenangkan.Ivan terkejut ketika mendengar lagu itu, lagu yang pernah dia ciptakan untuk Intan dulu.Dia tidak menyangka gadis itu masih menyimpan rekaman lagu itu.Kedua matanya menatap wajah Intan yang tertidur. , Intan bangun dari tidurnya. Dan dia terkejut ketika ada seorang cowok duduk di sampinya sambil memegang tangannya.
            Pertemuan antara Intan dan Ivan terus berlangsung selama seminggu, dan selama itu keadaan Intan berangsur membaik.Suatu hari, Intan ingin pergi ke pantai bersama Ivan, dia ingin melihat sunset bersama orang yang di cintainya.Walaupun awalnya dokter, orang tua Intan, dan Ivan tidak setuju, tapi demi kesembuhan Intan, akhirnya mereka menyetujui permintaan Intan itu.Dan pergilah mereka berdua ke pantai untuk melihat sunset.
            Di pantai itu, Ivan menyanyikan lagu yang baru di buatnya untuk Intan.Lagu yang liriknya adalah ciptaan Intan, dulu dia pernah meminta Ivan untuk menciptakan lagu dari lirik yang dibuatnya. Dan kini lagu itu telah selesai dan Ivan menyanyikannya secara langsung untuk Intan..
Keadaan yang sangat romantis itu membuat Intan bahagia.Berkali-kali dia tersenyum dan tertawa saat bersama Ivan. Kebahagiaan yang entah akan bertahan sampai kapan. Air mata kabahagiaan membasahi pipi Intan.Setelah itu mereka kembali ke rumah sakit karena Intan masih harus dirawat.
            Sebuah kabar mengejutkan membuat Ivan dan Dini datang ke rumah sakit lebih pagi dari biasanya.Keadaan Intan yang belakangan ini mulai membaik, tiba-tiba drop.Semua dokter dan perawat sibuk mengatasi keadaan itu. Sedangkan Ivan, Dini dan keluarga Intan hanya bisa menunggu dan berdoa dari luar ruang ICU.
            Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya dokter membolehkan mereka untuk masuk ruangan itu dan melihat kondisi Intan yang sudah sadar.Wajah gadis itu semakin pucat dan tubuhnya dingin.Tapi dia masih tersenyum saat melihat keluarga dan dua orang yang berharga baginya itu masuk ke kamarnya.
            Akhirnya Ivan menyanyikan lagu yang ingin di dengar Intan itu.Tangannya menggenggam tangan Intan yang dingin, Intan juga menggenggamnya dengan erat seperti tak mau lepas lagi.Perlahan matanya terpejam dan akhirnya dia tertidur.Tapi bukan tidur biasa, karena monitor yang menunjukkan gerakan jantung Intan perlahan berhenti, hingga akhirnya sebuah garis muncul di monitor itu. Dan tak ada lagi pergerakan grafik detak jantung Intan. Ivan yang dari tadi menggenggam tangan Intan merasa tangan Intan perlahan melepas genggamannya.
            Mereka terus memanggil Intan, tapi dia tidak juga membuka matanya.Dokter juga sudah mengatakan kalau Intan telah pergi untuk selamanya.Air mata seperti tak bisa berhenti mengalir dari mata keluarga, Dini dan Ivan. Mereka tidak menyangka, Intan yang mereka kira akan segera sembuh ternyata meninggalkan mereka secepat itu.
            Begitu juga Ivan, dia tidak mengira kalau lagu yang dia nyanyikan itu adalah lagu terakhir untuk Intan.Sebelum wajah Intan di tutupi kain putih, Ivan mencium kening gadis yang pernah di cintainya itu dengan lembut.

“Selamat jalan, sayang.Maafkan aku yang telah membuatmu seperti ini.Semoga kau tenang disana.”
