Posts

Showing posts from July, 2018

Wahdah Zaman

Image
Salah satu yang dapat dijadikan contoh untuk wahdah zaman ini tedapat dalam kasus kausalitas yang tak mesti dalam proposisi menduga. Dengan demikian, kajian berikut mengupas soal contoh wahdah zaman sekaligus tentang sifat kausalitas yang sah untuk dijadikan sebagai premis dalam syllogisme.  Contoh 1:  Jika saya merasa gelisah, maka saya berdzikir Jika saya berdzikir, maka hati saya merasa tenang Jadi, jika saya merasa gelisah, maka saya merasa tenang Apa yang salah dengan syllogisme di atas ? Syllogismenya tampak benar, syllogismenaya tak ada yang salah, tapi mengapa konklusinya tampak paradoks ? kontradiksi di dalam kalimat itu sendiri, antara saya gelisah dan saya tak gelisah. Absurd ! Tanpa memahami teori wahdah zaman, hal itu sulit dijelaskan. Tetapi, teori wahdah zaman menjelaskan bahwa kalimat tersebut bermakna :  saya mulanya merasa gelisah saya kemudian tidak merasa gelisah  "mulanya" dan "kemudian" adalah dua hal yang membe

Di atas Ikhlas Masih Ada Ikhlas

Image
"Saya punya keinginan untuk belajar lagi tentang ilmu ikhlas. Kalau saudara tahu guru yang alim, yang ikhlas, kasih tahu saya!" Begitulah ucapan sahabat lama sekira duabelas tahun silam. Beliau tidak lagi muda, bahkan sudah memiliki beberapa orang cucu. Beliau juga bukan orang awam seperti saya, justru ilmunya dalam sekali.  Saya kira ucapan tersebut hanya bentuk tawadhu saja. Saya sendiri belajar banyak tentang keikhlasan dari Beliau. Salah satu nasihatnya adalah bertanya kepada diri sendiri setiap kita keluar rumah.  Apa tujuan kita keluar rumah sekarang ini? Apakah semata karena Allah? Atau mengharap sesuatu dari mahluk? Maklum saja, meskipun seorang dosen yang tugasnya mengajar ada saja godaannya.  Seandainya terbersit sesuatu niat bukan karena Allah, maka pulanglah kembali ke rumah dan batalkan saja acara tersebut. Begitulah pesannya. Berat. Ilmu kelas tinggi. Apalagi kalau dipraktekkan saat menulis. Apa tujuan saya menulis? Mendapat like, meningka

Labbaik Allahumma Labbaik

Image
Musim haji telah tiba. Biasanya kita dapat banyak undangan walimatus safar dari tetangga atau kerabat yang akan berangkat tahun ini. Contohnya salah seorang teman lama. Insya Allah ia akan terbang bersama istrinya dua minggu lagi. Sambil menunggu jadwal keberangkatan tersebut, ia sering menghadiri pelatihan manasik haji.  Tentunya saudara tahu tentang pelatihan manasik, yakni belajar rukun-rukun haji dengan menggunakan miniatur Ka'bah, serta area khusus untuk berlatih sa'i dan jumroh.  Intinya, calon haji praktek langsung. Bukan sekedar duduk mendengarkan teori saja. Karena ilmu yang diterima akan berbeda antara yang aktif dengan yang pasif.  Begitulah tahapan kita menyerap pengetahuan. Gambarannya dapat  dilihat pada Learning Pyramid. Jika kita hanya membaca saja sebuah pelajaran, maka ilmu yang menempel dalam pikiran kita baru sekitar 10%. Kecuali jika indera penglihatan dan pendengaran terlibat dalam pembelajaran, bisa naik menjadi 20% meskipun masih b

Janganlah Berputus Asa

Image
Hai....Sobat semua yang sudah setia mengunjungi di blog 'Yudi's Blog'. Tentunya kita semua sudah tahu bahwa tubuh kita perlu asupan makanan yang baik.   Tubuh kita memang perlu makanan, untuk menjadi energi. Tetapi di samping itu makanan tersebut juga harus keluar lagi dari dalam tubuh. Jika sisa-sisa metabolisme tetap berada dalam tubuh lebih dari 24 jam, justru kita akan jatuh sakit. Dua liter air penting untuk kita minum setiap hari. Tetapi air sebanyak itu juga bukan untuk kita pertahankan, karena kita tetap harus mengeluarkannya sebelum empat jam. Hal yang sama berlaku bagi udara yang kita hisap untuk bernafas. Kita menghirup oksigen bukan untuk disimpan semua di dalam paru-paru. Setiap satu menit udara itu harus dikeluarkan kembali dalam wujud karbon dioksida. Jadi sebenarnya apa yang kekal kita simpan dari dunia ini? Tidak ada sama sekali. Semua yang datang dari Allah seolah-olah hanya pinjaman saja. Allah telah mengatur dengan sebaik-baiknya a