~ ~ ~ - ~ ~ ~
Kembali Ke Masa Putih Abu-Abuku. Sekarang aku sudah berada dikelas 12.Semakin lama kelasku semakin menjadi kelas yang kompak. Begitu juga kata kelas lain. Bahwa kelas 12 IPA 1 adalah kelas yang kompak.Kami sering keluar untuk sekedar mengobrol, mengerjakan tugas, dan berolah raga.Kita semua selalu menyempatkan sedikit waktu itu.Karena ini kelas terakhir di masa putih abu-abu, jadi kita tak mau kehilangan moment-moment berharga walaupun kita sedang sibuk-sibuknya.Namun sayangnya dikelas 12 ini aku masih belum bisa melupakan sepenuhnya sosok Nata.Mungkin karena setiap harinya aku masih bertemu dengannya. Dan sedihnya lagi Nata sekarang sudah berpacaran dengan Ita. Aku sering sekali melihat merekam berudua kekantin bersama.Aku juga sering berpapasan dengan mereka berudua.Sakit?Iya.Perasaan dikhianati oleh sahabat sendiri muncul ketika melihat mereka berudua. Tapi Ita masih terus berusaah untuk menyambungkan persahabatan kita kembali. Tapi sayangnya, hatiku sudah tertutup untuk Ita. Masih sama seperti dulu-dulu, aku lebih membenci Ita daripada Nata. Rasa sayangku lebih besar daripada rasa benciku.Aku selalu disalahkan karena hal ini.Teman-temanku selalu bilang bahwa seharusnya disini yang haru aku benci adalah Nata, karena Nata yang bersalah disini.Teman-temanku ada benarnya juga.Tapi gimana? Perasaanku tidak bisa dibohongi . Aku juga sudah di cap sebagai miss gagal move on. Setiap bully yang diarahkan kepadaku pasti ada kaitannya dengan Nata dan juga pengkhianatan Ita. Tapi aku sudah terbiasa dengan semua itu.Jadi aku sudah kebal dengan semuanya.
Sekarang hubunganku dengan Nata dan Ita mungkin memang jauh membaik. Apa aku sudah move on? Belum. Tapi akan berusaha sudah. Aku tidak memaksakan diriku sendiri untuk move on karena itu sangat menyiksa. Aku mengikutinya bagaikan air yang mengalir saja.Aku juga lebih berani menyapa Nata sekarang.Bahkan jika Nata mengacuhkan sapaanku aku sudah biasa dan tidak sakit hati.Karena mungkin memang sudah banyak hal menyakitkan yang Nata timbulkan, jadi aku sudah terbiasa dengan sikap dinginnya.Aku juga sudah bisa menggoda Nata. Aku tidak peduli Nata menganggapku aneh atau apa. Yang jelas aku sudah biasa saja dengan semua ini. Aku juga sudah mulai membalas senyuman Ita, ya maupun melihatnya saja masih membuatku sakit tapi aku berusaha keras untuk tidak membuat sakit diriku sendiri. Toh sekarang Nata dan Ita bahagia-bahagia saja meski mereka tau bahwa aku tidak bahagia. Mereka aja bahagia tanpa aku, aku juga harus bahagia tanpa mereka, begitulah pikirku untuk menyemangati diriku sendiri.
Aku mulai mebiasakan diriku menyapa Nata duluan.Kenapa?Karena dulu sempat Nata membahas bahwa aku tak pernah menyapanya duluan, selalu dia yang duluan.Bukankah memang sepantasnya begitu?Lalki-laki duluan?Ya, dulu begitu pikirku.Tapi setelah dipikir-pikir mungkin aku memang keterlaluan.Mungkin benar adanya kalau aku tidak pernah duluan menyapanya.Mungkin memang aku yang terlalu gengsi.Aku mengakui itu semua.Tapi dengan perlakuanku yang seperti ini.Nata masih belum mau menyapa aku duluan, kalau kita bertemu jika aku tak menyapanya, dia pun juga tidak menyapa.Entah mengapa, sampai sekarang aku juga tak tahu alasannya.Kurangkah pengorbananku?Kurang aku nurunin gengsiku? Ah nggak masalah yang penting aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki hubunganku dengannya. Aku juga pernah manyapanya dan memasang wajah seusil mungkin, dan apa responnya? Kalian tahu? Awalnya dia tidak ingin tersenyum dan dia akan memasang wajah sok coolnya yang menakutkan. Tapi ternyata dia tersenyum, menurutku senyumnya senyum-senyum salah tingkah dan senyum jijik setelah melihat cara aku menyapa dia. Siapa yang peduli? Aku tidak peduli dengan apa yang dipikirkannya sekarang. Aku hanya ingin berbuat sesuai hatiku.
Waktu terus berjalan dengan cepatnya.Aku menikmati masa-masa ini.Masa-masa terakhir dikelas 12, masa-masa masih bisa melihat Nata, masa dimana aku masih menyimpan perasaan kepada Nata.Aku menikmatinya.Disaat aku bisa menikmati ini semua, rasanya lebih indah dan lebih gampang untuk dijalaninya.Aku juga percaya Tuhan punya rencana yang lebih indah dibalik kesedihanku ini. Namun memang benar, sekarang ini aku masih belum bisa membuka hati untuk siapa-siapa, berbeda dengan Nata yang sudah sempat mendapatkan cewek setelah putus dengan Ita. Tapi akhirnya Nata kembali lagi dengan Ita. Memang benar adanya cowok sangat mudah melupakan daripada cewek.Tapi aku sudah tak ambil pusing dengan Nata.Yang jelas aku ingin menikmati masa-masa terakhir di SMA ku ini.
Tak terasa sekarang sudah mendekati ujian-ujian. Dan sebentar lagi kami semua para anak kelas 12 akan lulus. Aku juga berharap semoga cepat lulus.Aku ingin bebas dari bayang-bayang Nata.Teman-teman seangkatanku sekarang juga lebih kompak lagi.Kita biasa menyebut angkatan kita dengan sebutan pejuang 2k15.Aku senang dan bangga bisa bersekolah disekolahku ini.Punya teman-teman yang asik, sahabat yang baik, ya maupun ada sahabat yang kurang baik. Eh bukan sahabat lagi, sekarang kita hanya teman. Aku tak mau menganggapnya sahabat lagi, karena yang namanya sahabat bukan seperti itu. Bisa bertemu guru mulai dari yang killer, baik, lucu, punya gaya masing-masing. Ada perasaan sedih juga bahagia ketika aku berpikir bahwa aku akan lulus. Sedih karena kehilangan teman-temanku, akan meninggalkan sekolah yang penuh kenangan ini, dan katanya kita juga akan merindukan masa-masa putih abu-abu ini. Senang karena aku bisa terbebas dari teman-teman yang memuakkan dan tentunya terbebas dari Nata.
Kami pun para kelas 12 mulai sibuk memepersiapkan segala macam ujian praktik dan sebagainya. Mulai memilih universitas dan jurusan mana yang akan kita pilih. Mulai membuat rencana-rencana kedepannya.Belajar dengan giat. Dan kami juga mengalami stress yang cukup dikelas 12 ini hehe.
Hari yang mendebarkan pun tiba. Pengumuman kelulusanpun akan segera diumumkan. Sungguh aku dan yang lainnya sama-sama merasakan dag dig dug yang luar biasa. Dan pengumumanpun keluar, para pejuang 2k15 LULUS 100%.Sontak kami semua menangis bahagia dengan pengumuman ini.
Masa putih abu-abuku pun berakhir.Di masa ini meninggalkan banyak sekali kenangan.Mulai dari yang bahagia hingga sangat bahagia dan sedih sampai sangat sedih aku rasakan di masa putih abu-abuku ini. Masa yang tak akan pernah aku lupakan dan masa yang akan selalu aku kenang. Masa putih abu-abuku.

Popular posts from this blog

Aplikasi Karaoke 5

Semangat Berkebun Tanam Buah Semangka dan Tomat Hasil Pemanfaatan Lahan Sempit Di Rumah