Ikhlas Menerima Penilaian

Image
Kita harus senantiasa ikhlas menerima penilaian orang lain. Hal-hal yang perlu kita ingat, agar dapat dengan ikhlas dan lapang dada dalam menerima penilaian orang lain, Pertama, harus kita ingat bahwa kita tidak selalu dapat mengontrol orang lain. Dengan kata lain, orang lain tidak selalu dapat melakukan seperti yang kita inginkan. Jadi, izinkan orang lain melakukan apa yang ingin dilakukannya, izinkan mereka menilai kita sebagaimana mereka ingin menilai.  Kedua, fahamilah bahwa sebenarnya penilaian orang lain tidak akan pernah menyakiti kita. Tetapi yang akan menyakiti perasaan kita adalah penolakan kita terhadap penilaian orang lain. Jadi, kita tidak perlu memberontak terhadap penilaian orang lain. Biarkan mereka menilai semaunya, dan rasakan  bahwa jiwa kita akan damai karena tak enggan untuk dinilai, sekalipun penilaian itu adalah penilaian yang sangat buruk.  Ketiga, menerima penilaian orang lain tidak berarti mengakui kebenarannya. Lidah tak bertulang, orang bisa men

Tentang Waktu

Image
Menelusuri sejarah memang menyenangkan. Mencari foto yang pertama kali dicetak oleh manusia, pasti banyak fakta di luar dugaan kita.  Foto pertama di dunia dibuat pada lempengan tembaga. Sebab teknologi kamera saat itu belum tahu bagaimana caranya mencetak foto pada lembaran kertas. Kala itu masih tahun 1800-an.  Proses merekam citra gambarnya pun lambat sekali. Kamera butuh waktu delapan jam untuk menyimpan bayangan yang diperoleh pada lempengan tembaga tersebut.  Artinya, jika seseorang hendak selfie di depan kamera foto tersebut, maka ia harus duduk diam dan bergaya selama delapan jam!  Zaman pun terus berganti, manusia ikut berubah. Sekarang, kita tinggal jepret kamera handphone, maka dalam satu detik hasil fotonya sudah bisa terlihat. Berarti, manusia modern sudah menghemat waktunya selama 7 jam 59 menit 59 detik untuk satu kali foto. Luar biasa!  Itu baru menghitung dari bidang fotografi saja. Seandainya kita menghitung total penghematan waktu dari bidang

'Perancis atau Kroasia'

Image
Menikmati akhir liburan masa kerja bersua teman yang sudah lama tidak pernah ketemu semenjak lulus di kampus yang sama di warung kopi yang cukup terkenal dan ramai di kota Bojonegoro.  Di salah satu obrolan kami yang 'gayeng' sambil menikmati cita rasa kopi malam yang sudah dihidangkan oleh pelayan warung yang ramah, seorang teman sempat mengangkat pembicaraan tentang piala dunia sepak bola. Perancis atau Kroasia ?Begitulah pertanyaan teman dilontarkan kepada saya. Tentu saya yang tidak terlalu mengikuti perkembangan World Cup tidak tahu tim mana yang paling dijagokan di laga final ini. "Kalau kamu sendiri menangkan / jagokan yang mana?" Saya lempar balik saja pertanyaan tersebut. Ternyata ia sudah punya jagoan sendiri, "Saya pegang Kroasia dong. Kelihatannya mereka bakal menang Piala Dunia tahun ini!" "Kenapa bisa begitu?" "Karena Kroasia selama ini tidak pernah melaju sejauh itu. Mereka bisa lolos final saja sudah pres

Pak Tani Dengan Arlojinya Yang Antik

Image
Meskipun tinggal di pedesaan, Pak Tani yang satu ini memiliki arloji antik yang masih berfungsi. Arloji itu peninggalan orang tuanya, sehingga ia pasti memakainya saat pergi berladang, agar ia selalu ingat jasa-jasa mereka. Siang itu musibah terjadi saat Pak Tani sedang berada di gudang, arlojinya jatuh dalam tumpukan jerami! Ia panik, kemudian segera saja ia merogoh-rogoh lumbung jerami itu kesana-kemari. Tetapi tidak ketemu juga.  Pak Tani lantas meminta bantuan anak-anak muda di seberang jalan. Maklum gudang tersebut cukup luas, dan ia tak tahu persis di mana arlojinya jatuh. Butuh lebih dari satu orang untuk mencarinya.  Anak-anak muda pun turut membantu. Mereka berpencar dan masing-masing sibuk meraup-raup jerami di hadapannya sambil memasang mata dengan awas. Siapa tahu bisa ditemukan.  Lagi-lagi arloji itu tetap raib. Sulit sekali mencarinya. Hingga hari hampir sore, maka Pak Tani pun merelakan agar pencarian mereka dilanjutkan besok lagi. Akhirnya anak-anak m

Merasa Paling Sempurna Dalam Moralitas (Sombong)

Image
Sombong adalah pikiran yang membanding-bandingkan antara aku dengan selain aku sehingga memperkuat rasa keakuan yang muncul dari kesenangan dari perbandingan tadi. Mengapa sombong harus dihindari ? Karena sombong menguatkan rasa keakuan, yaitu egoisme. apabila manusia sudah memelihara egoisme, maka dia akan melihat benar-salah, untung rugi dari sudut pandang ego nya. apa yang dapat memuaskan syahwat ego nya, itu yang benar bagi dia. dan apa yang menyakiti ego nya, maka itu yang salah. Dengan begitu, berarti dia tidak menilai benar-salah secara objektif, akal pikiranya akan tertutup kabut keegoan dan itu akan mengantarkannya kepada jurang kesengsaraan hidup. Jika seseorang mengatakan hal-hal berikut : Saya orang yang paling [suci] Saya orang yang paling baik Saya orang paling bijak Saya orang paling pintar Saya orang yang paling bermoral Apakah dapat dikatakan bahwa orang tersebut telah [sombong] ?   Bagaimana kalau yang dikatakan itu adalah fakta apa adanya

Dua Siswa SMA Negeri 1 Bojonegoro Berhasil Raih Medali Perunggu di Ajang Olympiade Sains Nasional (OSN) 2018

Image
Dua siswa SMA Negeri 1 Bojonegoro yang diikutsertakan dalam ajang kompetisi Olympiade Sains Nasional (OSN) Jenjang SMA mewakili Provinsi Jawa Timur berhasil meraih prestasi yang membanggakan dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) XVII Bidang Kebumian di Padang, Sumatera Barat Tahun 2018. Kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro, Dra Sri Setyowati, M.Pd menyebutkan, siswa yang berhasil meraih prestasi dengan medali perunggu untuk Olympiade Sains Nasional (OSN) bidang kebumian itu adalah Fauzan Ilmi dan Cahyani Tiara Safitri yang dua-duanya merupakan peserta didik saat ini naik ke kelas XII-6. Koordinator Olympiade SMA Negeri 1 Bojonegoro, Husnul Khotimah, M.Pd menerangkan bahwasannya ajang kompetisi Olympiade Sains Nasional (OSN) yang berhasil meraih medali perunggu ini ada peluang untuk ikut ajang selanjutnya di jenjang lebih tinggi yaitu internasional dikarenakan ada kesempatan mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) dan jika nilainya masuk standar berhak maju internasional.

Mencari dan Menemukan Kesalahan dengan Mata Logika

Image
"Untuk mencari kesalahan orang lain, tidak perlu belajar logika." apakah pernyataan tersebut benar ? Ya benar,  tapi jangan salah penafsiran Kenapa benar ?  Benar, karena orang yang tidak pernah belajar ilmu logika sekalipun bisa mencari kesalahan orang lain. Orang bodoh juga bisa mencari kesalahan orang lain. Jadi memang benar, untuk mencari kesalahan orang lain tidaklah perlu dengan ilmu logika. Tapi jangan salah penafsiran. Walaupun benar "mencari-cari kesalahan orang lain memang tidak butuh ilmu logika", lalu tidak boleh ditafsirkan bahwa "ilmu logika tidak dibutuhkan untuk menemukan suatu kesalahan." justru, ilmu logika kita butuhkan karena dapat mendeteksi kesalahan di dalam suatu proses berpikir.  Pertama ada bentuk kesalahan yang tidak dapat terlihat kecuali dengan mata logika. Kedua, ingatlah bahwa istilah istilah berikut memiliki makna berbeda : 1) mencari-cari kesalahan orang lain 2) mencari kesalahan 3) menemukan kesa

Panduan Gerakan Literasi Sekolah SD-SMP-SMA

Image
Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.  Deklarasi UNESCO menyebutkan bahwa literasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuan - kemampuan ini perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpatisipasi dalam masyarakat informasi, dan ini bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat. Mengacu pada metode pembelajaran Kurikulum 2013 yang menempatkan peserta

Tulisanmu Auratmu

Image
Saya termasuk orang yang mengagumi para penulis novel hebat. Yaitu mereka yang sanggup mencerahkan banyak orang melalui karya novel-novelnya. Dalam karyanya mereka bukan hanya pandai mengarang fiksi, melainkan juga lihai dalam memberi nasihat.  Sebuah nasihat singkat yang baik dari seorang penulis "Seorang penulis tidak bisa menyembunyikan teknik dan ilmunya, karena semua terlihat jelas dari karyanya." Inilah salah satu nasihat terbaik bagi siapa saja yang ingin menjadi penulis, bahwa dengan hanya melihat tulisan seseorang, dapat diketahui keluasan pengetahuan orang tersebut. Karena itu, seorang penulis harus terus menjadi pembelajar. Bahkan kalau kita mau merenungkan lagi, karakter seseorang pun dapat diketahui dari apa yang sering ditulisnya. Mereka yang memiliki sifat pesimis, biasanya suka mengeluh dalam postingannya. Mereka yang egois, tidak akan jauh dari marah-marah dan memaki dalam statusnya. You are what you write! Dirimu yang sebenarnya akan ta